Yogyakarta kekurangan 1.000 guru SD
Rabu, 29 Agustus 2012 - 04:48 WIB
Yogyakarta kekurangan 1.000 guru SD
A
A
A
Sindonews.com - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kekurangan 1.000 orang tenaga pengajar untuk sekolah tingkat dasar (SD). Sedang untuk tingkat pertama dan menengah, sudah mulai mencukupi.
"Saat ini, kita kekurangan 1.000 guru SD. Sedangkan untuk guru SMP dan SMA sederajat mencukupi," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kadarman Baskoro Aji saat berada di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (28/8/2012).
Untuk mensiasati kekurangan guru, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan Guru Tidak Tetap (GTT) di masing-masing sekolah. Selain itu, kinerja guru juga ditambah agar semua siswa dapat belajar dengan baik.
"Jam mengajar bagi guru SD itu kan 24-40 jam per-minggu. Kita optimalkan itu, kalau masih kekurangan dibantu dengan adanya guru tidak tetap," imbuhnya.
Saat disinggung berapa jumlah guru yang ada di Yogyakarta, Baskoro tidak mengetahui secara pasti. "Waduh, kalau jumlahnya ribuan, saya enggak hapal angkanya," ucapnya.
Salah satu penyebab kekurangan guru SD itu, karena tidak dibuka lowongan pendaftaran guru. Sedangkan, jumlah guru yang pensiun semakin bertambah setiap saat.
"Untuk rekutmen guru itu kan ada dari pusat (Jakarta). Kalau ada kebijakan dari pusat membuka lowongan, di daerah mengikutinya. Kita tidak bisa seenaknya sendiri membuka lowongan," bebernya.
Meski saat ini kekurangan guru SD, tetapi siswa-siswi masih bisa belajar dengan baik. "Ya optimalkan seluruh tenaga yang ada itu," pungkasnya.
"Saat ini, kita kekurangan 1.000 guru SD. Sedangkan untuk guru SMP dan SMA sederajat mencukupi," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kadarman Baskoro Aji saat berada di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (28/8/2012).
Untuk mensiasati kekurangan guru, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan Guru Tidak Tetap (GTT) di masing-masing sekolah. Selain itu, kinerja guru juga ditambah agar semua siswa dapat belajar dengan baik.
"Jam mengajar bagi guru SD itu kan 24-40 jam per-minggu. Kita optimalkan itu, kalau masih kekurangan dibantu dengan adanya guru tidak tetap," imbuhnya.
Saat disinggung berapa jumlah guru yang ada di Yogyakarta, Baskoro tidak mengetahui secara pasti. "Waduh, kalau jumlahnya ribuan, saya enggak hapal angkanya," ucapnya.
Salah satu penyebab kekurangan guru SD itu, karena tidak dibuka lowongan pendaftaran guru. Sedangkan, jumlah guru yang pensiun semakin bertambah setiap saat.
"Untuk rekutmen guru itu kan ada dari pusat (Jakarta). Kalau ada kebijakan dari pusat membuka lowongan, di daerah mengikutinya. Kita tidak bisa seenaknya sendiri membuka lowongan," bebernya.
Meski saat ini kekurangan guru SD, tetapi siswa-siswi masih bisa belajar dengan baik. "Ya optimalkan seluruh tenaga yang ada itu," pungkasnya.
(san)