Kemarau, warga bergantung pada sumur keramat

Sabtu, 08 September 2012 - 03:05 WIB
Kemarau, warga bergantung...
Kemarau, warga bergantung pada sumur keramat
A A A
Sindonews.com - Tidak adanya bantuan air bersih dari pemerintah membuat warga Kampung Pungkruk Desa Jragung Kecamatan Karangawen, Demak, Jawa Tengah harus bergantung pada sumur keramat yang letaknya jauh di balik bukit.

Perjuangan warga Kampung Pungkruk untuk mendapatkan air minum memang cukup berat. Mereka harus naik turun bukit demi mendapatkan satu atau dua ember air dari sebuah sumur yang terkenal angker.

Tidak hanya orang dewasa, sejumlah anak kecil juga turut menyusuri jalan setapak hingga lebih dari dua kilometer untuk mandi maupun mengambil air.

Bahkan seorang warga harus menggendong wadah air sambil memanggul cucunya. Dengan maksud cucu yang masih balita tersebut dimandikan di sendang sehingga tidak perlu mengulang lagi mandi di rumahnya.

Sudah sulit, warga juga harus benar-benar berhemat menggunakan air. Sebab, sumber air sumur tersebut kini juga semakin menipis. Sumur atau sendang yang berukuran sekitar dua kali satu meter itu, harus mencukupi seluruh warga Kampung Pungkruk.

Belum lagi, bila ada sebagian warga luar daerah yang turut mengambil air untuk dijadikan obat maupun dipergunakan mandi agar sembuh dari penyakitnya.

Seorang perangkat Desa Jragung Asrotun mengatakan, kesulitan warga Pungkruk untuk mendapatkan air bersih selalu terjadi setiap musim kemarau. "Sudah berpuluh-puluh tahun kampung pungkruk belum pernah mendapatkan droping air bersih dari pemerintah," katanya, Jumat (7/9/2012).

Sebab, letak kampung yang berada di perbukitan terjal dan tidak adanya jembatan penghubung ke kampung lain membuat desa ini tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Asrotun mengakui kalau kemarau panjang yang terjadi kali ini sangat berat dirasakan warga. Sebab, Sungai Jragung yang biasanya jadi andalan warga mulai mengering. Bahkan sungai tersebut kini dapat dilintasi oleh sepeda motor karena sudah benar-benar tidak ada airnya.

Ia berharap, ada bantuan dari pemerintah sebelum sumber air satu-satunya mengering. "Saya berharap pemerintah mengerti kesulitan warga disini dan secepatnya mengirim air bersih," harapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
7 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
9 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved