2013 Ciamis tak akan kesulitan air bersih
Senin, 27 Agustus 2012 - 23:56 WIB
2013 Ciamis tak akan kesulitan air bersih
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Ciamis menjamin pada 2013 mendatang, sumber air baku di wilayah Kabupaten Ciamis akan meningkat menjadi 610 liter per detik.
Dengan tersedianya sumber air baku sebesar itu, maka setiap tahun Ciamis tidak akan mengalami kekuarangan air bersih.
“Tidak akan ada lagi tagihan pelanggan yang diputihkan karena tidak teraliri air saat musim kemarau seperti saat ini,” kata Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis Triani Puspa Dewi usai Kegiatan Halal Bihalal di Kantor PDAM Ciamis, Senin (27/8/2012).
Menurut Triani, peningkatan sumber air baku itu karena pada 2013 mendatang seluruh proyek penyehatan dan penyediaan air baku PDAM Ciamis akan tuntas. Ke depan PDAM Ciamis tidak mungkin mengalami rugi lagi.
“Proyek penyehatan itu, dilakukan dengan menambah sumber air baku dari aliran sungai Citanduy Ciamis,” tandas Triani.
Triani menjelaskan, sampai saat ini pengerjaan masih berlangsung hanya saja masih belum tuntas karena proses pengerjaannya diluar tangungjawab PDAM Ciamis.
“Pengerjaan proyek itu dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Sehingga tercapai atau tidak target penambahan sumber air baku di Ciamis bergantung pemasangan pipa transmisi sepanjang 12,9 kilometer yang dilaksanakan oleh BBWS,” tandas Triani.
Untuk musim kemarau ini, tambah Triani, sampai sekarang masih tercatat 1.074 pelanggan yang terpaksa diputihkan tagihanya karena pasokan air yang tersedia dari intake Sungai Cileueur tidak mencukupi untuk melayani kebutuhan konsumen khususnya di wilayah perkotaan Ciamis. “Saat ini intake Sungai Cileleur hanya mengalirkan air baku rata-rata sebesar 20 liter per detik,” terang Triani.
Sementara jika seluruh proyek penyehatan sudah selesai, tambah Triani, sumber air baku yang tersedia untuk melayani wilayah perkotaan Ciamis dan sekitarnya saja mencapai 220 liter per detik. Sementara untuk Cabang lain, untuk Sindangkasih tercatat rata-rata 100 liter perdetik, Pangandaran 120 liter perdetik, Lakbok 100 liter per detik, Kawali 40 liter per detik, Panumbangan 10 liter per detik dan Cisaga 20 liter per detik.
“Dengan jumlah air baku yang tersedia sebanyak itu maka kebutuhan konsumen akan terpenuhi. Saat ini, jumlah konsumen atau pelanggan PDAM tercatat 20.200 pelanggan. Pada 2013 mendatang, setelah penyehatan akan bertambah menjadi 40.000 pelanggan dan pada 2014 harus menjadi 50.500 pelanggan,” beber Triani.
Triani menambahkan, selain mengandalkan aliran sungai Citanduy, untuk menunjang pasokan kebutuhan air air baku lama seperti intake Sungai Cilelur juga tetap akan difungsikan karena statusnya milik negara tidak boleh di tutup.
“Ke depan ada lima cabang PDAM di Ciamis yang akan mengandalkan aliran sungai Citanduy, masing-masing Cabang Ciamis, Sindangkasih, Lakbok, Kawali, dan Cisaga. Sedangkan dua cabang lainya masing-masing Panumbangan tetap akan mengunakan air baku dari Sungai Cimuncang dan Pangandaran dari Ciputra Pingan,” pungkas Triani.
Sebelumnya, akibat kemarau panjang krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis. Salah satunya, di wilayah perkotaan Ciamis. Kondisi itu terjadi akibat ketersedian air baku yang digunakan oleh PDAM Ciamis dari Sungai Cileueur harus berebutan dengan petani.
Beragam cara dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satunya dilakukan Nana Juhana (48), salah seorang pembuat kincir air di Dusun Burujul RT04/05, Kelurahan Cigembor, Ciamis. Dia terpaksa membuat kincir air karena sejak musim kemarau kolam ikan miliknya tidak teraliri air.
