Jabar operasikan LP anak tahun depan
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 17:44 WIB
Jabar operasikan LP anak tahun depan
A
A
A
Sindonews.com - Provinsi Jawa Barat (Jabar) akhirnya resmi memiliki Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak. Saat ini, para warga binaan anak-anak disatukan dengan narapidana dewasa di Kompleks LP Sukamiskin.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Jawa Barat I Wayan K Dusak, LP itu baru akan beroperasi 2013 mendatang.
"Bisa mulai diisi tahun depan, sekarang juga sebenarnya sudah tapi diisi oleh napi anak wanita, karena ada LP wanita di situ. LP akan dibangun untuk anak pria dan nantinya satu kompleks dengan tiga UPT lainnya," kata Wayan saat ditemui di Jalan Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Diketahui, di kompleks LP Sukamiskin telah beroperasi LP kelas 1a, LP Wanita, dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan). Sebelumnya bagi anak-anak, pihaknya telah menyediakan blok anak di masing-masing LP.
Namun, untuk menampung ratusan napi anak seluruh Jawa Barat, butuh bangunan mandiri. Apalagi, bangunan LP lama milik Jabar yang berada di Tangerang kini dimiliki Provinsi Banten.
"Bangunannya dalam proses 60 persen dengan kapasitas 150 orang," katanya. Menurut Wayan, pengoperasian LP Anak tertunda cukup lama karena faktor kekurangan petugas.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Jawa Barat I Wayan K Dusak, LP itu baru akan beroperasi 2013 mendatang.
"Bisa mulai diisi tahun depan, sekarang juga sebenarnya sudah tapi diisi oleh napi anak wanita, karena ada LP wanita di situ. LP akan dibangun untuk anak pria dan nantinya satu kompleks dengan tiga UPT lainnya," kata Wayan saat ditemui di Jalan Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Diketahui, di kompleks LP Sukamiskin telah beroperasi LP kelas 1a, LP Wanita, dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan). Sebelumnya bagi anak-anak, pihaknya telah menyediakan blok anak di masing-masing LP.
Namun, untuk menampung ratusan napi anak seluruh Jawa Barat, butuh bangunan mandiri. Apalagi, bangunan LP lama milik Jabar yang berada di Tangerang kini dimiliki Provinsi Banten.
"Bangunannya dalam proses 60 persen dengan kapasitas 150 orang," katanya. Menurut Wayan, pengoperasian LP Anak tertunda cukup lama karena faktor kekurangan petugas.
(azh)