Bos bakso ayam tiren tobat
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 20:32 WIB
Bos bakso ayam tiren tobat
A
A
A
Sindonews.com - Bos bakso ayam mati kemarin (Tiren) Sugiyono (42), bertobat membuat bakso berbahan ayam tiren.
"Saya muslim, saya tahu ini salah, saya mohon maaf atas semua yang sudah saya lakukan, khususnya kepada mereka semua yang mengkonsumsi bakso buatan saya," ungkapnya dengan penuh rasa menyesal pada wartawan, saat berbincang di Mapolsek Pleret, Bantul, Yogyakarta, Jumat (31/8/2012).
Sugiyono mengaku akan tunduk dan patuh pada hukum yang ada. Dia menyerahkan proses hukum yang sedang dijalaninya pada petugas kepolisian atau kejaksaan nantinya.
Di kesempatan itu dia menjelaskan, tidak semua bangkai ayam tiren diolah menjadi bakso.
Hanya bangkai yang masih bagus dan terlihat masih segar yang dipakai membuat bakso. Sedangkan, bangkai ayam yang tidak layak dibuang untuk pakan ikan air tawar.
"Saya seleksi kondisi ayam yang mati bagaimana? Kalau melihat ayamnya sudah membiru dan bau busuk, tidak saya pakai sebagai bahan pembuatan bakso," jelas pria asal Wedi Klaten, Jawa Tengah itu.
Pembuatan bakso berbahan ayam tiren diawali dengan uji coba. Setelah melihat hasilnya tidak jauh berbeda dengan daging sapi, akhirnya dia menggunakan ayam tiren untuk meraup keuntungan yang banyak.
"Rasanya sama dengan bahan dari sapi atau mengunakan daging lain-nya. Tidak bisa dibedakan, kalau sudah menjadi bakso. Bahan dari ayam mati itu dicampur dengan tepung," jelasnya.
Meski menjual bakso lebih dari 10 tahun, tetapi dia mengaku baru berjalan dua tahun terakhir ini memproduksi bakso dengan bahan ayam tiren tersebut.
Pria yang lulus SMP N 1 Gantiwarno Klaten itu mengaku, selain menjualnya ke pengecer bakso, keluarganya juga mengkonsumsi bakso produksinya.
"Saya, istri, dan anak juga biasa makan bakso itu, tidak ada masalah selama ini, rasanya juga enak," bebernya.
Sebelumnya, tim gabungan dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Laboratorium dari Balai Diagnostik Kehewanan DIY, Polsek Pleret Bantul melakukan pengrebekan pada sebuah rumah milik Mujilah warga Pungkuran Wetan, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Saat digrebek ditemukan bangkai ayam seberat 300 kilogram.
"Saya muslim, saya tahu ini salah, saya mohon maaf atas semua yang sudah saya lakukan, khususnya kepada mereka semua yang mengkonsumsi bakso buatan saya," ungkapnya dengan penuh rasa menyesal pada wartawan, saat berbincang di Mapolsek Pleret, Bantul, Yogyakarta, Jumat (31/8/2012).
Sugiyono mengaku akan tunduk dan patuh pada hukum yang ada. Dia menyerahkan proses hukum yang sedang dijalaninya pada petugas kepolisian atau kejaksaan nantinya.
Di kesempatan itu dia menjelaskan, tidak semua bangkai ayam tiren diolah menjadi bakso.
Hanya bangkai yang masih bagus dan terlihat masih segar yang dipakai membuat bakso. Sedangkan, bangkai ayam yang tidak layak dibuang untuk pakan ikan air tawar.
"Saya seleksi kondisi ayam yang mati bagaimana? Kalau melihat ayamnya sudah membiru dan bau busuk, tidak saya pakai sebagai bahan pembuatan bakso," jelas pria asal Wedi Klaten, Jawa Tengah itu.
Pembuatan bakso berbahan ayam tiren diawali dengan uji coba. Setelah melihat hasilnya tidak jauh berbeda dengan daging sapi, akhirnya dia menggunakan ayam tiren untuk meraup keuntungan yang banyak.
"Rasanya sama dengan bahan dari sapi atau mengunakan daging lain-nya. Tidak bisa dibedakan, kalau sudah menjadi bakso. Bahan dari ayam mati itu dicampur dengan tepung," jelasnya.
Meski menjual bakso lebih dari 10 tahun, tetapi dia mengaku baru berjalan dua tahun terakhir ini memproduksi bakso dengan bahan ayam tiren tersebut.
Pria yang lulus SMP N 1 Gantiwarno Klaten itu mengaku, selain menjualnya ke pengecer bakso, keluarganya juga mengkonsumsi bakso produksinya.
"Saya, istri, dan anak juga biasa makan bakso itu, tidak ada masalah selama ini, rasanya juga enak," bebernya.
Sebelumnya, tim gabungan dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Laboratorium dari Balai Diagnostik Kehewanan DIY, Polsek Pleret Bantul melakukan pengrebekan pada sebuah rumah milik Mujilah warga Pungkuran Wetan, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Saat digrebek ditemukan bangkai ayam seberat 300 kilogram.
(mhd)