“Ikan-ikan di kolam saya sudah banyak yang mati karena tidak mendapat pasokan air. Selain mengaliri kolam ikan, keberadaan kincir juga membantu resapan air bersih untuk sumur warga,” kata Nana.
Dengan tersedianya sumber air baku sebesar itu, maka setiap tahun Ciamis tidak akan mengalami kekuarangan air bersih.
“Tidak akan ada lagi tagihan pelanggan yang diputihkan karena tidak teraliri air saat musim kemarau seperti saat ini,” kata Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis Triani Puspa Dewi usai Kegiatan Halal Bihalal di Kantor PDAM Ciamis, Senin (27/8/2012).
Menurut Triani, peningkatan sumber air baku itu karena pada 2013 mendatang seluruh proyek penyehatan dan penyediaan air baku PDAM Ciamis akan tuntas. Ke depan PDAM Ciamis tidak mungkin mengalami rugi lagi.
“Proyek penyehatan itu, dilakukan dengan menambah sumber air baku dari aliran sungai Citanduy Ciamis,” tandas Triani.
Triani menjelaskan, sampai saat ini pengerjaan masih berlangsung hanya saja masih belum tuntas karena proses pengerjaannya diluar tangungjawab PDAM Ciamis.
“Pengerjaan proyek itu dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Sehingga tercapai atau tidak target penambahan sumber air baku di Ciamis bergantung pemasangan pipa transmisi sepanjang 12,9 kilometer yang dilaksanakan oleh BBWS,” tandas Triani.
Untuk musim kemarau ini, tambah Triani, sampai sekarang masih tercatat 1.074 pelanggan yang terpaksa diputihkan tagihanya karena pasokan air yang tersedia dari intake Sungai Cileueur tidak mencukupi untuk melayani kebutuhan konsumen khususnya di wilayah perkotaan Ciamis. “Saat ini intake Sungai Cileleur hanya mengalirkan air baku rata-rata sebesar 20 liter per detik,” terang Triani.
Sementara jika seluruh proyek penyehatan sudah selesai, tambah Triani, sumber air baku yang tersedia untuk melayani wilayah perkotaan Ciamis dan sekitarnya saja mencapai 220 liter per detik. Sementara untuk Cabang lain, untuk Sindangkasih tercatat rata-rata 100 liter perdetik, Pangandaran 120 liter perdetik, Lakbok 100 liter per detik, Kawali 40 liter per detik, Panumbangan 10 liter per detik dan Cisaga 20 liter per detik.
“Dengan jumlah air baku yang tersedia sebanyak itu maka kebutuhan konsumen akan terpenuhi. Saat ini, jumlah konsumen atau pelanggan PDAM tercatat 20.200 pelanggan. Pada 2013 mendatang, setelah penyehatan akan bertambah menjadi 40.000 pelanggan dan pada 2014 harus menjadi 50.500 pelanggan,” beber Triani.
Triani menambahkan, selain mengandalkan aliran sungai Citanduy, untuk menunjang pasokan kebutuhan air air baku lama seperti intake Sungai Cilelur juga tetap akan difungsikan karena statusnya milik negara tidak boleh di tutup.
“Ke depan ada lima cabang PDAM di Ciamis yang akan mengandalkan aliran sungai Citanduy, masing-masing Cabang Ciamis, Sindangkasih, Lakbok, Kawali, dan Cisaga. Sedangkan dua cabang lainya masing-masing Panumbangan tetap akan mengunakan air baku dari Sungai Cimuncang dan Pangandaran dari Ciputra Pingan,” pungkas Triani.
Sebelumnya, akibat kemarau panjang krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis. Salah satunya, di wilayah perkotaan Ciamis. Kondisi itu terjadi akibat ketersedian air baku yang digunakan oleh PDAM Ciamis dari Sungai Cileueur harus berebutan dengan petani.
Beragam cara dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satunya dilakukan Nana Juhana (48), salah seorang pembuat kincir air di Dusun Burujul RT04/05, Kelurahan Cigembor, Ciamis. Dia terpaksa membuat kincir air karena sejak musim kemarau kolam ikan miliknya tidak teraliri air.
“Ikan-ikan di kolam saya sudah banyak yang mati karena tidak mendapat pasokan air. Selain mengaliri kolam ikan, keberadaan kincir juga membantu resapan air bersih untuk sumur warga,” kata Nana.
(azh)