Kekering melanda, warga ambil air hingga 7 Km

Selasa, 28 Agustus 2012 - 18:56 WIB
Kekering melanda, warga...
Kekering melanda, warga ambil air hingga 7 Km
A A A


Sindonews.com - Krisis air bersih yang dirasakan sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, semakin parah. Sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) di wilayah Banjarsari, Kabupaten Ciamis, harus menempuh perjalanan hingga tujuh kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Penderitaan ini karena ratusan sumur milik warga di permukiman penduduk tepatnya di Dusun Pangsor, Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengering. Setiap pagi dan sore, warga terpaksa harus antre untuk mendapatkan air bersih dari sumber mata air yang terletak di desa Panyutran, Kecamatan Padaherang sumber mata air panyutran.

Di Dusun Pangsor, kekeringan paling parah melanda RT 02/01. Sejak tiga bulan terakhir warga setempat cukup direpotkan dengan kebutuhan air bersih yang semakin sulit diperoleh.

"Untuk mendapatkan air bersih warga di sini harus mengambil ke desa sebelah di kecamatan yang berbeda. Jaraknya mencapai tujuh kilometer," kata Warga Dusun Pangsor Maryo (41), Ciamis, Jawa Barat, Selasa (28/8/2012).

Maryo menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir sekalipun wilayahnya sudah dilanda kekeringan, masih ada beberapa sumur warga bisa diambil airnya. "Namun, sekarang sama sekali sudah tidak ada. Semua sumur warga sudah kering, sekalipun ada sedikit kondisi airnya sudah lain," terangnya.

Warga lain Apun (38) menambahkan, selain memanfaatkan sumur warga biasanya sebelum kemarau, warga Pangsor sudah terbiasa memanfaatkan sumur bersama yang terletak di Pondok Sereh.

"Sekarang sumur yang dikenal tidak pernah kering sekalipun dilanda kemarau panjang itu akhirnya kering juga. Jelas warga kebingungan, dan terpaksa mengambil air ke desa seberang berjalan kaki hingga tujuh kilometer," tambahnya.

Kepala Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Ramli, membenarkan kondisi yang dialami sekitar 300 KK warganya di Dusun Pangsor. Menurut Ramli, sudah tiga bulan terakhir ratusan warga Pangsor mengeluhkan kesulitan air bersih.

"Sampai saat ini kami belum bisa berbuat banyak, karena kondisi kekeringan terjadi di mana-mana," kata Ramli.

Adapun upaya yang dilakukan, terang Ramli, pihaknya sudah memberikan laporan dan berkali-kali mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah. Namun hingga saat ini belum ada yang terealisasi.

"Bantuan yang kami ajukan berupa permohonan pembuatan pemasangan pipa dari sumber air di Desa Panyutran dialirkan ke perkampungan warga di Dusun Pangsor. Berdasarkan hitungan teknis, dibutuhkan alokasi anggran hingga Rp15,5 juta," terang Ramli.

Selain itu di wilayah Perkotaan Ciamis, kesulitan air bersih juga dialami ratusan warga di Dusun Balemoyan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Warga dari lima rukun tetangga di Dusun tersebut terpaksa membuat jamban bersama memanfaatkan aliran Sungai Cihaniwung. Lokasi sungai dari permukiman warga harus ditempuh lebih dari satu kilometer.

Jamban bersama yang dibuat oleh warga digunakan untuk mandi, cuci dan kakus (MCK) serta untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak.

"Karena hanya ada satu-satunya sumber air bersih maka warga harus antre. Bahkan, jadwalnya sudah digilir antara jadwal perempuan dan jadwal laki-laki," kata Neneng (37), warga Dusun Balemoyan RT03/01.

Menurut Neneng, dari mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB jamban digunakan khusus untuk para laki-laki yang hendak mandi dan mengambil air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sedangkan dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB, jamban digunakan para perempuan dan ibu rumah tangga untuk mandi dan mencuci pakaian.

"Antrean biasanya kembali terjadi antara pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Di luar jadwal itu, warga bebas mengambil air ataupun mandi," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved