Apa motivasi KIMB?
Rabu, 29 Agustus 2012 - 19:44 WIB
Apa motivasi KIMB?
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi VII DPR RI Dewi Aryani mempertanyakan motivasi Komunitas Intelektual Muda Betawi (KIMB) yang melaporkan dirinya ke Panwaslu DKI Jakarta, terkait pernyataan kebakaran yang marak terjadi merupakan tragedi yang sistematis.
Menurut kader PDIP tersebut, tidak ada yang salah dengan pendapat yang telah disampaikannya tersebut. Terlebih, dirinya sebagai warga negara indonesia merasa punya hak untuk mengeluarkan pendapat.
"Yang paling penting, yang saya sampaikan itu fakta datanya sudah ada dan lengkap. Saya akan sampaikan data, kalau fakta tidak bisa disembumyikan dari Januari sampai sekarang ada 663 kejadian. Itu luar biasa saya cemas," jelas Dewi kepada wartawan saat mendatangi kantor Panwaslu, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dewi juga merasa aneh ketika pernyataan tersebut malah dianggap sebagai suatu upaya provokasi terhadap salah satu pasangan calon gubernur. Dewi pun menyangka, ada suatu upaya menyerang balik dirinya terkait pernyataan yang telah disampaikannya itu.
"Kok saya dimasalahkan, apa karena saya dari PDIP yang mendukung salah satu calon atau partai saya oposisi? Tidak boleh seperti itulah cara berpikirnya," tegasnya.
Ditegaskannya, dirinya tidak akan merasa takut atas laporan tersebut. Dengan adanya aduan tersebut, Dewi menganggap harus dijadikan cerminan bagi masyarakat agar tidak perlu takut dalam menyampaikan sesuatu yang benar.
"Saya ingin memberikan pecerahan kepada kita semua bahwa menyatakan pendapat itu boleh dan untuk anggota DPR adalah wajib," tandasnya.
Menurut kader PDIP tersebut, tidak ada yang salah dengan pendapat yang telah disampaikannya tersebut. Terlebih, dirinya sebagai warga negara indonesia merasa punya hak untuk mengeluarkan pendapat.
"Yang paling penting, yang saya sampaikan itu fakta datanya sudah ada dan lengkap. Saya akan sampaikan data, kalau fakta tidak bisa disembumyikan dari Januari sampai sekarang ada 663 kejadian. Itu luar biasa saya cemas," jelas Dewi kepada wartawan saat mendatangi kantor Panwaslu, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dewi juga merasa aneh ketika pernyataan tersebut malah dianggap sebagai suatu upaya provokasi terhadap salah satu pasangan calon gubernur. Dewi pun menyangka, ada suatu upaya menyerang balik dirinya terkait pernyataan yang telah disampaikannya itu.
"Kok saya dimasalahkan, apa karena saya dari PDIP yang mendukung salah satu calon atau partai saya oposisi? Tidak boleh seperti itulah cara berpikirnya," tegasnya.
Ditegaskannya, dirinya tidak akan merasa takut atas laporan tersebut. Dengan adanya aduan tersebut, Dewi menganggap harus dijadikan cerminan bagi masyarakat agar tidak perlu takut dalam menyampaikan sesuatu yang benar.
"Saya ingin memberikan pecerahan kepada kita semua bahwa menyatakan pendapat itu boleh dan untuk anggota DPR adalah wajib," tandasnya.
(hyk)