375 hektare persawahan kekeringan

Kamis, 06 September 2012 - 09:33 WIB
375 hektare persawahan...
375 hektare persawahan kekeringan
A A A
Sindonews.com - Akibat kemarau berkepanjangan setidaknya 375 hektare (ha) areal persawahan petani yang sudah tanam di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

“Areal persawahan di daerah ini mengalami kekeringan karena hujan tidak turun,” kata salah seorang petani di Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Tukimin. Dikatakannya bahwa persawahan di daerah itu masuk kategori sawah tadah hujan. Sehingga sangat membutuhkan hujan.Apalagi irigasi di tempat tersebut tidak berfungsi sama sekali.

Tukimin juga menjelaskan, apabila dalam waktu dekat ini hujan tidak juga turun, maka para petani ditempat tersebut berencana untuk beralih tanaman, ketanaman yang bisa menghasilkan penapatan ekonomi keluarga. Padahal warga sudah berulang kali meminta kepada pemerintah agar irigasi yang ada segera mungkin difungsikan.

Para petani lainnya juga berharap agar areal persawahan mereka bisa senantiasa digenangi air saat menanam padi, katanya.

“Kalau irigasi yang ada ini berfungsi, mereka bisa terus menanam meski kemarau panjang terjadi seperti saat sekarang ini,” ujar Warjo petani lainnya.

Dia menjelaskan tidak hanya di desanya saja,kemarau panjang terjadi sehingga areal persawahan kini kekeringan. Areal yang kekeringan itu juga mengancam persawahan petani yang ada di Desa Telaga Jernih, Desa Pantai Gading dan Desa Perkotaan.

”Kemungkinan ratusan hektare di daerah itu terancam kekeringan sekarang ini,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap pemerintah daerah memfasilitasi perbaikan sistem irigasi untuk lahan yang sekarang mengalami kekeringan, agar bisa difungsikan kembali, karena petani butuh air untuk menanam padi.

Sementara hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan. Persawahan padi terancam gagal panen (puso) akibat kekurangan pasokan air. Kekurangan air terjadi akibat runtuhnya bendungan utama Sungai Silau Tua di Dusun Sumber Rejo, Desa Silau Maraja. “Akibatnya tekanan debit air menjadi kecil, air menjadi kesulitan merambat naik ke areal persawahan,” ujar seorang petani Zakaria Sirait (50).

Para petani mulai gelisah karena terancam rugi.Soalnya, beber dia, akibat kekurangan debit air,membuat areal persawahan mereka kini mulai menguning sebelum waktunya. Padahal umur masa tanaman masih baru akan berjalan dua bulan.

Kepala Desa Silau Maraja Parasian Simanungkalit mengatakan, tak kurang dari 250 ha persawahan aat ini sedang mengalami kekurangan pasokan air. Menurut dia, jika perbaikan bendungan ini tidak segera dituntaskan akan berpengaruh terhadap areal persawahan di Kecamatan Pulo Bandring.
(azh)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
1 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
1 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
1 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
2 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
3 jam yang lalu
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved