Puluhan satwa uzur KBS di ujung maut
Minggu, 09 September 2012 - 19:32 WIB
Puluhan satwa uzur KBS di ujung maut
A
A
A
Sindonews.com - Kematian satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) memberikan duka mendalam bagi warga Surabaya. Setelah kematian Harimau Putih, puluhan satwa langka lain yang selama ini jadi koleksi KBS terancam mati.
Ancaman kematian itu disebabkan usia satwa yang sudah uzur serta kondisi kandang yang tak layak untuk dihuni para satwa-satwa itu. Satwa langka yang terancam mati seperti Bison, Beruang Grizzly dan Nilgai yang kini dalam kondisi kritis.
Penyakit kronis yang diderita satwa langka itu sulit untuk disembuhkan. Parahnya lagi, penangkaran satwa KBS yang kini memasuki usia 96 tahun itu sudah tak lagi mumpuni dan layak untuk merawat mereka.
Humas KBS Anthan Warsito menuturkan, saat ini memang banyak satwa KBS yang mendapatkan kewaspadaan. Beruang Grizzly dengan nama Beno sedang mengalami penyakit tumor kulit yang sudah di derita sejak tahun 2010. Kondisi penyakitnya semakin akut sehingga dia hanya berbaring di kandangnya.
Sedangkan untuk Bison kondisi kesehatannya juga terus menurun akibat usianya yang sudah uzur, mengingat saat usianya sudah sekitar 25-27 tahun.
"Kedua binatang langka ini sudah dikarantina di dalam sangkarnya, mereka tidak dapat beraktifitas seperti hewan-hewan yang lain yang ada di KBS,” ujar Anthan, Minggu (9/9/2012).
Sementara untuk Nilgai, satwa yang didatangkan dari India ini telah berumur 20 tahun. Bagi keeper KBS, seekor Nilgai ini telah memasuki masa tua dibanding empat ekor satwa sejenis lainnya.
"Untuk Nilgai kondisinya memang melemah karena umurnya sudah 20 tahun," katanya.
Namun, kondisi ini tak lebih baik dari kondisi Bison koleksi KBS. Satwa dengan populasi tunggal ini tak hanya telah berumur. Bison yang sudah mencapai umur 30 tahun, juga menderita katarak yang mengganggu pengelihatannya tiap hari.
"Usia Bison juga sudah uzur, satwa ini sudah dipelihara KBS sejak 1983," lanjutnya.
Dia melanjutkan, meskipun saat ini di KBS terdapat beberapa hewan yang sudah tak layak pajang, karena kondisi kesehatannya tak baik karena penyakit.
Namun, pihak KBS menegaskan, tidak akan melakukan tindakan euthanasia atau suntik mati. Pasalnya, hewan ini kemungkinan masih bisa bertahan dan hidup meskipun kondisi fisiknya cukup memprihatinkan.
Sementara itu, Ketua Harian Tim Pengelola Sementara KBS Toni Sumampau menuturkan, sampai saat ini memang ada sekitar 40 satwa tergolong usia uzur, pesakitan dan tidak bisa disembuhkan.
"Beberapa jenis satwa banyak yang telah memasuki umur tua karena tidak mengalami proses regenerasi," jelas Toni.
Toni memaparkan, jenis satwa Rusa Bawean, Rusa Simorensis, Celeng Goteng, dan Pelikan tidak bisa diregenerasi. Hal ini sebab kandang satwa-satwa tersebut terlalu penuh.
"Kondisi kandang bisa dikatakan sempit dan kumuh. Maka tak heran bila beberapa satwa mengidap penyakit TBC dan radang paru-paru," tegasnya.
Sementara untuk Banteng mengalami inbreed. Beruang juga mengalami kanker kulit, dan kandang Harimau yang syarat keterbatasan. Beberapa kandang satwa juga terlihat kekurangan pasokan air minum.
Pihak KBS mengaku berencana melakukan perbaikan kandang-kandang satwa. Tahap awal, Toni mengaku hanya mampu memerbaiki kandang komodo dan rusa. Untung kandang satwa karnivora, dianggap membutuhkan biaya besar.
