Kader anti narkoba Ciamis dibentuk
Sabtu, 08 September 2012 - 04:07 WIB
Kader anti narkoba Ciamis dibentuk
A
A
A
Sindonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis membentuk Kader Anti Narkoba di kalangan mahasiswa tingkat Kabupaten Ciamis. Pembentukan itu, dilakukan karena kalangan mahasiswa kerap menjadi sasaran peredaran narkoba.
Kepala BNN Kabupaten Ciamis Engkan Iskandar menyebutkan, berdasarkan data yang dimilikinya kalang mahasiswa merupakan salah satu sasaran empuk pengedar, karena mereka mudah sekali terpengaruh.
Untuk mencegah hal tersebut, lanjut Engkan, pihaknya berinisiatif untuk membentuk kader anti narkoba di sejumlah kampus di wilayah kabupaten Ciamis. Salah satunya dilakukan di Universitas Galuh Ciamis.
“Dengan dibentuk kader di tingkatan mahasiswa, maka akan tertutup peluang pengedar ke segmen ini. Sebab mahasiswa adalah salah satu pintu masuknya pengedar narkoba yang dinilai sangat mudah,” terang Engkan Jumat (7/9/2012).
Faktor itu memang alamiah, menurut Engkan, mudahnya kalang muda yang terkontaminasi atau tepengaruh oleh narkoba harus diperangi. Mahasiswa dengan daya pikir yang tinggi mereka juga memiliki daya tangkal terhadap segala ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang berpeluang masuk ke kampus.
Pembantu Rektor III Univesitas Galuh Ciamis Dedi Herdiansah menyambut baik pembetukan kader anti narkoba di kampusnya. Sebab, dengan begitu pihaknya bisa menciptakan kampus yang bebas dari narkoba.
“Saya harap para kader bisa memberantas narkoba bukan hanya di dalam kampus saja namun di lingkungan masyarakat masing-masing,” terangnya.
Dedi menambahkan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pencegahan dan pemberantasan di lingkungan kampus harus adanya regenerasi kader di setiap tahun.
“Saya meminta para kader harus bisa menularkan anti narkoba kepada mahasiswa lain juga terhadap masyarakat kampus. Jangan putus pada satu generasi tapi harus berkelanjutan,” pungkas Dedi.
Kepala BNN Kabupaten Ciamis Engkan Iskandar menyebutkan, berdasarkan data yang dimilikinya kalang mahasiswa merupakan salah satu sasaran empuk pengedar, karena mereka mudah sekali terpengaruh.
Untuk mencegah hal tersebut, lanjut Engkan, pihaknya berinisiatif untuk membentuk kader anti narkoba di sejumlah kampus di wilayah kabupaten Ciamis. Salah satunya dilakukan di Universitas Galuh Ciamis.
“Dengan dibentuk kader di tingkatan mahasiswa, maka akan tertutup peluang pengedar ke segmen ini. Sebab mahasiswa adalah salah satu pintu masuknya pengedar narkoba yang dinilai sangat mudah,” terang Engkan Jumat (7/9/2012).
Faktor itu memang alamiah, menurut Engkan, mudahnya kalang muda yang terkontaminasi atau tepengaruh oleh narkoba harus diperangi. Mahasiswa dengan daya pikir yang tinggi mereka juga memiliki daya tangkal terhadap segala ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang berpeluang masuk ke kampus.
Pembantu Rektor III Univesitas Galuh Ciamis Dedi Herdiansah menyambut baik pembetukan kader anti narkoba di kampusnya. Sebab, dengan begitu pihaknya bisa menciptakan kampus yang bebas dari narkoba.
“Saya harap para kader bisa memberantas narkoba bukan hanya di dalam kampus saja namun di lingkungan masyarakat masing-masing,” terangnya.
Dedi menambahkan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pencegahan dan pemberantasan di lingkungan kampus harus adanya regenerasi kader di setiap tahun.
“Saya meminta para kader harus bisa menularkan anti narkoba kepada mahasiswa lain juga terhadap masyarakat kampus. Jangan putus pada satu generasi tapi harus berkelanjutan,” pungkas Dedi.
(ysw)