Puluhan warga Solo tolak Jokowi jadi Gubernur Jakarta
Rabu, 12 September 2012 - 15:05 WIB
Puluhan warga Solo tolak Jokowi jadi Gubernur Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan warga Solo, Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa menolak Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) maju menjadi Gubernur DKI Jakarta. Mereka meminta pertanggungjawaban Jokowi sebagai Wali Kota Solo untuk menyelesaikan sampai habis masa jabatan.
Puluhan warga Solo yang mengatasnamakan Tim Pembela Rakyat Surakarta (TPRS), Rabu (12/9/2012) melakukan aksi menolak Jokowi untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta. Mereka juga mempertanyakan komitmen Jokowi dalam menjalankan tugasnya hingga akhir masa jabatan pada 2015 sebagai Wali Kota Solo.
Aksi yang di gelar warga solo ini diawali dengan orasi di halaman DPRD Solo. Mereka mempertanyakan komitmen Jokowi sebagai Wali Kota Solo. Pengunjuk rasa menilai, berbagai masalah masih tersisa dan belum rampung dikerjakan. Seperti biaya pendidikan mahal, lowongan kerja, penataan PKL yang kini belum rampung dan masalah lainnya.
Dalam aksinya mereka mendukung rekannya bernama Paidi dan Aris Setiawan yang telah melayangkan gugatan kepada wali Kota solo beberapa waktu lalu.
Masa yang datang ke DPRD Solo rencananya akan menemui ketua DPRD YS Sukasno. Namu yang bersangkutan tidak ada di tempat. Massa kemudian menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan anggota DPRD. Setelah membacakan pernyataan sikapnya, massa pun membubarkan diri.
Puluhan warga Solo yang mengatasnamakan Tim Pembela Rakyat Surakarta (TPRS), Rabu (12/9/2012) melakukan aksi menolak Jokowi untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta. Mereka juga mempertanyakan komitmen Jokowi dalam menjalankan tugasnya hingga akhir masa jabatan pada 2015 sebagai Wali Kota Solo.
Aksi yang di gelar warga solo ini diawali dengan orasi di halaman DPRD Solo. Mereka mempertanyakan komitmen Jokowi sebagai Wali Kota Solo. Pengunjuk rasa menilai, berbagai masalah masih tersisa dan belum rampung dikerjakan. Seperti biaya pendidikan mahal, lowongan kerja, penataan PKL yang kini belum rampung dan masalah lainnya.
Dalam aksinya mereka mendukung rekannya bernama Paidi dan Aris Setiawan yang telah melayangkan gugatan kepada wali Kota solo beberapa waktu lalu.
Masa yang datang ke DPRD Solo rencananya akan menemui ketua DPRD YS Sukasno. Namu yang bersangkutan tidak ada di tempat. Massa kemudian menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan anggota DPRD. Setelah membacakan pernyataan sikapnya, massa pun membubarkan diri.
(azh)