Dituduh curi sawit, warga dipukuli anggota TNI

Sabtu, 08 September 2012 - 22:10 WIB
Dituduh curi sawit,...
Dituduh curi sawit, warga dipukuli anggota TNI
A A A
Sindonews.com - Kekerasan oleh aparat kepada warga sipil kembali terjadi. Sejumlah oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpakaian loreng diduga telah menganiaya Warga Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang hendak pergi mandi di areal perkebunan kepala sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Betung.

Korban yang diketahui bernama Redi Bin Faharul (26), warga Dusun Talang Ucin Desa Tanjung Agung Selatan, Kecamatan Lais, mengalami luka memar di wajah dan badan hingga bibirnya pecah. Korban dituduh akan melakukan pencurian sawit sehingga dianiaya beramai-ramai oleh oknum TNI tersebut.

Mengetahui salah seorang warganya dianiaya oknum TNI, puluhan warga pun berkumpul dan mendatangi camp pengamanan PTPN VII untuk meminta penjelasan. Aksi massa tersebut nyaris menyulut baku hantam dengan oknum TNI di kamp tersebut.

Namun aksi warga dapat dinetralisir oleh seorang anggota TNI dan meminta maaf atas kejadian tersebut karena terjadi kesalahpahaman. Merasa tidak puas, Redi ditemani warga lainnya melaporkan kasus tersebut ke Denpom II/4 Sub Denpom II/4 UP3M Sekayu.

Menurut Redi saat melaporkan kejadian tersebut yakni bermula saat dia hendak pergi ke tempat pemandian yang ada di dalam kompleks kebun yang berada lebih kurang 100 meter dari desa. Saat menuju lokasi kebun itu Redi berjalan kaki sambil menelepon.

Saat menelepon tersebut, tiba-tiba dari arah berlawanan, dua unit kendaraan jenis Mitsubishi Strada merah dengan nomor polisi BG 9782 A dan Taft bernomor polisi BG 854 GA. Dan tiba-tiba mobil tersebut berhenti dan turunlah beberapa orang berpakaian loreng mendekati korban dan tanpa banyak tanya langsung merampas telepon genggam yang dipakai korban.

Lalu, empat orang lainnya yang berpakaian loreng, memegang tangan kiri dan kanan korban. Dua orang memegang tangan kanan dan dua orang memegang tangan kiri.

Seorang oknum anggota TNI berpakaian dinas lengkap dengan senjata laras panjang di punggung, langsung memukul wajah korban.

"Ada enam kali saya dipukul. Aku tidak bisa melawan karena tangan aku dipegang. Apalagi, saat itu ada sekitar empat belas orang yang pakai baju tentara lengkap, ada yang pegang senjata. Cuma satu orang yang tidak pakai pakaian dinas," jelas Redi berkaca-kaca di POM TNI Sekayu, Sabtu (8/9/2012).

Usai dipukul, Redi mengaku langsung tersungkur ke tanah dan sempoyongan. Dirinya tidak mengetahui mengapa sampai dipukul oknum anggota TNI tersebut. Namun usai dipukul dia baru ditanya kalau dia menelpon siapa.

“Aku ngomong keluarga aku, aku bilang cak itu. Tapi mereka tidak percaya dan malah saya dicurigai telepon teman untuk maling sawit," jelasnya.

Redi menuturkan, usai dipukul, dia pulang dan melapor ke keluarga dan warga. Kemudian, ratusan orang berkumpul dan mendatangi kamp pengamanan. Ternyata, saat sampai di sana, Redi mengungkapkan sudah banyak anggota pengamanan yang berkumpul di tempat tersebut.

Kedatangan warga ingin meminta kejelasan pada pihak pengamanan perusahaan, mengapa dirinya tiba-tiba dipukul. Sesampainya di sana, dia bertemu dengan seorang dari lima belas oknum anggota TNI yang menghadangnya di jalan.

Oknum TNI ini meminta maaf karena telah terjadi kesalahpahaman. Tidak sampai di situ, warga yang mulai sedikit terpancing emosi sedikit marah namun tidak sampai melakukan tindakan anarkis. Kemudian, Redi melaporkan kasus tersebut ke Denpom II/4 Sub Denpom II/4 UP3M Sekayu.

Redi menambahkan dia masuk areal PTPN hanya untuk mandi ke dalam wilayah kebun sejauh dua kilometer dari dusunnya. Dia menuturkan, di tempat tersebut, dalam areal kebun, warga sudah sering mandi di sana karena musim kemarau. Sedangkan di dalam areal kebun, ada pipa air yang digunakan warga untuk keperluan mandi.

“Aku cuma ingin mandi seperti warga lain bukan untuk mencuri sawit,” paparnya.

Menyikapi itu, Danpom II/4 Sub Denpom II/4 UP3M Sekayu, Lettu CPM Marjono, menuturkan, pihaknya sudah menerima laporan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum TNI.

"Kita sudah turunkan tim ke lokasi kejadian. Apakah benar oknum anggota TNI atau bukan, masih kita selidiki di lokasi. Namun, kalau memang benar anggota TNI, akan kita proses, kalau bukan anggota, akan diserahkan ke Polres," jelasnya.

Sementara itu, Humas PTPN VII Betung, Feri saat dihubungi belum mengetahui masalah pemukulan tersebut. “Nah saya belum tahu, baru pindahan rumah, di tempat yang lama air susah karena musim kemarau. Jadi belum tahu apa-apa,” paparnya.
(azh)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
16 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
1 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
1 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
5 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved