Putra mahkota luncurkan buku ajaran Asthabrata
Kamis, 06 September 2012 - 17:39 WIB
Putra mahkota luncurkan buku ajaran Asthabrata
A
A
A
Sindonews.com - Putra Mahkota Pura Pakualaman Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo luncurkan buku ajaran kepemimpinan Asthabrata Kadipaten Pura Pakualaman. Buku tersebut merupakan hasil konservasi dari naskah kuno yang dimiliki Kadipaten Pura Pakualaman.
Ketua Simposium ke-14 Masyarakat Pernaskahan Nusantara Sudibyo mengatakan, secara prinsip buku karya KBPH Suryodilogo hampir sama dengan buku-buku tentang ajaran Asthabrata yang sudah diterbitkan. Namun demikian, di dalam buku hasil konservasi tersebut ada satu ajaran yakni cerita tentang Bathara Wisnu.
"Ajaran tentang Askeptis atau pertapa dari Bathara Wisnu itu yang menjadi ciri khas dan pembeda buku ini dengan buku-buku tentang Asthabrata lainnya," ungkap Dosen Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menjelaskan, Kamis (6/9/2012).
Rencananya buku ajaran Asthabrata tersebut akan diluncurkan pada resepsi pembukaan simposium Masyarakat Pernaskahan Nusantara ke-14 yang dipusatkan ke Gedung Koesnadi Harjosumantri UGM. Kegiatan simposium akan berlangsung tiga hari mulai 11 hingga 13 September mendatang.
Selain buku, pada simposium kali ini juga akan ditampilkan Tari Beksan Nadheg Putri dan Beksan Inum dari dari transformasi salah satu naskah kuno Pura Pakualaman. Rekonstruksi dan transformasi dua tarian tersebut dilakukan oleh Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Prof Hermien Kusmayati.
Kedua tarian tersebut, merupakan pilihan dari berbagai tari yang menjadi kesenangan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum (KGPAA) Pakualam I hingga IV.
Ketua Simposium ke-14 Masyarakat Pernaskahan Nusantara Sudibyo mengatakan, secara prinsip buku karya KBPH Suryodilogo hampir sama dengan buku-buku tentang ajaran Asthabrata yang sudah diterbitkan. Namun demikian, di dalam buku hasil konservasi tersebut ada satu ajaran yakni cerita tentang Bathara Wisnu.
"Ajaran tentang Askeptis atau pertapa dari Bathara Wisnu itu yang menjadi ciri khas dan pembeda buku ini dengan buku-buku tentang Asthabrata lainnya," ungkap Dosen Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menjelaskan, Kamis (6/9/2012).
Rencananya buku ajaran Asthabrata tersebut akan diluncurkan pada resepsi pembukaan simposium Masyarakat Pernaskahan Nusantara ke-14 yang dipusatkan ke Gedung Koesnadi Harjosumantri UGM. Kegiatan simposium akan berlangsung tiga hari mulai 11 hingga 13 September mendatang.
Selain buku, pada simposium kali ini juga akan ditampilkan Tari Beksan Nadheg Putri dan Beksan Inum dari dari transformasi salah satu naskah kuno Pura Pakualaman. Rekonstruksi dan transformasi dua tarian tersebut dilakukan oleh Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Prof Hermien Kusmayati.
Kedua tarian tersebut, merupakan pilihan dari berbagai tari yang menjadi kesenangan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum (KGPAA) Pakualam I hingga IV.
(azh)