Ternyata Fadli Zon juga curigai kebakaran di DKI
Rabu, 29 Agustus 2012 - 13:53 WIB
Ternyata Fadli Zon juga curigai kebakaran di DKI
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ikut curiga dengan kasus kebakaran yang terjadi di Jakarta. Pasalnya, kawasan yang terbakar merupakan kantong suara Cagub DKI Jokowi-Ahok yang diusung Partai Gerindra.
“Kebakaran itu memang musibah, tapi kok bisa kebetulan begitu. Siapa yang harus bertanggung jawab? Masa ada 60 kali lebih dalam satu bulan, ini harus masuk rekor MURI dong,” tuturnya kepada wartawan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (28/08/12).
Ia menegaskan semestinya harus ada sistem Quick Respond dari pemerintah saat kebakaran terjadi. “Harusnya bisa dimulai dari pencegahan, ditarget sampai berapa menit petugas pemadam tiba," katanya.
Namun ia berharap peristiwa kebakaran tersebut tak akan mengacaukan kantong suara Jokowi–Ahok secara administrasi.
"Semoga banyaknya dokumen yang terbakar seperti kartu pemilih atau undangan tak akan mempengaruhi proses pemilukada, KPU harus bisa jamin itu,” tegasnya.
Terkait banyaknya selebaran gelap, katanya, itu merupakan strategi kuno yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Hal itu juga tak akan mempengaruhi pemilih Jokowi-Ahok.
Ia juga menyesalkan banyaknya kampanye hitam (black campaign) terhadap pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahja Purnama menjelang Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua.
Namun ia yakin masyarakat ibu kota sudah cerdas dan tak akan terpengaruh.
“Kebakaran itu memang musibah, tapi kok bisa kebetulan begitu. Siapa yang harus bertanggung jawab? Masa ada 60 kali lebih dalam satu bulan, ini harus masuk rekor MURI dong,” tuturnya kepada wartawan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (28/08/12).
Ia menegaskan semestinya harus ada sistem Quick Respond dari pemerintah saat kebakaran terjadi. “Harusnya bisa dimulai dari pencegahan, ditarget sampai berapa menit petugas pemadam tiba," katanya.
Namun ia berharap peristiwa kebakaran tersebut tak akan mengacaukan kantong suara Jokowi–Ahok secara administrasi.
"Semoga banyaknya dokumen yang terbakar seperti kartu pemilih atau undangan tak akan mempengaruhi proses pemilukada, KPU harus bisa jamin itu,” tegasnya.
Terkait banyaknya selebaran gelap, katanya, itu merupakan strategi kuno yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Hal itu juga tak akan mempengaruhi pemilih Jokowi-Ahok.
Ia juga menyesalkan banyaknya kampanye hitam (black campaign) terhadap pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahja Purnama menjelang Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua.
Namun ia yakin masyarakat ibu kota sudah cerdas dan tak akan terpengaruh.
(ysw)