Ditemukan granat diduga milik teroris
Selasa, 11 September 2012 - 17:38 WIB
Ditemukan granat diduga milik teroris
A
A
A
Sindonews.com - Warga di lingkungan Bonto Cabu Kelurahan Maccinibaji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), menemukan granat aktif. Granat tersebut diduga akan digunakan untuk meledakkan beberapa tempat.
Penemuan granat aktif berbentuk nenas itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Ramli(29), pada sebuah saluran air. Granat ini terbungkus kardus handphone dan kain warna hijau. Ramli mengaku menemukan granat itu saat sedang membersihkan dan membakar rumput di selokan samping rumahnya.
Awalnya Ramli mengaku melihat bungkusan hitam di selokan yang hanya berjarak 15 meter dari garasi rumahnya. Saat mendekat dan membuka bungkusan hitam, Ramli kaget ternyata di dalamnya berisi sebuah granat dengan kabel listrik warna kuning.
"Saat itu saya langsung menelpon kakak ipar saya Sersan Mayor Amrullah, yang betugas di Kodim 1422 Maros bersama temannya Pak Harfin," kata Ramli menjelaskan kepada wartawan Selasa (11/9/2012).
Ramli mengaku, saat membuka bungkusan dus yang terikat karet, dia mendapati di dalamnya terdapat tulisan Alquran yang bertulisan Bismillahirrahmanirrahim sasaran bandara, kantor polisi lalu tulisan itu diakhir kata jihad.
Menurutnya, satu jam sebelum menemukan bungkusan itu, sebuah mobil minibus merek Avanza warna silver dengan nomor polisi berkode B.
"Mobil itu beberapa kali bolak-balik seperti mencari sesuatu karena jalannya pelan-pelan di depan rumah saya. Saya tak melihat pelat nomornya," kata Ramli.
Sementara itu, Sersan Mayor Amrullah, saat ditemui di lokasi penemuan granat mengaku proses evakuasi yang dia lakukan dengan cara manual menggunakan kayu untuk membuka balutan kain yang membungkus dus handphone merek Tocall.
"Melihat kancing pada granat itu belum terbuka, maka kami pastikan kondisinya sudah bisa diamankan", kata Amrullah.
Granat Nanas yang ditemukan itu, dibaliknya terdapat label bermerek Penda (Perindustrian Angkatan Darat) dengan kode GT-5P-2. Saat ini keberadaan granat itu telah diserahkan ke Kodam VII wira Buana.
Komandan Kodim 1422 CZI, Letkol Basuki Sabdono telah menyerahkan ke Kodam VII Wirabuana untuk kepentingan penyelidikan. "Granat tersebut sudah kami serahkan ke Markas Besar Kodam VII Wirabuana untuk dilakukan penyelidikan dan penanganan jenis granat itu," kata Basuki.
Empat jam sebelum penemuan granat itu, pihak kepolisian menggelar razia senjata tajam dan senjata api untuk mengantisipasi aksi teroris. Jarak dari penemuan granat dari lokasi razia sekitar 500 meter.
Wakil Kepala Kepolisian Resort Maros Kompol Ardiansyah, mengaku, tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh soal penemuan granat tersebut. "Barang buktinya belum diserahkan Kodam VII Wirabuana ke Polres Maros sehingga kami belum melakukan penyelidikan," kata Ardiansyah.
Dia mengaku, dengan penemuan granat tersebut, pihaknya tentu akan lebih meningkatkan razia terhadap kendaraan yang melintas di Maros. "Senin lalu dari pukul 17.00 kami terus melakukan razia hingga pukul pukul 24.00 WITA," kata Ardiansyah.
Penemuan granat aktif berbentuk nenas itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Ramli(29), pada sebuah saluran air. Granat ini terbungkus kardus handphone dan kain warna hijau. Ramli mengaku menemukan granat itu saat sedang membersihkan dan membakar rumput di selokan samping rumahnya.
Awalnya Ramli mengaku melihat bungkusan hitam di selokan yang hanya berjarak 15 meter dari garasi rumahnya. Saat mendekat dan membuka bungkusan hitam, Ramli kaget ternyata di dalamnya berisi sebuah granat dengan kabel listrik warna kuning.
"Saat itu saya langsung menelpon kakak ipar saya Sersan Mayor Amrullah, yang betugas di Kodim 1422 Maros bersama temannya Pak Harfin," kata Ramli menjelaskan kepada wartawan Selasa (11/9/2012).
Ramli mengaku, saat membuka bungkusan dus yang terikat karet, dia mendapati di dalamnya terdapat tulisan Alquran yang bertulisan Bismillahirrahmanirrahim sasaran bandara, kantor polisi lalu tulisan itu diakhir kata jihad.
Menurutnya, satu jam sebelum menemukan bungkusan itu, sebuah mobil minibus merek Avanza warna silver dengan nomor polisi berkode B.
"Mobil itu beberapa kali bolak-balik seperti mencari sesuatu karena jalannya pelan-pelan di depan rumah saya. Saya tak melihat pelat nomornya," kata Ramli.
Sementara itu, Sersan Mayor Amrullah, saat ditemui di lokasi penemuan granat mengaku proses evakuasi yang dia lakukan dengan cara manual menggunakan kayu untuk membuka balutan kain yang membungkus dus handphone merek Tocall.
"Melihat kancing pada granat itu belum terbuka, maka kami pastikan kondisinya sudah bisa diamankan", kata Amrullah.
Granat Nanas yang ditemukan itu, dibaliknya terdapat label bermerek Penda (Perindustrian Angkatan Darat) dengan kode GT-5P-2. Saat ini keberadaan granat itu telah diserahkan ke Kodam VII wira Buana.
Komandan Kodim 1422 CZI, Letkol Basuki Sabdono telah menyerahkan ke Kodam VII Wirabuana untuk kepentingan penyelidikan. "Granat tersebut sudah kami serahkan ke Markas Besar Kodam VII Wirabuana untuk dilakukan penyelidikan dan penanganan jenis granat itu," kata Basuki.
Empat jam sebelum penemuan granat itu, pihak kepolisian menggelar razia senjata tajam dan senjata api untuk mengantisipasi aksi teroris. Jarak dari penemuan granat dari lokasi razia sekitar 500 meter.
Wakil Kepala Kepolisian Resort Maros Kompol Ardiansyah, mengaku, tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh soal penemuan granat tersebut. "Barang buktinya belum diserahkan Kodam VII Wirabuana ke Polres Maros sehingga kami belum melakukan penyelidikan," kata Ardiansyah.
Dia mengaku, dengan penemuan granat tersebut, pihaknya tentu akan lebih meningkatkan razia terhadap kendaraan yang melintas di Maros. "Senin lalu dari pukul 17.00 kami terus melakukan razia hingga pukul pukul 24.00 WITA," kata Ardiansyah.
(azh)