Kekeringan, warga kerahkan anak-anak cari air
Selasa, 11 September 2012 - 09:00 WIB
Kekeringan, warga kerahkan anak-anak cari air
A
A
A
Sindonews.com - Musim kemarau kali ini cukup berat dirasakan warga Dusun Sendang Gogor, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Untuk mendapatkan air, mereka harus berjalan sejauh dua kilometer menuruni lembah. Jauhnya sumber air membuat warga mengerahkan anak-anaknya untuk ikut membantu mereka.
Anak-anak di Desa Ngepung harus mengorbankan waktu bermainnya dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer di tengah hutan dan menuruni lembah untuk mencari air setiap hari. Dengan membawa timba dan jirigen, anak-anak-anak ini berjalan kaki menyusuri hutan dan menuruni lembah sejauh dua kilometer dari rumahnya.
Sebab memang hanya di dasar lembah inilah mereka dan sebagian warga Desa Ngepung selama ini mengandalkan air untuk keperluannya.
Beratnya perjuangan mendapat air tak hanya dilakukan sekali, namun dalam sehari mereka harus bolak-balik antara dua hingga tiga kali.
Biasanya, pekerjaan mencari air mereka lakukan pagi hari sambil mandi sebelum berangkat sekolah, lalu siang hari sepulang dari sekolah dan sore.
Air yang di dapat selanjutnya di pikul sendiri oleh anak-anak ini. Mereka juga tidak bisa langsung menggunakan air tersebut untuk dimasa. Karena ir yang didapat sedikit keruh sehinggaa perlu diendapkan beberapa lama.
Bagi anak-anak Dusun Sendang Gogor, perjuangan mendapat air untuk bertahan hidup di Desa mereka tinggal ini memang berat, namun karena banyak teman mereka mengaku senang. "Senang saja soalnya banyak teman-teman yang juga mencari air, kata Mohammad Ibnu anak Dusun Sendang Gogor, Selasa (11/9/2012).
Meski senang, anak-anak di Dusun Sendang Gogor ini tetap berharap pemerintah segera mengatasi kesulitan air bersih yang setiap kemarau mereka alami. Mereka ingin, ada pasokan air bersih untuk mengatasi kemarau kali ini.
Anak-anak di Desa Ngepung harus mengorbankan waktu bermainnya dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer di tengah hutan dan menuruni lembah untuk mencari air setiap hari. Dengan membawa timba dan jirigen, anak-anak-anak ini berjalan kaki menyusuri hutan dan menuruni lembah sejauh dua kilometer dari rumahnya.
Sebab memang hanya di dasar lembah inilah mereka dan sebagian warga Desa Ngepung selama ini mengandalkan air untuk keperluannya.
Beratnya perjuangan mendapat air tak hanya dilakukan sekali, namun dalam sehari mereka harus bolak-balik antara dua hingga tiga kali.
Biasanya, pekerjaan mencari air mereka lakukan pagi hari sambil mandi sebelum berangkat sekolah, lalu siang hari sepulang dari sekolah dan sore.
Air yang di dapat selanjutnya di pikul sendiri oleh anak-anak ini. Mereka juga tidak bisa langsung menggunakan air tersebut untuk dimasa. Karena ir yang didapat sedikit keruh sehinggaa perlu diendapkan beberapa lama.
Bagi anak-anak Dusun Sendang Gogor, perjuangan mendapat air untuk bertahan hidup di Desa mereka tinggal ini memang berat, namun karena banyak teman mereka mengaku senang. "Senang saja soalnya banyak teman-teman yang juga mencari air, kata Mohammad Ibnu anak Dusun Sendang Gogor, Selasa (11/9/2012).
Meski senang, anak-anak di Dusun Sendang Gogor ini tetap berharap pemerintah segera mengatasi kesulitan air bersih yang setiap kemarau mereka alami. Mereka ingin, ada pasokan air bersih untuk mengatasi kemarau kali ini.
(ysw)