Kaukus muda ingin pertemukan Foke-Jokowi
Kamis, 30 Agustus 2012 - 21:25 WIB
Kaukus muda ingin pertemukan Foke-Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Kaukus Anak Bangsa Cinta Damai (ABCD) akan mengumpulkan para aktivis cinta damai untuk bertemu dua pasangan calon yang akan bertarung pada putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yakni Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dan Joko Widodo-Basuki Tjahya Purnama (Jokowi-Ahok).
Pimpinan ABCD Ali Masykur Musa mengatakan, masyarakat yang cinta damai perlu bertemu dengan dua pasangan kandidat cagub/cawagub demi Pilgub DKI berjalan sukses, lancar dan tidak menjadi ajang pertarungan hingga membawa-bawa SARA.
Ini penting dilakukan mengingat Pilgub DKI merupakan mercusuar, barometer, dan menjadi contoh berdemokrasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Potensi kerusuhan tidak boleh terjadi atas nama apapun, apalagi atas nama SARA.
“Untuk menghindari itu tokoh masyarakat harus berpartisipasi aktif dengan memberikan pengertian rasional dalam memilih pemimpin Jakarta. Bukan berdasarkan fanatisme SARA,” tambah Ali Masykur saat bersilaturrahmi dengan Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Ali Masykur juga mengingatkan kepada Panwaslu agar meningkatkan kinerjanya dan bertindak tegas jika terbukti ada pelanggaran.
Panwaslu lanjut Ali, harus memperketat pengawasan dengan melibatkan komponen masyarakat agar tidak terjadi penyebaran isu negatif.
“Panwaslu harus bertindak tegas untuk memberikan sanksi terhadap oknum-oknum yang menyebarkan isu SARA,” tuturnya.
Sementara itu, Mantan Wapres Try Soetrisno menyampaikan harapannya agar menjelang pelaksanaan putaran kedua Pilgub DKI, para pemimpin bangsa ikut aktif mendamaikan rakyat guna mewujudkan ketentraman dalam bermasyarakat.
Dalam situasi dan kondisi apa pun pemimpin itu harus siap menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi, termasuk berbagai kerusuhan berbau SARA. Karena itu, lanjut dia, Pilgub DKI harus dijauhkan dari isu SARA, agar Jakarta menjadi contoh bagi daerah-daerah di Indonesia.
“Pemimpin masyarakat itu harus mampu mendamaikan rakyat guna mewujudkan kehidupan yang tentram dalam bermasyarakat. Di mana semua pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menegakkan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Pilgub itu mesti demokratis, tertib dan aman,” tandasnya.
Ditanya tentang kasus kerusuhan berbau SARA seperti di Sampang Madura, Try Soetrisno mengaku sepenuhnya percaya kepada pemerintah dan tokoh masyarakat untuk menyelesaikannya karena mereka mengetahui akar masalah di lapangan.
“Kalau soal Sampang, serahkan kepada pemerintah dan masyarakat. Beliau-beliau itulah yang mesti aktif, antisipatif dalam menertibkan masyarakat,” imbuhnya.
Pimpinan ABCD Ali Masykur Musa mengatakan, masyarakat yang cinta damai perlu bertemu dengan dua pasangan kandidat cagub/cawagub demi Pilgub DKI berjalan sukses, lancar dan tidak menjadi ajang pertarungan hingga membawa-bawa SARA.
Ini penting dilakukan mengingat Pilgub DKI merupakan mercusuar, barometer, dan menjadi contoh berdemokrasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Potensi kerusuhan tidak boleh terjadi atas nama apapun, apalagi atas nama SARA.
“Untuk menghindari itu tokoh masyarakat harus berpartisipasi aktif dengan memberikan pengertian rasional dalam memilih pemimpin Jakarta. Bukan berdasarkan fanatisme SARA,” tambah Ali Masykur saat bersilaturrahmi dengan Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Ali Masykur juga mengingatkan kepada Panwaslu agar meningkatkan kinerjanya dan bertindak tegas jika terbukti ada pelanggaran.
Panwaslu lanjut Ali, harus memperketat pengawasan dengan melibatkan komponen masyarakat agar tidak terjadi penyebaran isu negatif.
“Panwaslu harus bertindak tegas untuk memberikan sanksi terhadap oknum-oknum yang menyebarkan isu SARA,” tuturnya.
Sementara itu, Mantan Wapres Try Soetrisno menyampaikan harapannya agar menjelang pelaksanaan putaran kedua Pilgub DKI, para pemimpin bangsa ikut aktif mendamaikan rakyat guna mewujudkan ketentraman dalam bermasyarakat.
Dalam situasi dan kondisi apa pun pemimpin itu harus siap menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi, termasuk berbagai kerusuhan berbau SARA. Karena itu, lanjut dia, Pilgub DKI harus dijauhkan dari isu SARA, agar Jakarta menjadi contoh bagi daerah-daerah di Indonesia.
“Pemimpin masyarakat itu harus mampu mendamaikan rakyat guna mewujudkan kehidupan yang tentram dalam bermasyarakat. Di mana semua pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menegakkan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Pilgub itu mesti demokratis, tertib dan aman,” tandasnya.
Ditanya tentang kasus kerusuhan berbau SARA seperti di Sampang Madura, Try Soetrisno mengaku sepenuhnya percaya kepada pemerintah dan tokoh masyarakat untuk menyelesaikannya karena mereka mengetahui akar masalah di lapangan.
“Kalau soal Sampang, serahkan kepada pemerintah dan masyarakat. Beliau-beliau itulah yang mesti aktif, antisipatif dalam menertibkan masyarakat,” imbuhnya.
(lns)