Kemarau panjang, jumlah penderita ISPA meningkat
Kamis, 13 September 2012 - 10:06 WIB
Kemarau panjang, jumlah penderita ISPA meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Musim kemarau yang berkepanjangan di Jombang, Jawa Timur, mengakibatkan meningkatnya penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Bahkan, RSUD Jombang harus menampung warga penderita ISPA di lorong-lorong rumah sakit, karena telah kelebihan kapasitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Heri Wibowo mengatakan, peningkatan penderita ISPA di Jombang terjadi sejak Mei 2012 lalu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat, jumlah penderita ISPA sejak Mei 2012 mencapai 3.000 orang, atau meningkat tajam dari bulan sebelumnya yang hanya 300-600 orang.
"Mei 2012 jumlah penderita ISPA melonjak hingga 3.300 kasus, pada Juli 2012 meningkat 3.900 kasus, sedangkan September hingga September 2012 meningkat hingga 4.000 kasus lebih," katanya di Jombang, Jawa Timur, Kamis (13/9/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini para penderita ISPA tersebut harus disebar ke sejumlah rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Jombang. Pasalnya, saat ini RUSD Jombang sudah tidak dapat lagi menampung pasien baru.
"Peningkatan jumlah penderita ISPA ini disebabkan banyaknya debu yang beterbangan di musim kemarau. Debu itu kemudian bercampur bakteri maupun virus, dan kemudian terhirup manusia," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat harus lebih peduli dan menutup hidung dan mulutnya jika bersin atau batuk untuk menghindari penularan ISPA. Pasalnya, ISPA merupakan penyakit menular yang berupa radang pada tenggorokan.
"Kita juga harus meminimalkan debu yang masuk ke dalam tubuh. Diantaranya dengan menutup jendela jika berada di rumah, atau menggunakan masker jika keluar rumah," tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Heri Wibowo mengatakan, peningkatan penderita ISPA di Jombang terjadi sejak Mei 2012 lalu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat, jumlah penderita ISPA sejak Mei 2012 mencapai 3.000 orang, atau meningkat tajam dari bulan sebelumnya yang hanya 300-600 orang.
"Mei 2012 jumlah penderita ISPA melonjak hingga 3.300 kasus, pada Juli 2012 meningkat 3.900 kasus, sedangkan September hingga September 2012 meningkat hingga 4.000 kasus lebih," katanya di Jombang, Jawa Timur, Kamis (13/9/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini para penderita ISPA tersebut harus disebar ke sejumlah rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Jombang. Pasalnya, saat ini RUSD Jombang sudah tidak dapat lagi menampung pasien baru.
"Peningkatan jumlah penderita ISPA ini disebabkan banyaknya debu yang beterbangan di musim kemarau. Debu itu kemudian bercampur bakteri maupun virus, dan kemudian terhirup manusia," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat harus lebih peduli dan menutup hidung dan mulutnya jika bersin atau batuk untuk menghindari penularan ISPA. Pasalnya, ISPA merupakan penyakit menular yang berupa radang pada tenggorokan.
"Kita juga harus meminimalkan debu yang masuk ke dalam tubuh. Diantaranya dengan menutup jendela jika berada di rumah, atau menggunakan masker jika keluar rumah," tandasnya.
(lil)