"Setidaknya di dalam kandang terdapat tempat bersih dan kering. Juga harus ada tempat olahraga," pungkasnya.
Ancaman kematian itu disebabkan usia satwa yang sudah uzur serta kondisi kandang yang tak layak untuk dihuni para satwa-satwa itu. Satwa langka yang terancam mati seperti Bison, Beruang Grizzly dan Nilgai yang kini dalam kondisi kritis.
Penyakit kronis yang diderita satwa langka itu sulit untuk disembuhkan. Parahnya lagi, penangkaran satwa KBS yang kini memasuki usia 96 tahun itu sudah tak lagi mumpuni dan layak untuk merawat mereka.
Humas KBS Anthan Warsito menuturkan, saat ini memang banyak satwa KBS yang mendapatkan kewaspadaan. Beruang Grizzly dengan nama Beno sedang mengalami penyakit tumor kulit yang sudah di derita sejak tahun 2010. Kondisi penyakitnya semakin akut sehingga dia hanya berbaring di kandangnya.
Sedangkan untuk Bison kondisi kesehatannya juga terus menurun akibat usianya yang sudah uzur, mengingat saat usianya sudah sekitar 25-27 tahun.
"Kedua binatang langka ini sudah dikarantina di dalam sangkarnya, mereka tidak dapat beraktifitas seperti hewan-hewan yang lain yang ada di KBS,” ujar Anthan, Minggu (9/9/2012).
Sementara untuk Nilgai, satwa yang didatangkan dari India ini telah berumur 20 tahun. Bagi keeper KBS, seekor Nilgai ini telah memasuki masa tua dibanding empat ekor satwa sejenis lainnya.
"Untuk Nilgai kondisinya memang melemah karena umurnya sudah 20 tahun," katanya.
Namun, kondisi ini tak lebih baik dari kondisi Bison koleksi KBS. Satwa dengan populasi tunggal ini tak hanya telah berumur. Bison yang sudah mencapai umur 30 tahun, juga menderita katarak yang mengganggu pengelihatannya tiap hari.
"Usia Bison juga sudah uzur, satwa ini sudah dipelihara KBS sejak 1983," lanjutnya.
Dia melanjutkan, meskipun saat ini di KBS terdapat beberapa hewan yang sudah tak layak pajang, karena kondisi kesehatannya tak baik karena penyakit.
Namun, pihak KBS menegaskan, tidak akan melakukan tindakan euthanasia atau suntik mati. Pasalnya, hewan ini kemungkinan masih bisa bertahan dan hidup meskipun kondisi fisiknya cukup memprihatinkan.
Sementara itu, Ketua Harian Tim Pengelola Sementara KBS Toni Sumampau menuturkan, sampai saat ini memang ada sekitar 40 satwa tergolong usia uzur, pesakitan dan tidak bisa disembuhkan.
"Beberapa jenis satwa banyak yang telah memasuki umur tua karena tidak mengalami proses regenerasi," jelas Toni.
Toni memaparkan, jenis satwa Rusa Bawean, Rusa Simorensis, Celeng Goteng, dan Pelikan tidak bisa diregenerasi. Hal ini sebab kandang satwa-satwa tersebut terlalu penuh.
"Kondisi kandang bisa dikatakan sempit dan kumuh. Maka tak heran bila beberapa satwa mengidap penyakit TBC dan radang paru-paru," tegasnya.
Sementara untuk Banteng mengalami inbreed. Beruang juga mengalami kanker kulit, dan kandang Harimau yang syarat keterbatasan. Beberapa kandang satwa juga terlihat kekurangan pasokan air minum.
Pihak KBS mengaku berencana melakukan perbaikan kandang-kandang satwa. Tahap awal, Toni mengaku hanya mampu memerbaiki kandang komodo dan rusa. Untung kandang satwa karnivora, dianggap membutuhkan biaya besar.
"Setidaknya di dalam kandang terdapat tempat bersih dan kering. Juga harus ada tempat olahraga," pungkasnya.
(mhd)