Pemkot Surabaya gagal lagi akuisisi KBS
Senin, 03 September 2012 - 07:10 WIB
Pemkot Surabaya gagal lagi akuisisi KBS
A
A
A
Sindonews.com - Proses akuisisi Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih jauh dari harapan. Pemkot Surabaya belum juga mampu menyelesaikan persyaratan utama untuk mengelola kebun binatang terbesar di Indonesia itu.
Berharap pengelolaan sudah terlaksana pada awal tahun 2013 mendatang, tetapi ada kendala pada dua lelang tentang KBS.Kondisi itu membuat hasrat pemkot untuk segera mengelola KBS harus dipendam dalam-dalam. Penyebab kegagalan lelang itu adalah lelang penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Lelang ini dilaksanakan Dinas Pertanian (Distan). Kedua yakni lelang pengadaan jasa konsultansi rekrutmen Direksi KBS.
Untuk lelang yang kedua ini pelaksanaannya di bawah kewenangan Bagian Perekonomian. Dua lelang ini masing-masing memiliki persoalan yang sama yaitu sama-sama sepi peminat.
”Tapi kami tak berhenti, kita merencanakan untuk lelang ulang,” ujar Kepala Distan Samsul Arifin Minggu 2 September 2012.
Kegagalan dalam tahap akuisisi KBS ini merupakan yang kedua.Sebelumnya Distan juga sudah melakukan melelang penyusunan Amdal KBS. Tetapi dengan alasan yang sama yaitu sepi peminat, lelang itu pun dibatalkan dan dilelang ulang.
Ternyata untuk lelang kedua pun mengalami nasib sama. Bedanya, kata Samsul, untuk lelang kedua ini sebetulnya sudah ada empat peminat atau empat perusahaan yang mengajukan penawaran. Persoalannya adalah empat perusahaan ini kurang serius mengikuti proses lelang. Ia melanjutkan, beberapa waktu lalu pihaknya mengundang empat perusahaan yang mengajukan memasukkan dokumen dan mengajukan penawaran itu.
Undangan itu dalam rangka konfirmasi keiikutsertaan lelang yang diselenggarakan. ”Tapi keempatnya tidak datang.Terpaksa kami akan melakukanlelangulang,” jelasnya.
Sedangkan untuk lelang pengadaan jasa konsultasi rekrutmen Direksi KBS,malah sudah diulang. Sebelumnya melalui situs e-proc Pemkot Surabaya di www.lpse.surabaya.go.id, lelang itu sudah ditayangkan 8 Agustus lalu. Namun belakangan ini pengumuman itu tak lagi kelihatan. Barulah akhir-akhir ini pengumuman itu muncul lagi.
”Kita memang mengadakan lelang ulang,” jelas Kepala Bagian Perekonomian Widodo Suryantoro.
Masalahnya sama, katanya, lelang ini masih sepi peminat. Widodo mengatakan kemungkinan hal itu karena proses lelang yang mendekati Lebaran.
”Mungkin kurang fokus karena sudah jelang Lebaran,” ujarnya. Dengan proses lelang ulang, ia menyebut akan mengganggu proses take over KBS dari Tim Pengelola Sementara (TPS) ke Pemkot Surabaya.
Selama ini pemkot sudah getol ingin mengelola KBS. Ini ditunjukkan dengan mengajukan Raperda KBS yang kini sudah disahkan. Bahkan pemkot sempat membentuk UPTD KBS tapi gagal mengelola karena tidak mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Lelang ini sendiri untuk mencari tim yang bertugas melakukan rekrutmen Direksi KBS.
Artinya, tugas perusahaan yang memenangkan lelang nanti adalah melakukan serangkaian proses untuk merekrut direksi, mulai pembukaan rekrutmen, seleksi hingga pengumuman.
Berharap pengelolaan sudah terlaksana pada awal tahun 2013 mendatang, tetapi ada kendala pada dua lelang tentang KBS.Kondisi itu membuat hasrat pemkot untuk segera mengelola KBS harus dipendam dalam-dalam. Penyebab kegagalan lelang itu adalah lelang penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Lelang ini dilaksanakan Dinas Pertanian (Distan). Kedua yakni lelang pengadaan jasa konsultansi rekrutmen Direksi KBS.
Untuk lelang yang kedua ini pelaksanaannya di bawah kewenangan Bagian Perekonomian. Dua lelang ini masing-masing memiliki persoalan yang sama yaitu sama-sama sepi peminat.
”Tapi kami tak berhenti, kita merencanakan untuk lelang ulang,” ujar Kepala Distan Samsul Arifin Minggu 2 September 2012.
Kegagalan dalam tahap akuisisi KBS ini merupakan yang kedua.Sebelumnya Distan juga sudah melakukan melelang penyusunan Amdal KBS. Tetapi dengan alasan yang sama yaitu sepi peminat, lelang itu pun dibatalkan dan dilelang ulang.
Ternyata untuk lelang kedua pun mengalami nasib sama. Bedanya, kata Samsul, untuk lelang kedua ini sebetulnya sudah ada empat peminat atau empat perusahaan yang mengajukan penawaran. Persoalannya adalah empat perusahaan ini kurang serius mengikuti proses lelang. Ia melanjutkan, beberapa waktu lalu pihaknya mengundang empat perusahaan yang mengajukan memasukkan dokumen dan mengajukan penawaran itu.
Undangan itu dalam rangka konfirmasi keiikutsertaan lelang yang diselenggarakan. ”Tapi keempatnya tidak datang.Terpaksa kami akan melakukanlelangulang,” jelasnya.
Sedangkan untuk lelang pengadaan jasa konsultasi rekrutmen Direksi KBS,malah sudah diulang. Sebelumnya melalui situs e-proc Pemkot Surabaya di www.lpse.surabaya.go.id, lelang itu sudah ditayangkan 8 Agustus lalu. Namun belakangan ini pengumuman itu tak lagi kelihatan. Barulah akhir-akhir ini pengumuman itu muncul lagi.
”Kita memang mengadakan lelang ulang,” jelas Kepala Bagian Perekonomian Widodo Suryantoro.
Masalahnya sama, katanya, lelang ini masih sepi peminat. Widodo mengatakan kemungkinan hal itu karena proses lelang yang mendekati Lebaran.
”Mungkin kurang fokus karena sudah jelang Lebaran,” ujarnya. Dengan proses lelang ulang, ia menyebut akan mengganggu proses take over KBS dari Tim Pengelola Sementara (TPS) ke Pemkot Surabaya.
Selama ini pemkot sudah getol ingin mengelola KBS. Ini ditunjukkan dengan mengajukan Raperda KBS yang kini sudah disahkan. Bahkan pemkot sempat membentuk UPTD KBS tapi gagal mengelola karena tidak mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Lelang ini sendiri untuk mencari tim yang bertugas melakukan rekrutmen Direksi KBS.
Artinya, tugas perusahaan yang memenangkan lelang nanti adalah melakukan serangkaian proses untuk merekrut direksi, mulai pembukaan rekrutmen, seleksi hingga pengumuman.
(azh)