Warga Betung masih kesulitan air bersih
Minggu, 02 September 2012 - 22:32 WIB
Warga Betung masih kesulitan air bersih
A
A
A
Sindonews.com - Kesulitan mendapatkan air bersih masih dirasa oleh warga kecamatan Betung Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Saat ini, akses air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Betuah Banyuasin baru melayani hingga desa Lubuk Lancang kecamatan Suak Tapeh. Alhasil, sebagian besar warga Betung harus memanfaatkan air dari anak-anak sungai dan rawa.
Hairul, warga kelurahan Betung Banyuasin mengatakan jika dalam tiga bulan terakhir, akses air bersih makin sulit diperoleh. Bahkan, untuk memenuhinya, banyak warga harus membeli air dari para penjual air.
“Kemarau tahun ini, sangat kering. Sungai, rawa dan sumur sudah mengering dan airnya sudah berubah menjadi keruh. Kami terpaksa membeli air bersih,” ungkap Hairul menjelaskan kepada wartawan, Minggu (2/9/2012).
Sementara, untuk kebutuhan air untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, warga Betung masih bertahan dengan mengambil air sungai yang telah keruh dan kemudian disaring.
“Jika untuk mandi dan lainnya, masih ambil air sungai, lalu disaring. Tapi memang dak layak, karena sudah bercampur dengan lumpur,dengan warna yang keruh dan bau tanah,” paparnya.
Sedangkan, dikatakan Hairul, untuk kebutuhan air bersih semisalnya, keperluan minum dan memasak, warga masih harus membeli air. Biasanya, warga membeli air bersih rata-rata dalam ukuran derigen atau tandmon seharga Rp100.000. Itupun, hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan 2-3 hari.
“Jika masak dan minum, tidak mungkin hanya air saringan yang keruh itu, artinya harus membeli,” tandas dia.
Ditambahkan Mu’im, warga Lubuk Lancang, musim kemarau panjang, membuat warga Betung masih dilanda kekeringan. Tidak ada sumber air selain dari air sungai, dan rawa. Namun, saat ini, baik sungai, sumur dan rawa telah mengering. Guna memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus membeli air.
“Karena tidak ada pilihan lain, seluruh air telah kering. Jika pun ada sudah berlumpur dan bau,” katanya.
Karena itu, dikatakan dia, warga sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin dapat segera mengoperasionalkan booster PDAM di kelurahan Betung, agar akses air bersih dapat dinikmati masyarakat.
“Sudah berulang kali kami meminta agar booster di Betung dapat dioperasional. Biar warga dapat terbantu, dan tidak perlu sulit membeli air bersih,” katanya.
Tokoh masyarakat Betung, Raihi Saleh mengharap agar pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, terutama warga Betung dapat diprioritaskan. Hal ini guna mengantisipasi jika terjadi kemarau panjang setiap tahunnya. Apalagi di wilayah Betung, telah terdapat bangunan booster yang telah dibangun sejak tahun 2008, namun belum dapat dioperasionalkan.
“Warga kesulitan mendapatkan air bersih. Seharusnya, ini menjadi prioritas untuk diselesaikan. Misalnya saja, belum ada dana. Bantu masyarakat membeli air bersih dengan program bagi-bagi air bersih dari pemerintah lah,” tukas dia.
Hairul, warga kelurahan Betung Banyuasin mengatakan jika dalam tiga bulan terakhir, akses air bersih makin sulit diperoleh. Bahkan, untuk memenuhinya, banyak warga harus membeli air dari para penjual air.
“Kemarau tahun ini, sangat kering. Sungai, rawa dan sumur sudah mengering dan airnya sudah berubah menjadi keruh. Kami terpaksa membeli air bersih,” ungkap Hairul menjelaskan kepada wartawan, Minggu (2/9/2012).
Sementara, untuk kebutuhan air untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, warga Betung masih bertahan dengan mengambil air sungai yang telah keruh dan kemudian disaring.
“Jika untuk mandi dan lainnya, masih ambil air sungai, lalu disaring. Tapi memang dak layak, karena sudah bercampur dengan lumpur,dengan warna yang keruh dan bau tanah,” paparnya.
Sedangkan, dikatakan Hairul, untuk kebutuhan air bersih semisalnya, keperluan minum dan memasak, warga masih harus membeli air. Biasanya, warga membeli air bersih rata-rata dalam ukuran derigen atau tandmon seharga Rp100.000. Itupun, hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan 2-3 hari.
“Jika masak dan minum, tidak mungkin hanya air saringan yang keruh itu, artinya harus membeli,” tandas dia.
Ditambahkan Mu’im, warga Lubuk Lancang, musim kemarau panjang, membuat warga Betung masih dilanda kekeringan. Tidak ada sumber air selain dari air sungai, dan rawa. Namun, saat ini, baik sungai, sumur dan rawa telah mengering. Guna memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus membeli air.
“Karena tidak ada pilihan lain, seluruh air telah kering. Jika pun ada sudah berlumpur dan bau,” katanya.
Karena itu, dikatakan dia, warga sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin dapat segera mengoperasionalkan booster PDAM di kelurahan Betung, agar akses air bersih dapat dinikmati masyarakat.
“Sudah berulang kali kami meminta agar booster di Betung dapat dioperasional. Biar warga dapat terbantu, dan tidak perlu sulit membeli air bersih,” katanya.
Tokoh masyarakat Betung, Raihi Saleh mengharap agar pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, terutama warga Betung dapat diprioritaskan. Hal ini guna mengantisipasi jika terjadi kemarau panjang setiap tahunnya. Apalagi di wilayah Betung, telah terdapat bangunan booster yang telah dibangun sejak tahun 2008, namun belum dapat dioperasionalkan.
“Warga kesulitan mendapatkan air bersih. Seharusnya, ini menjadi prioritas untuk diselesaikan. Misalnya saja, belum ada dana. Bantu masyarakat membeli air bersih dengan program bagi-bagi air bersih dari pemerintah lah,” tukas dia.
(azh)