Warga harap Sungai Kelekar segera dinormalisasi
Rabu, 12 September 2012 - 09:53 WIB
Warga harap Sungai Kelekar segera dinormalisasi
A
A
A
Sindonews.com – Sungai Kelekar sepanjang sekitar 10 kilometer mulai dari Indralaya hingga Muara Meranjat mendesak untuk segera dinormalisasi. Saat ini kondisi Sungai Kelekar sangat memprihatinkan lantaran dipenuhi tumpukan sampah, eceng gondok hingga mengalami pendangkalan.
Pantauan dilapangan, hampir sekitar 10 kilometer Sungai Kelekar mengalami pendangkalan dan membuat kedalaman sungai tinggal 1,5 meter. Padahal sebelumnya, kedlaman sungai tersebut mencapai 5 meter.
Tidak hanya terjadi pendangkalan, lebar sungai yang semula 6 meter juga menyempit jadi 3 meter. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya endapan sampah.
ronisnya, kendati Sungai Kelekar dipenuhi sampah namun sejumlah warga tetap memanfaatkan sungai itu untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
“Mau bagaimana lagi. Sungai ini merupakan satu-satunya sumber air yang biasa digunakan warga untuk MCK,” ujarnya.
Dia meminta kepada pemerintah untuk dapat segera melakukan normalisasi Sungai Kelekar ini sehingga sungai tidak mengalami pendangkalan.
Sementara itu, Kepala PU Pengairan OI, H Siswanto Saleh mengakui sungai kelekar yang berada di sepanjang Indralaya hingga Meranjat sudah sangat mendesak untuk dinormalisasi. Namun untuk merealisasikan hal itu pihaknya masih terkendala masalah dana.
“Kami telah mengajukan permohonan dana ke provinsi untuk melakukan normaliasi sungai itu, namun belum ada tanggapan,” ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan berupaya melakukan normalisasi anak sungai secara bertahap menginggat anggaran yang dimiliki APBD Kabupaten OI sangat terbatas.
“Normalisasi anak sungai dari Desa Meranjat hingga Desa Sribandung mencapai 20 kilometer dilakukan bertahap. Kami tak mampu jika dikerjakan langsung karena keterbatasan anggaran,” tuturnya.
Selain normalisasi anak sungai, PU Pengairan OI juga akan membuat saluran irigasi pertanian di Kecamatan Pemulutan sepanjang 3 kilometer.
Pantauan dilapangan, hampir sekitar 10 kilometer Sungai Kelekar mengalami pendangkalan dan membuat kedalaman sungai tinggal 1,5 meter. Padahal sebelumnya, kedlaman sungai tersebut mencapai 5 meter.
Tidak hanya terjadi pendangkalan, lebar sungai yang semula 6 meter juga menyempit jadi 3 meter. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya endapan sampah.
ronisnya, kendati Sungai Kelekar dipenuhi sampah namun sejumlah warga tetap memanfaatkan sungai itu untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
“Mau bagaimana lagi. Sungai ini merupakan satu-satunya sumber air yang biasa digunakan warga untuk MCK,” ujarnya.
Dia meminta kepada pemerintah untuk dapat segera melakukan normalisasi Sungai Kelekar ini sehingga sungai tidak mengalami pendangkalan.
Sementara itu, Kepala PU Pengairan OI, H Siswanto Saleh mengakui sungai kelekar yang berada di sepanjang Indralaya hingga Meranjat sudah sangat mendesak untuk dinormalisasi. Namun untuk merealisasikan hal itu pihaknya masih terkendala masalah dana.
“Kami telah mengajukan permohonan dana ke provinsi untuk melakukan normaliasi sungai itu, namun belum ada tanggapan,” ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan berupaya melakukan normalisasi anak sungai secara bertahap menginggat anggaran yang dimiliki APBD Kabupaten OI sangat terbatas.
“Normalisasi anak sungai dari Desa Meranjat hingga Desa Sribandung mencapai 20 kilometer dilakukan bertahap. Kami tak mampu jika dikerjakan langsung karena keterbatasan anggaran,” tuturnya.
Selain normalisasi anak sungai, PU Pengairan OI juga akan membuat saluran irigasi pertanian di Kecamatan Pemulutan sepanjang 3 kilometer.
(ysw)