Tim Foke-Nara tak mau ngotot
Kamis, 06 September 2012 - 23:56 WIB
Tim Foke-Nara tak mau ngotot
A
A
A
Sindonews.com – Anggota Tim Kampanye Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli (Foke-Nara) mengaku santai saja menghadapi putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, 20 September 2012 mendatang. Bahkan berbagai dukungan yang ada terjadi mengalir saja tanpa komando yang mengharuskan.
Anggota Tim Foke-Nara, Nova Rianti Yusuf (Noriyu) mengatakan, Partai Demokrat dan partai-partai pendukung lainnya bersikap apa adanya dalam usahanya memenangkan Pilgub DKI putaran kedua.
“Bahkan Partai Demokrat maupun pasangan calon yang diusungnya tidak mau membuat pencitraan yang seperti dibuat-buat karena hal itu akan membuat masyarakat kecewa dan menjadi beban partai jika apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan kemampuan melaksanakannya,” ujar Noriyu di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Noriyu menjelaskan, pihaknya memang tidak mau membuat-buat ataupun berakting. Pasangan Foke-Nara juga apa adanya dan sama sekali tidak mau membuat pencitraan yang justru membuat hilang jati dirinya.
“Yang paling utama dari gaya membuat-buat itu akan mengecewakan masyarakat Jakarta sendiri. Ini yang kita tidak mau,” ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR ini menambahkan, kubu Foke-Nara juga tidak mau terlalu menangapi isu-isu negatif yang dituduhkan kepada mereka. Sebab isu-isu yang dicetuskan tersebut sejatinya sangat jauh dari nilai-nilai kebenaran dan fakta yang ada. Misalnya tuduhan melakukan kecurangan DPT, mengeluarkan isu sara, sampai yang terakhir mengkait-kaitkan musibah kebakaran seolah perbuatan Foke-Nara.
“Kita tidak mau menanggapi, tapi warga Jakarta yang cerdas tentunya tidak akan terpancing dengan isu itu. Rasanya aneh kalau Foke sebagai gubernur dituduh melakukan kecurangan DPT sebelum pilkada putaran pertama, tapi ketika menang mereka diam," katanya.
Belum lagi isu kebakaran, itu kan murni musibah. Hutan tanpa penghuni saja di musim panas seperti ini bisa terbakar dengan sendirinya. Apalagi isu SARA jelas kami tidak mau melakukannya. "Sebaiknya jangan gunakan pemaksaan logika dalam hal ini,” jelasnya.
Anggota Tim Foke-Nara, Nova Rianti Yusuf (Noriyu) mengatakan, Partai Demokrat dan partai-partai pendukung lainnya bersikap apa adanya dalam usahanya memenangkan Pilgub DKI putaran kedua.
“Bahkan Partai Demokrat maupun pasangan calon yang diusungnya tidak mau membuat pencitraan yang seperti dibuat-buat karena hal itu akan membuat masyarakat kecewa dan menjadi beban partai jika apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan kemampuan melaksanakannya,” ujar Noriyu di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Noriyu menjelaskan, pihaknya memang tidak mau membuat-buat ataupun berakting. Pasangan Foke-Nara juga apa adanya dan sama sekali tidak mau membuat pencitraan yang justru membuat hilang jati dirinya.
“Yang paling utama dari gaya membuat-buat itu akan mengecewakan masyarakat Jakarta sendiri. Ini yang kita tidak mau,” ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR ini menambahkan, kubu Foke-Nara juga tidak mau terlalu menangapi isu-isu negatif yang dituduhkan kepada mereka. Sebab isu-isu yang dicetuskan tersebut sejatinya sangat jauh dari nilai-nilai kebenaran dan fakta yang ada. Misalnya tuduhan melakukan kecurangan DPT, mengeluarkan isu sara, sampai yang terakhir mengkait-kaitkan musibah kebakaran seolah perbuatan Foke-Nara.
“Kita tidak mau menanggapi, tapi warga Jakarta yang cerdas tentunya tidak akan terpancing dengan isu itu. Rasanya aneh kalau Foke sebagai gubernur dituduh melakukan kecurangan DPT sebelum pilkada putaran pertama, tapi ketika menang mereka diam," katanya.
Belum lagi isu kebakaran, itu kan murni musibah. Hutan tanpa penghuni saja di musim panas seperti ini bisa terbakar dengan sendirinya. Apalagi isu SARA jelas kami tidak mau melakukannya. "Sebaiknya jangan gunakan pemaksaan logika dalam hal ini,” jelasnya.
(ysw)