Waduk Pacal mengering, petani sedot air Bengawan

Kamis, 06 September 2012 - 22:22 WIB
Waduk Pacal mengering,...
Waduk Pacal mengering, petani sedot air Bengawan
A A A
Sindonews.com – Debit air Waduk Pacal di Desa Kedung Sumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menyusut drastis saat musim kemarau. Sisa air saat ini tinggal 500 ribu meter kubik. Dengan kondisi demikian, air Waduk Pacal tidak cukup untuk mengairi persawahan.

Waduk Pacal yang dikelilingi hutan dan perbukitan itu dibangun pada masa Belanda sekira tahun 1931. Dulu waduk seluas 520 hektar itu mampu menampung air sekitar 41 juta meter kubik. Tetapi karena terjadi pendangkalan, waduk itu kini saat normal hanya mampu menampung air sekitar 23 juta meter kubik.

Saat musim hujan, air Waduk Pacal itu dapat mengaliri persawahan seluas 16 ribu hektar, meliputi Kecamatan Kapas, Sumberejo, Kepohbaru, dan Temayang di sisi selatan Bojonegoro.

Kepala Seksi Operasi, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air, Balai Besar Bengawan Solo di Bojonegoro, Mucharom, mengatakan, air Waduk Pacal kini telah menyusut drastis.

“Air Waduk Pacal banyak berkurang saat musim kemarau ini,” ujarnya, Kamis (06/09)

Ia menuturkan, air Waduk Pacal itu sudah tidak boleh diambil lagi untuk pengairan. Sebab, katanya, bila diambil maka dampaknya akan merusak dinding penampang waduk.

Selain waduk, debit air Sungai Bengawan Solo yang membentang di wilayah Bojonegoro juga terlihat menyusut drastis. Pasir dan batu-batu yang ada di dasar sungai terbesar di Pulau Jawa itu terlihat bertonjolan

Meski begitu, air Sungai Bengawan Solo itu masih terus disedot untuk mengairi persawahan. Air dari sungai disedot memakai pipa-pipa yang menjulur masuk ke dasar sungai.

Kemudian, air itu dialirkan ke persawahan memakai jaringan pipa yang berkelok-kelok hingga puluhan kilometer.

“Saat musim kemarau kami memanfaatkan air Sungai Bengawan Solo untuk pengairan sawah,” ujar Sunarjo (56) warga Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Kondisi Sungai Bengawan Solo banyak mengalami kerusakan. Tebing sungai banyak yang longsor dan dasar sungai terjadi pendangkalan. Lebar Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro kini sekitar 100 – 200 meter. Sedangkan, kedalamannya sekitar 10 – 15 meter.
(ysw)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
20 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved