Lulusan PT banyak jadi beban negara

Selasa, 11 September 2012 - 07:55 WIB
Lulusan PT banyak jadi...
Lulusan PT banyak jadi beban negara
A A A
Sindonews.com - Lulusan sebuah perguruan tinggi (PT) seharusnya menjadi solusi atas berbagai kemelut bangsa yang dihadapi saat ini. Karena itu, selain keilmuan, jebolan universitas seharusnya dibekali juga keahlian dan keterampilan agar kehadiran mereka tidak menambah daftar panjang jumlah pengangguran di negeri ini.

Menurut Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, yang terjadi justru sebaliknya. Saat ini banyak lulusan PT bukannya menjadi aset bangsa, melainkan menjadi beban bagi negara baik dalam kapasitas maupun moralitasnya. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka justru terjerumus pada sikap hedonisme.

"Lulusan universitas bukan berarti aset, melainkan menjadi beban negara karena belum tentu lulusan universitas bermanfaat bagi negara. Faktanya, banyak yang menganggur dan tidak bisa memanfaatkan ilmu yang diperolehnya dari universitas," kata Guru Besar Bidang Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Senin (10/9/2012).

Dalam orasi, Mahfud menjelaskan bahwa semua lulusan PT seharusnya mengambil peran penting di masyarakat serta menjadi lokomotif pendidikan untuk mencerdaskan dan memperbaiki moral bangsa. Karena itu, kata dia, PT dan lulusannya harus mampu menjawab permasalahan di tengah masyarakat.

Namun ironisnya, pendidikan di Indonesia saat ini hanya melahirkan sarjana, bukan melahirkan seorang cendekiawan yang mampu menyinkronkan antara otak dan hati dalam mengeluarkan gagasan demi kemajuan bangsa.

Rapat Senat Luar Biasa dalam rangka Dies Natalis ke- 56 Unhas dirangkaikan dengan wisuda lulusan Program Pascasarjana dan Program Profesi Periode I Tahun Akademik 2012/2013. Perayaan Dies Natalis ke-56 ini bertema mewujudkan sivitas akademika Unhas yang berkarakter manusiawi, arif, religius, tangguh, inovatif, dan mandiri (Maritim) menuju universitas kelas dunia.

Rektor Universitas Hasanuddin Idrus Paturusi mengatakan, tema besar dies natalis kali ini adalah implementasi pendidikan karakter bangsa sebagai prioritas untuk menghasilkan lulusan yang unggul agar mampu menjawab tantangan masa depan bangsa.

Dalam laporannya, dia menerangkan jumlah lulusan program pascasarjana tahun akademik 2012/2012 sebanyak 768 orang, yang terdiri atas 44 doktor, 461 magister, 67 dokter spesialis, dan 201 profesional dari akuntan, doktor, dokter gigi, dan apoteker.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
5 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
5 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
5 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
6 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved