Lereng Gunung Merbabu terbakar
Selasa, 11 September 2012 - 17:15 WIB
Lereng Gunung Merbabu terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Hutan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) dan hutan warga Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) terbakar.
Hamparan sabana dan taman keras milik warga pun ludes terbakar. Sejauh ini belum diketahui luas hutan warga dan BTNGM yang terbakar.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 12.30 WIB. Titik api terlihat sudah membesar di wilayah hutan warga yang berjarak sekitar 50 meter dari Dusun Thekelan.
Dalam sekejap api terus membesar dan menjalar ke hutan BTNGM. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke warga lain yang diteruskan ke Masyarakat Peduli Api (MPA) Pandu Desa Batur dan BTNGM.
Mendapat laporan tersebut, petugas BTNGM bersama anggota MPA Pandu, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dibantu warga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api dengan cara tradisional dan alat seadanya, seperti gepyok dan cangkul agar kobaran api tidak merembet ke pemukiman warga.
Koordinator MPA Pandu Agus Surolawe menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan menghitung luas lahan yang terbakar. Pihaknya masih konsentrasi melakukan pemadaman dan melokalisir titik api supaya tidak menjalar ke pemukiman warga.
"Meski lokasi kebakaran dekat dengan pemukiman warga, namun tidak membuat panik warga dan mengganggu aktivitas masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Merbabu. Mereka tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa diselimuti perasaan was-was," ungkap Agus menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).
Ketua Seksi 1 Kopeng BTNGM Marawayan membenarkan jika sebagian hutan BTNGM terbakar. Namun pihaknya juga belum mengetahui penyebab kebakaran dan luas lahan yang terbakar.
"Saya belum mendapat laporan dari petugas di lapangan terkait penyebab dan luas lahan yang terbakar. Saat ini, petugas BTNGM masih melakukan pemadaman," ujarnya.
Hamparan sabana dan taman keras milik warga pun ludes terbakar. Sejauh ini belum diketahui luas hutan warga dan BTNGM yang terbakar.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 12.30 WIB. Titik api terlihat sudah membesar di wilayah hutan warga yang berjarak sekitar 50 meter dari Dusun Thekelan.
Dalam sekejap api terus membesar dan menjalar ke hutan BTNGM. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke warga lain yang diteruskan ke Masyarakat Peduli Api (MPA) Pandu Desa Batur dan BTNGM.
Mendapat laporan tersebut, petugas BTNGM bersama anggota MPA Pandu, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dibantu warga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api dengan cara tradisional dan alat seadanya, seperti gepyok dan cangkul agar kobaran api tidak merembet ke pemukiman warga.
Koordinator MPA Pandu Agus Surolawe menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan menghitung luas lahan yang terbakar. Pihaknya masih konsentrasi melakukan pemadaman dan melokalisir titik api supaya tidak menjalar ke pemukiman warga.
"Meski lokasi kebakaran dekat dengan pemukiman warga, namun tidak membuat panik warga dan mengganggu aktivitas masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Merbabu. Mereka tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa diselimuti perasaan was-was," ungkap Agus menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).
Ketua Seksi 1 Kopeng BTNGM Marawayan membenarkan jika sebagian hutan BTNGM terbakar. Namun pihaknya juga belum mengetahui penyebab kebakaran dan luas lahan yang terbakar.
"Saya belum mendapat laporan dari petugas di lapangan terkait penyebab dan luas lahan yang terbakar. Saat ini, petugas BTNGM masih melakukan pemadaman," ujarnya.
(azh)