Abraham: Tak ada tempat aman bagi koruptor

Selasa, 11 September 2012 - 02:02 WIB
Abraham: Tak ada tempat...
Abraham: Tak ada tempat aman bagi koruptor
A A A
Sindonews.com - Kerjasama South East Asia Parties Againts Corruption (SEA-PAC) atau Perkumpulan Lembaga Anti Korupsi Se-Asia Tenggara yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 10-12 September 2012 yang akan datang diharapakan dapat mempersempit ruang gerak koruptor untuk bersembunyi di negara-negara Asia Tenggara.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, penyelenggaraan SEA-PAC ini merupakan wadah untuk saling bertukar pengalaman dan solusi-solusi antar negara anggota dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) lintas negara.

Dalam pandangannya, kejahatan korupsi sangat memiliki modus operandi yang kian modern. KPK dan para peserta lainnya menyadari untuk memerang korupsi yang merupakan kejahatan transnasional yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. Untuk itu dibutuhkan cara yang modern untuk menangkap mereka.

"Kemana pun, dimana pun koruptor bersembunyi dan melakukan aksinya, maka di situ akan ada penegak hukum yang menangkapnya. Sehingga tidak ada tempat yang aman dimana dia lari. Tidak ada surga dimana pun dia berada," ujar Abraham di Hotel Sheraton, Yogyakarta, Senin (10/9/2012).

Dia memaparkan, beberapa kasus yang membutuhkan kerja sama internasional dalam penanganannya seperti buronnya terpidana korupsi Wisma Atlet M Nazaruddin, dan terpidana kasus suap cek pelawat Nunun Nurbaitie.

Menurut Abraham, kesepakatan yang tertuang dengan Mutual Legal Assistance (MLA) atau kerja sama bantuan hukum timbal balik antara negara untuk mengurangi gambaran nyata tentang praktek korupsi yang berjalan di dunia. "Kita ingin mendapatkana solusi dalam penerimaan dan pengiriman MLA dalam menghadapi kejahatan yang sifatnya transnasional," paparnya.

Dalam pandangannya, MLA antar negara SEA-PAC itu mencakup pertukaran data, pertukaran barang bukti, saksi, dan kemungkinan penganan korupsi transnasional. Untuk itu kata dia, sembilan negara Asia Tenggara itu berusaha untuk harus memastikan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi koruptor dan tidak ada surga bagi koruptor untuk bersembunyi.

Selain itu juga sebagai upaya untuk mengembalikan aset para koruptor yang berada di luar negeri. "Betul-betul menutup ruang bagi koruptor untuk berpindah dari satu negara ke negara lain. Indonesia sudah mendapat bantuan dari negara lain untuk mengejar buron. Sudah sangat dirasakan oleh KPK," terangnya.
(san)
Berita Terkait
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta
Kejari Karawang Bidik...
Kejari Karawang Bidik Pengadaan Perahu Dinas Perikanan
Laporkan Dugaan Kasus...
Laporkan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa, Nurhayati Malah Jadi Tersangka
Guru Ngaji dan Madrasah...
Guru Ngaji dan Madrasah di Sukabumi Gelar Doa dan Dukungan untuk Firli
5 Negara Paling Korup...
5 Negara Paling Korup di Dunia versi Transparency, Indonesia Urutan Berapa?
PJT I Terima Sertifikat...
PJT I Terima Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
1 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
2 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
15 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved