RSUD Bulukumba tak layak jadi rujukan

Minggu, 02 September 2012 - 02:57 WIB
RSUD Bulukumba tak layak...
RSUD Bulukumba tak layak jadi rujukan
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi E DPRD Sulsel Andi Mariattang menilai, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba belum layak menjadi rumah sakit rujukan di selatan Sulawesi Selatan karena tidak memiliki dokter spesialis.

Menurut anggota Komisi E DPRD Sulsel Andi Mariattang, selain pelayanan, kekurangan dokter spesialis penyakit dalam juga menyebabkan rumah sakit tersebut belum bisa. Padahal, salah satu standar rujukan sebuah RSUD dilengkapi dokter ahli.

“Melihat kondisi saat ini, saya kira belum layak dijadikan sebagai rujukan khusus regional Selatan Sulsel mulai Sinjai, Selayar dan Bantaeng,” ungkap Mariattang, dalam kunjungan kerja (Kunker), Sabtu 1 September 2012.

Dia menilai, minimnya pasien dari daerah lain yang berobat ke RSUD Bulukumba tidak lepas karena pelayanan dan fasilitas pendukung dianggap kurang maksimal.

Buktinya pada 2011 lalu jumlah pasien dari Sinjai hanya dua orang saja dan Kabupaten Selayar cukup satu orang saja. “Seandainya bagus fasilitas pasien akan lebih banyak karena sudah ditetapkan sebagai rujukan dibagian Sulsel,” terangnya.

Mariattang mengaku, pihaknya akan membicarakan kembali bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, terkait penunjukan RSUD Bulukumba ini sebagai rujukan. Menurut dia, jika Pemprov menunjuknya, seharusnya harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Apalagi, peratutan gubernur (Pergub) sudah dikeluarkan.

Meski demikian, lanjut dia, untuk menutupi kekurangan khususnya dari pelayanan, maka manajemen RS harus segera melakukan pembenahan secara total. Disampin mengusulkan penambahan dokter ahli penyakit dalam karena itu sangat krusial jika kosong. “Permasalahan yang terjadi ini tergantung bagaimana manajemen mengelola dengan baik,” tuturnya.

Kepala Tata Usaha (TU) RSUD Sultang Daeng Radja Bulukumba Nasruddin mengemukakan, pihaknya sudah pernah mengusulkan penambahan dokter ahli melalui Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Namun, saat ini belum ada realisasi. “Kami sudah mengusulkan hanya belum ada respon. Sebab, dokter ahli penyakit dalam ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Bahkan, Nasruddin mengaku, dirinya siap memberikan fasilitas khusus bagi dokter ahli berupa rumah dinas (rumdis) dan tunjangan sebesar Rp7 juta perbulan. Sedangkan kendaraan pihaknya belum bisa menyiapkan. “Kami berharap anggota DPRD Sulsel bisa membantu mendatangkan dokter ahli karena kita sangat membutuhkan,” ujar Nasruddin.
(ysw)
Berita Terkait
Beri Kemudahan Layanan...
Beri Kemudahan Layanan Kesehatan, APL Punya Fasilitas Baru dengan Teknologi Mutakhir
Cegah dan Tekan Risiko...
Cegah dan Tekan Risiko Infeksi Nosokomial yang Menular Lewat Udara di Fasilitas Kesehatan
Pertemuan Ilmiah LAFKI...
Pertemuan Ilmiah LAFKI Sukses di Jakarta, Berlanjut Digelar di Medan
Hadir Sejak 2017, Klinik...
Hadir Sejak 2017, Klinik Asiki Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Asiki, Papua
Infrastruktur Kesehatan...
Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Harus Dibenahi Total
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved