Silat Benjang, dibidik jadi magnet wisata Bandung
Minggu, 02 September 2012 - 02:13 WIB
Silat Benjang, dibidik jadi magnet wisata Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda sangat berharap seni bela diri asal Jawa Barat "Benjang" dapat jadi daya tarik wisata Kota Bandung.
"Saya kira Benjang ini bisa dikembangkan untuk dikemas sebagai daya tarik wisatawan, bukan hanya pertunjukan yang dipertontonkan sekali waktu," ujar Ayi saat membuka Pentas Seni, Bazzar & Mainan Anak di Pangkalan Sub Terminal Antapani, Kota Bandung, Sabtu 1 September 2012).
Dia cukup menyayangkan selama ini nama Benjang masih kurang populer di telinga masyarakatnya sendiri. "Masih banyak warga yang bertanya sama saya, benjang itu apa, dan menyangka itu merupakan seni vokal," kata Ayi.
Padahal Benjang itu mirip seperti olahraga paling populer dari Jepang yakni Sumo. Cara mainnya pun mirip Sumo dengan iringan "rampak kendang" khas Sunda.
"Bahkan mirisnya, kalau mereka ditanya dimana mau lihat pertunjukkan seni Sunda? Katanya di tempat syukuran, artinya tidak ada lagi tempat yang secara khusus mempertontonkan Reog, karawitan, jaipongan, dan lain-lain," ucapnya.
Ayi berpendapat, adanya pentas seni dengan Benjang ini dapat menyebarkan perhatian pada kecamatan lain untuk melakukan kampanye yang sama.
"Apalagi sekarang di SMA Negeri 26 Bandung sudah dijadikan ekstrakulikuler utama, semua bisa makin hapal permainan khas Sunda ini," kata Ayi.
"Saya kira Benjang ini bisa dikembangkan untuk dikemas sebagai daya tarik wisatawan, bukan hanya pertunjukan yang dipertontonkan sekali waktu," ujar Ayi saat membuka Pentas Seni, Bazzar & Mainan Anak di Pangkalan Sub Terminal Antapani, Kota Bandung, Sabtu 1 September 2012).
Dia cukup menyayangkan selama ini nama Benjang masih kurang populer di telinga masyarakatnya sendiri. "Masih banyak warga yang bertanya sama saya, benjang itu apa, dan menyangka itu merupakan seni vokal," kata Ayi.
Padahal Benjang itu mirip seperti olahraga paling populer dari Jepang yakni Sumo. Cara mainnya pun mirip Sumo dengan iringan "rampak kendang" khas Sunda.
"Bahkan mirisnya, kalau mereka ditanya dimana mau lihat pertunjukkan seni Sunda? Katanya di tempat syukuran, artinya tidak ada lagi tempat yang secara khusus mempertontonkan Reog, karawitan, jaipongan, dan lain-lain," ucapnya.
Ayi berpendapat, adanya pentas seni dengan Benjang ini dapat menyebarkan perhatian pada kecamatan lain untuk melakukan kampanye yang sama.
"Apalagi sekarang di SMA Negeri 26 Bandung sudah dijadikan ekstrakulikuler utama, semua bisa makin hapal permainan khas Sunda ini," kata Ayi.
(ysw)