Ratusan warga mengungsi akibat banjir bandang
Kamis, 13 September 2012 - 09:16 WIB
Ratusan warga mengungsi akibat banjir bandang
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga dari empat kecamatan di Kota Padang mengungsi akibat terjangan banjir bandang.
Banjir bandang yang terjadi Rabu 12 September 2012 telah memporak porandakan pemukiman warga di empat kecamatan yakni Nagari Limau Manis Kecamatan Pauh, Tabing Bandar Gadang Kecamatan Nanggalo, Ulu Gadut Kecamatan Lubu Kilangan dan Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Sedangkan Kecamatan Nanggalo dan Pauh merupakan kecamatan terparah.
Akibatnya, sebanyak 59 kepala keluarga (KK) masih menempati musala-musala yang dijadikan warga sebagai tempat pengungsian.
Sunarji, Ketua RT Tabing Bandar Gandang Kecamatan Nanggalo berharap pemerintah segera turun tangan untuk memberikan bantuan. Sebab, saat ini para pengungsi membutuhkan makanan dan perlengkapan lainnya.
"Terutama untuk anak-anak dan ibu-ibu," tukas Sunarji di lokasi kejadian, Kamis (12/9/2012).
Hingga kini belum diketahui penyebab banjir bandang. Namun dugaan sementara karena penebangan hutan secara liar membuat hutan gundul dan tak bisa menampung air.
Sementara itu Wali KOta Padang Fauzi Bahar mengaku prihatin atas kejadian itu. Pihaknya telah menyalurka bantuannya berupa makanan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Saat ini pihaknya tengah menginventarisir rumah-rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir itu.
Banjir bandang yang terjadi Rabu 12 September 2012 telah memporak porandakan pemukiman warga di empat kecamatan yakni Nagari Limau Manis Kecamatan Pauh, Tabing Bandar Gadang Kecamatan Nanggalo, Ulu Gadut Kecamatan Lubu Kilangan dan Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Sedangkan Kecamatan Nanggalo dan Pauh merupakan kecamatan terparah.
Akibatnya, sebanyak 59 kepala keluarga (KK) masih menempati musala-musala yang dijadikan warga sebagai tempat pengungsian.
Sunarji, Ketua RT Tabing Bandar Gandang Kecamatan Nanggalo berharap pemerintah segera turun tangan untuk memberikan bantuan. Sebab, saat ini para pengungsi membutuhkan makanan dan perlengkapan lainnya.
"Terutama untuk anak-anak dan ibu-ibu," tukas Sunarji di lokasi kejadian, Kamis (12/9/2012).
Hingga kini belum diketahui penyebab banjir bandang. Namun dugaan sementara karena penebangan hutan secara liar membuat hutan gundul dan tak bisa menampung air.
Sementara itu Wali KOta Padang Fauzi Bahar mengaku prihatin atas kejadian itu. Pihaknya telah menyalurka bantuannya berupa makanan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Saat ini pihaknya tengah menginventarisir rumah-rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir itu.
(lns)