Perwira TNI AL bantah pukul petugas tiket
Senin, 10 September 2012 - 08:05 WIB
Perwira TNI AL bantah pukul petugas tiket
A
A
A
Sindonews.com – Penyidik Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) memeriksa Letkol SG perwira TNI AL yang diduga melakukan pemukulan terhadap petugas counter check-in salah satu maskapai penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akhir pekan lalu.
Dari hasil pemeriksaan yang terhadap Letkol SG diketahui pelaku hanya menggebrak meja counter check-inmaskapai penerbangan tersebut. ”Letkol SG tidak melakukan pemukulan terhadap petugas counter check-in,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL melalui Kasubdispenum Kolonel Laut (S) Julius Widjojono dalam rilisnya kepada SINDO kemarin.
Julius Widjojono menjelaskan, kejadian ini bermula saat SG hendak terbang menggunakan sebuah maskapai penerbangan dengan JT 748 tujuan Surabaya. Saat itu SG bersama ratusan penumpang lainnya telah berada di dalam pesawat.
Kekesalan SG dan penumpang lainnya mulai memuncak ketika mereka telah berada di dalam pesawat selama dua jam. Pihak maskapai penerbangan tersebut saat itu hanya menyatakan pesawat delay karena mengalami kerusakan tanpa ada penjelasan resmi dari pihak terkait kepastian keberangkatan pesawat.
Untuk mendapatkan kepastian keberangkatan pesawat, SG bersama 16 orang penumpang turun dari pesawat ke counter check-in maskapai penerbangan tersebut yang berada di Terminal 1A.
Saat itu ada tiga petugas counter check-in, namun tidak ada satu pun yang berkenan memberikan penjelasan saat ditanya SG beserta penumpang lain ini. Selang beberapa menit kemudian, SG bersama belasan penumpang ini kembali mendatangi counter check-in yang saat itu bertugas ialah Riki Pandani.
SG pun menanyakan penyebab tertundanya keberangkatan dan adakah jaminan keamanan bagi penumpang yang berada di dalam pesawat yang sedang menjalani perbaikan tersebut kepada Riki. Sayangnya,ketika dikonfirmasi oleh SG ini,Riki dianggap tidak memberikan pelayanan profesional, bahkan terkesan kurang bersahabat.
”Karena alasan inilah, SG menggebrak meja staf counter check-in. Bukan melakukan pemukulan terhadap Riki,” katanya. Meski hanya menggebrak meja, menurut Julius Widjojono, apa yang dilakukan Letkol SG tidak dapat dibenarkan. Karena itu,saat ini POMAL masih terus memeriksa SG dan akan diberikan sanksi sesuai bobot kesalahannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (3/9) lalu, Letkol SG dilaporkan ke Polres Bandara Soekarno- Hatta karena diduga memukul petugas counter check-in sebuah maskapai penerbangan bernama Riki Pandani, 20.
Menurut Kasub Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Agus Tri, penganiayaan ringan ini bermula saat oknum TNI tersebut hendak terbang menggunakan sebuah maskapai penerbangan dengan nomor JT 748 tujuan Surabaya. Sekitar pukul 08.20 WIB,SG yang bertugas di Surabaya ini kesal lantaran pesawat yang ditumpanginya mengalami keterlambatan terbang hingga dua jam.
Pihak maskapai penerbangan beralasan pesawat mengalami kerusakan hingga membuat jadwal keberangkatan pun terlambat. Karena pesawat delayinilah, SG mendatangi counter checkin. Di sanalah SG memarahi Riki Pandani yang kebetulan saat itu bertugas dan diduga melakukan pemukulan.
Dari hasil pemeriksaan yang terhadap Letkol SG diketahui pelaku hanya menggebrak meja counter check-inmaskapai penerbangan tersebut. ”Letkol SG tidak melakukan pemukulan terhadap petugas counter check-in,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL melalui Kasubdispenum Kolonel Laut (S) Julius Widjojono dalam rilisnya kepada SINDO kemarin.
Julius Widjojono menjelaskan, kejadian ini bermula saat SG hendak terbang menggunakan sebuah maskapai penerbangan dengan JT 748 tujuan Surabaya. Saat itu SG bersama ratusan penumpang lainnya telah berada di dalam pesawat.
Kekesalan SG dan penumpang lainnya mulai memuncak ketika mereka telah berada di dalam pesawat selama dua jam. Pihak maskapai penerbangan tersebut saat itu hanya menyatakan pesawat delay karena mengalami kerusakan tanpa ada penjelasan resmi dari pihak terkait kepastian keberangkatan pesawat.
Untuk mendapatkan kepastian keberangkatan pesawat, SG bersama 16 orang penumpang turun dari pesawat ke counter check-in maskapai penerbangan tersebut yang berada di Terminal 1A.
Saat itu ada tiga petugas counter check-in, namun tidak ada satu pun yang berkenan memberikan penjelasan saat ditanya SG beserta penumpang lain ini. Selang beberapa menit kemudian, SG bersama belasan penumpang ini kembali mendatangi counter check-in yang saat itu bertugas ialah Riki Pandani.
SG pun menanyakan penyebab tertundanya keberangkatan dan adakah jaminan keamanan bagi penumpang yang berada di dalam pesawat yang sedang menjalani perbaikan tersebut kepada Riki. Sayangnya,ketika dikonfirmasi oleh SG ini,Riki dianggap tidak memberikan pelayanan profesional, bahkan terkesan kurang bersahabat.
”Karena alasan inilah, SG menggebrak meja staf counter check-in. Bukan melakukan pemukulan terhadap Riki,” katanya. Meski hanya menggebrak meja, menurut Julius Widjojono, apa yang dilakukan Letkol SG tidak dapat dibenarkan. Karena itu,saat ini POMAL masih terus memeriksa SG dan akan diberikan sanksi sesuai bobot kesalahannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (3/9) lalu, Letkol SG dilaporkan ke Polres Bandara Soekarno- Hatta karena diduga memukul petugas counter check-in sebuah maskapai penerbangan bernama Riki Pandani, 20.
Menurut Kasub Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Agus Tri, penganiayaan ringan ini bermula saat oknum TNI tersebut hendak terbang menggunakan sebuah maskapai penerbangan dengan nomor JT 748 tujuan Surabaya. Sekitar pukul 08.20 WIB,SG yang bertugas di Surabaya ini kesal lantaran pesawat yang ditumpanginya mengalami keterlambatan terbang hingga dua jam.
Pihak maskapai penerbangan beralasan pesawat mengalami kerusakan hingga membuat jadwal keberangkatan pun terlambat. Karena pesawat delayinilah, SG mendatangi counter checkin. Di sanalah SG memarahi Riki Pandani yang kebetulan saat itu bertugas dan diduga melakukan pemukulan.
(ysw)