Pemkab Polman diminta kembalikan kerugian negara

Selasa, 11 September 2012 - 16:05 WIB
Pemkab Polman diminta...
Pemkab Polman diminta kembalikan kerugian negara
A A A
Sindonews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) meminta kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Polman untuk segera mengembalikan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan adanya kerugian negara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan pada tahun anggaran 2009.

Anggota DPRD Polman Amiruddin mengatakan, sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK pada 2010 terhadap penggunaan anggaran 2009, terdapat kurang lebih Rp239,9 juta nilai temuan yang harus dikembalikan. Nilai itu merupakan temuan terhadap penggunaan anggaran bagi pegawai yang tak terserap secara keseluruhan.

Dikatakan Amiruddin, temuan BPK tersebut harus segera dikembalikan karena tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ia pun tidak mengetahui pasti anggaran itu melekat dimana, namun dalam nomenklatur LHP BPK yang diserahkan ke DPRD jelas ada temuan BPK yang meminta hal tersebut.

“Ini bunyi nomenklaturnya: meminta para Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk memulihkan kerugian Negara sebesar Rp 239.905.000 dalam tahun 2009,” ungkap Amiruddin menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Polman juga telah mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Burhanuddin, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, terkait dengan temuan tersebut, Burhanuddin mengaku selama ini, LHP BPK tidak ada masalah di BKDD.

Sehingga, terhadap temuan yang disampaikan tersebut akan dilakukan kroscek anggaran tersebut terserap dimana. “Kalau di BKDD, selama ini tidak ada masalah. Tapi nanti kami juga akan kroscek kembali,” jelas Burhanuddin.

Secara terpisah, Wakil Bupati Polman Nadjamuddin Ibrahim, ketika dikonfirmasi soal itu, mengaku selama ini Pemkab selalu menindaklanjuti apa yang menjadi temuan BPK. Baik itu sifatnya dalam bentuk teguran, perbaikan maupun pengembalian.

“Kalau teguran tidak ada masalah. Kita bisa langsung berikan tindakan. Tapi kalau perbaikan atau pengembalian, itu memang sedikit memakan waktu,”ujar Nadjamuddin.

Menurut dia, soal adanya temuan BPK yang meminta kepada Pemkab dalam hal ini PNS untuk melakukan pengembalian anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu pasti akan sedikit memakan waktu. Sebab, mereka yang harus melakukan pengembalian mungkin saja akan melakukan secara bertahap. Apalagi, dalam temuan itu ditujukan kepada pegawai di lingkup Pemkab Polman.
(azh)
Berita Terkait
Anggaran Pengadaan Seragam...
Anggaran Pengadaan Seragam Baru DPRD Kota Tangerang Rp675 Juta
30% Belanja Pegawai,...
30% Belanja Pegawai, Mungkinkah?
Dana Pemda Rp86,85 Triliun...
Dana Pemda Rp86,85 Triliun Mengendap di Bank, Terendah dalam 4 Tahun Terakhir
Penyerapan Anggaran...
Penyerapan Anggaran Daerah di Masa Pandemi Belum Sesuai Harapan
Masalah Klasik Dibalik...
Masalah Klasik Dibalik Rendahnya Serapan Anggaran Daerah
Kemendagri Sebut Penerapan...
Kemendagri Sebut Penerapan SIPD Menghemat Anggaran Daerah
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved