Kecelakaan selama Lebaran di Kulonprogo meningkat
Senin, 27 Agustus 2012 - 23:17 WIB
Kecelakaan selama Lebaran di Kulonprogo meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kulonprogo, Yogyakarta, selama arus mudik dan balik lebaran meningkat. Namun dari sisi kualitas, mengalami penurunan.
Kapolres Kulonprogo, AKBP K Yani Sudarto mengaku selama masa operasi ketupat Merapi 2012 kasus kecelakaan tercatat mencapai 22 kejadian. Padahal dalam periode yang sama di 2011 hanya ada 18 kejadian. Namun dari sisi kualitas mengalami peningkatan.
”Untuk korban jiwa, ada dua orang lainnya hanya mengalami luka, sedangkan tahun lalu ada empat korban jiwa,” ungkap Yani menjelaskan kepada wartawan, Senin (27/8/2012).
Menurutnya, adanya peningkatan kasus ini tidak lepas dari kebijakan PT Kereta Api Indonesia yang melakukan pembatasan penumpang. Hal ini berpengaruh terhadap melonjaknya jumlah pengguna kendaraan pribadi baik mobil dan motor. Mayoritas para korban dan kecelakaan yang terkena merupakan pengendara sepeda motor.
”Wilayah kita merupakan titik lelah pemudik, dan banyak yang menjadi jalur rawan,” tuturnya.
Selama lebaran Polres Kulonprogo menerjunkan 400 personel dan mendapatkan back up dari Kodim sebanyak 30 personel, Sat Radar, Dinas Perhubungan serta Brimob sebanyak satu satuan setingkat pleton. Sementara untuk pengamanan tempat wisata, selama operasi Ketupat Merapi ini tidak ada kejadian yang mencolok. Tidak ada korban jiwa dari pengunjung obyek wisata.
”Tidak ada kecelakaan laut yang mengakibatkan korban jiwa. Sama seperti tahun sebelumnya,” tandasnya.
Kasubag Humas Polres Kulonprogo, AKP Hendri Multi menambahkan, dalam pelaksanaan operasi Ketupat Merapi 2012 didirikan tiga posko pengamanan, satu pos pelayanan dan satu pos induk. ”Semua pos ini telah dibongkar, seiring berakhirnya masa mudik dan balik,” ujar Hendri Multi.
Kapolres Kulonprogo, AKBP K Yani Sudarto mengaku selama masa operasi ketupat Merapi 2012 kasus kecelakaan tercatat mencapai 22 kejadian. Padahal dalam periode yang sama di 2011 hanya ada 18 kejadian. Namun dari sisi kualitas mengalami peningkatan.
”Untuk korban jiwa, ada dua orang lainnya hanya mengalami luka, sedangkan tahun lalu ada empat korban jiwa,” ungkap Yani menjelaskan kepada wartawan, Senin (27/8/2012).
Menurutnya, adanya peningkatan kasus ini tidak lepas dari kebijakan PT Kereta Api Indonesia yang melakukan pembatasan penumpang. Hal ini berpengaruh terhadap melonjaknya jumlah pengguna kendaraan pribadi baik mobil dan motor. Mayoritas para korban dan kecelakaan yang terkena merupakan pengendara sepeda motor.
”Wilayah kita merupakan titik lelah pemudik, dan banyak yang menjadi jalur rawan,” tuturnya.
Selama lebaran Polres Kulonprogo menerjunkan 400 personel dan mendapatkan back up dari Kodim sebanyak 30 personel, Sat Radar, Dinas Perhubungan serta Brimob sebanyak satu satuan setingkat pleton. Sementara untuk pengamanan tempat wisata, selama operasi Ketupat Merapi ini tidak ada kejadian yang mencolok. Tidak ada korban jiwa dari pengunjung obyek wisata.
”Tidak ada kecelakaan laut yang mengakibatkan korban jiwa. Sama seperti tahun sebelumnya,” tandasnya.
Kasubag Humas Polres Kulonprogo, AKP Hendri Multi menambahkan, dalam pelaksanaan operasi Ketupat Merapi 2012 didirikan tiga posko pengamanan, satu pos pelayanan dan satu pos induk. ”Semua pos ini telah dibongkar, seiring berakhirnya masa mudik dan balik,” ujar Hendri Multi.
(azh)