Titik api kebakaran hutan di Banyuasin berkurang
Minggu, 02 September 2012 - 22:28 WIB
Titik api kebakaran hutan di Banyuasin berkurang
A
A
A
Sindonews.com - Meski masih mengalami kemarau panjang, Mandala Agni Daerah Operasi Banyuasin mencatat telah terjadi penurunan jumlah titik api (hot spot) di Banyuasin.
Dikatakan Kepala Manggala Agni, Wawan Sukawan, jika saat ini, jumlah titik api yang terpantau berjumlah 11. Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan dua pekan terakhir yang mencapai 16 titik api berpotensi kebakaran lahan.
“Cuaca masih kering, tapi titik api sudah menurun. Sekarang, ada 11 yang terdeteksi,” ungkap Wawan menjelaskan kepaada wartawan, Minggu (2/9/2012).
Keseluruhan titik api di Banyuasin tersebar di lima kecamatan, diantaranya kecamatan Banyuasin I, Talang Kelapa, Tanjung Lago, Tungkal Ilir dan Pulau Rimau. Dari kelima kecamatan yang terdeteksi titik api terdeteksi titik api terbanyak di kecamatan Tungkal Ilir dan Tanjung Lago.
“Karena di sana masih banyak lahan-lahan gambut kering yang sangat mudah terbakar,” ujar Wawan.
Dia menjelaskan penurunan titik api di Banyuasin lebih disebabkan telah turun hujan di beberapa lokasi di Banyuasin. Hujan yang diprediksikan akan terus turun namun dengan intensitas yang tidak lebat, akan sedikit mengurangi jumlah titik api. Selain itu, faktor angin yang tidak terlalu kencang, juga menghambat perluasan titik-titik api.
“Turun hujan dua hari lalu lumayan mengurangi titik api. Tiupan angin saat ini masih normal,” katanya.
Guna mengantisipasi makin bertambahnya titik api, Manggala telah menyiagakan 60 personel yang tersebar di 17 kecamatan di Banyuasin. Jumlah itu, diakui Wawan masih sangat kurang dibandingkan jumlah areal yang mesti dijaga saat puncak musim kemarau.
“Lokasi Banyuasin ini terpencar dan butuh banyak personil yang ditempatkan jika titik api meningkat,” ujarnya.
Untuk saat ini, selain 60 personel, Manggala juga mempersiapkan sembilan mobil pemadam api dengan empat diantaranya bermuatan tangki besar. Selain personel, kebutuhan akan posko pemantau titik api juga diperlukan.
“Saat puncak kemarau inilah, kerjasama dengan warga diperlukan,” tukas dia.
Terpisah, Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed menghimbau agar masyarakat Banyuasin untuk dapat menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Karena, akibatnya akan sangat fatal, selain berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan, juga dapat memproduksi asap yang dapat menganggu kesehatan pernapasan.
“Jangan dibakar, jika buka ladang, karena akan mengakibatkan kebakaran dan menghasilkan asap yang bikin sesak napas dan perih mata. Belum lagi menghasilkan kabut yang menganggu jarak pandang,” ungkapnya.
Dikatakan Kepala Manggala Agni, Wawan Sukawan, jika saat ini, jumlah titik api yang terpantau berjumlah 11. Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan dua pekan terakhir yang mencapai 16 titik api berpotensi kebakaran lahan.
“Cuaca masih kering, tapi titik api sudah menurun. Sekarang, ada 11 yang terdeteksi,” ungkap Wawan menjelaskan kepaada wartawan, Minggu (2/9/2012).
Keseluruhan titik api di Banyuasin tersebar di lima kecamatan, diantaranya kecamatan Banyuasin I, Talang Kelapa, Tanjung Lago, Tungkal Ilir dan Pulau Rimau. Dari kelima kecamatan yang terdeteksi titik api terdeteksi titik api terbanyak di kecamatan Tungkal Ilir dan Tanjung Lago.
“Karena di sana masih banyak lahan-lahan gambut kering yang sangat mudah terbakar,” ujar Wawan.
Dia menjelaskan penurunan titik api di Banyuasin lebih disebabkan telah turun hujan di beberapa lokasi di Banyuasin. Hujan yang diprediksikan akan terus turun namun dengan intensitas yang tidak lebat, akan sedikit mengurangi jumlah titik api. Selain itu, faktor angin yang tidak terlalu kencang, juga menghambat perluasan titik-titik api.
“Turun hujan dua hari lalu lumayan mengurangi titik api. Tiupan angin saat ini masih normal,” katanya.
Guna mengantisipasi makin bertambahnya titik api, Manggala telah menyiagakan 60 personel yang tersebar di 17 kecamatan di Banyuasin. Jumlah itu, diakui Wawan masih sangat kurang dibandingkan jumlah areal yang mesti dijaga saat puncak musim kemarau.
“Lokasi Banyuasin ini terpencar dan butuh banyak personil yang ditempatkan jika titik api meningkat,” ujarnya.
Untuk saat ini, selain 60 personel, Manggala juga mempersiapkan sembilan mobil pemadam api dengan empat diantaranya bermuatan tangki besar. Selain personel, kebutuhan akan posko pemantau titik api juga diperlukan.
“Saat puncak kemarau inilah, kerjasama dengan warga diperlukan,” tukas dia.
Terpisah, Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed menghimbau agar masyarakat Banyuasin untuk dapat menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Karena, akibatnya akan sangat fatal, selain berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan, juga dapat memproduksi asap yang dapat menganggu kesehatan pernapasan.
“Jangan dibakar, jika buka ladang, karena akan mengakibatkan kebakaran dan menghasilkan asap yang bikin sesak napas dan perih mata. Belum lagi menghasilkan kabut yang menganggu jarak pandang,” ungkapnya.
(azh)