Terdampak Lumpur, SDN Ketapang direlokasi
Sabtu, 08 September 2012 - 05:06 WIB
Terdampak Lumpur, SDN Ketapang direlokasi
A
A
A
Sindonews.com - Gedung SDN Ketapang, Desa Ketapang yang terdampak lumpur dalam waktu dekat akan direlokasi. Pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan lahan di Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin yang cukup jauh dari lokasi lumpur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Ahmad Zaini, mengatakan untuk relokasi gedung SDN Ketapang itu pihaknya mendapat bantuan dana dari BPBN sebesar Rp 1,8 miliar. "Tendernya sudah dilaksanakan dan dalam waktu dekat sudah bisa dikerjakan," ujarnya.
Dana sebesar itu, lanjut Zaini akan digunakan untuk membangun sebanyak 12 ruang kelas. Sehingga, nantinya bisa ditempati oleh semua siswa yang saat ini masih menempati gedung yang kondisinya tidak layak.
Selain dana dari BPBN, pembangunan gedung SDN Ketapang itu juga akan didanai dari APBD Sidoarjo. "Kami berharap tahun 2013 sudah bisa menerima siswa baru," tandas Zaini yang mengaku pembangunan gedung SDN Ketapang ditarget selesai 2013 nanti.
Anggota Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Siti Astutik mengatakan sudah seharusnya sekolah yang terdampak lumpur direlokasi. Seperti SDN Ketapang, selain bangunannya rusak akibat penurunan tanah juga terdapat semburan gas (bubble) yang sewaktu-waktu bisa menyembur lagi.
"Jika SDN Ketapang direlokasi ke Desa Kalisampurno cukup jauh dari semburan lumpur," tegasnya.
Sekedar diketahui, SDN Ketapang merupakan merger dari SDN Ketapang 1 dan 2 yang sejak terjadinya lumpur kekurangan siswa. Namun, SDN Ketapang juga terimbas lumpur, karena dindingnya retak-retak dan muncul semburan gas di areal sekolah.
Saat ini kawasan Desa Ketapang sudah masuk kawasan yang akan diberi ganti rugi oleh pemerintah pusat yang tergabung dalam 63 RT. "Sudah seharusnya SDN Ketapang direlokasi. Lokasinya sudah tidak layak kasihan anak-anak," ujar Agus Sunarto, warga Ketapang.
Pengajuan relokasi SDN Ketapang sebenarnya sudah sejak dua tahun lalu. Namun, baru tahun ini disetujui oleh pemerintah pusat melalui BPBN yang kemudian mengucurkan dana untuk relokasi gedung sekolah. Pemkab Sidoarjo menambah anggaran untuk fasilitas lain yang dibutuhkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Ahmad Zaini, mengatakan untuk relokasi gedung SDN Ketapang itu pihaknya mendapat bantuan dana dari BPBN sebesar Rp 1,8 miliar. "Tendernya sudah dilaksanakan dan dalam waktu dekat sudah bisa dikerjakan," ujarnya.
Dana sebesar itu, lanjut Zaini akan digunakan untuk membangun sebanyak 12 ruang kelas. Sehingga, nantinya bisa ditempati oleh semua siswa yang saat ini masih menempati gedung yang kondisinya tidak layak.
Selain dana dari BPBN, pembangunan gedung SDN Ketapang itu juga akan didanai dari APBD Sidoarjo. "Kami berharap tahun 2013 sudah bisa menerima siswa baru," tandas Zaini yang mengaku pembangunan gedung SDN Ketapang ditarget selesai 2013 nanti.
Anggota Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Siti Astutik mengatakan sudah seharusnya sekolah yang terdampak lumpur direlokasi. Seperti SDN Ketapang, selain bangunannya rusak akibat penurunan tanah juga terdapat semburan gas (bubble) yang sewaktu-waktu bisa menyembur lagi.
"Jika SDN Ketapang direlokasi ke Desa Kalisampurno cukup jauh dari semburan lumpur," tegasnya.
Sekedar diketahui, SDN Ketapang merupakan merger dari SDN Ketapang 1 dan 2 yang sejak terjadinya lumpur kekurangan siswa. Namun, SDN Ketapang juga terimbas lumpur, karena dindingnya retak-retak dan muncul semburan gas di areal sekolah.
Saat ini kawasan Desa Ketapang sudah masuk kawasan yang akan diberi ganti rugi oleh pemerintah pusat yang tergabung dalam 63 RT. "Sudah seharusnya SDN Ketapang direlokasi. Lokasinya sudah tidak layak kasihan anak-anak," ujar Agus Sunarto, warga Ketapang.
Pengajuan relokasi SDN Ketapang sebenarnya sudah sejak dua tahun lalu. Namun, baru tahun ini disetujui oleh pemerintah pusat melalui BPBN yang kemudian mengucurkan dana untuk relokasi gedung sekolah. Pemkab Sidoarjo menambah anggaran untuk fasilitas lain yang dibutuhkan.
(ysw)