Gubernur Jabar tantang ITB buat mobil dan traktor
Senin, 27 Agustus 2012 - 22:39 WIB
Gubernur Jabar tantang ITB buat mobil dan traktor
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sukses merancang mobil balap MNC Formula Mushika Institut Teknologi Bandung (ITB), Tim Mushika mendapat tantangan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. ITB ditantang membuat mobil pribadi dan traktor untuk pertanian di Jabar.
Tantangan itu disampaikan Heryawan di sela-sela launching mobil balap MNC Formula Mushika ITB yang akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti Formula Society of Automotive Engineers Internastional (SAE) khusus mahasiswa, 3-7 September 2012.
"Ketiksa selesai urusan Jepang ini saya minta coba dibuat mobil untuk masyarakat Indonesia. Jika mobil pertama jadi, saya yang akan membeli langsung nanti yah. Jadi kalau Jokowi punya mobil Esemka, saya punya mobil ITB nanti," kata Heryawan, sambil tertawa, di Bandung, Jabar, Senin (27/8/2012).
Dia meminta supaya ITB membuat mobil jenis MPV berbahan bakar BBM atau listrik. Selain itu, dia juga meminta ITB membuat traktor untuk mengolah lahan pertanian di Jabar.
"Kalau tahun depan ITB bisa membuat 1.000 traktor, untuk Provinsi Jabar saya beli seluruhnya," janjinya.
Menurutnya, pembuatan traktor dalam negeri sangat penting mengingat Indonesia negara pertanian. Di Korea traktor dibuat khusus di dalam negeri, dengan mekanik-mekanik lokal lalu disesuaikan dengan konsisi alamnya.
"Kita juga wajar untuk pertanian kita, pertahankan kualitas pertanian, alam, saya kira bisa (buat traktor)," ujarnya.
Saat ini, traktor yang digunakan oleh para petani di Jabar memakai buatan Jepang. Pihaknya sendiri selama dua tahun ke depan membagi-bagikan 1.250 traktor buatan Jepang untuk petani Jabar. Menurutnya, bisa saja ITB membuat traktor dengan mesin traktor buatan Jepang itu.
"Di sini bisa saja gunakan mesin Kubota (Jepang) rakitan ITB, dengan harga miring, tetapi jika harganya sama yang penting ada keberpihakan kepada anak bangsa yang membuatnya," ujarnya.
Lanjutnya, jika ITB bisa membuat traktor pihaknya berjanji akan menjadi yang pertama membelinya. Tujuannya, supaya teknologi anak bangsa makin berkembang. Penciptaan teknologi oleh anak bangsa perlu dukungan dalam negeri.
"Kalau tidak dibeli tidak akan berkembang. Kalau anak bangsa buat teknologi baru maka perlu publikasi dan pembeliannya. Pembeliannya harus ada pembelian ideologis. Traktor buatan orang dengan trakor buatan kita, wah ini ideologis, kita beli buatan kita, supaya maju dan bersaing dengan teknologi buatan luar," kata Politikus PKS itu.
Tidak hanya meminta dibuatkan mobil pribadi dan traktor, Heryawan juga berharap ITB mampu menciptakan mesin-mesin kendaraan. Menurutnya, di Asia saat ini pembuat mesin didominasi oleh Jepang, Korea, dan Cina. Ke depan dia berharap mesin pun bisa diciptakan anak bangsa.
Sehingga anak bangsa tidak hanya bisa merancang tetapi sekalibus membuat mesinnya. Insya Allah Indonesia dengan diplopori ITB jangan hanya buat mobil, tetapi bisa membuat mesin," harapnya.
Tantangan itu disampaikan Heryawan di sela-sela launching mobil balap MNC Formula Mushika ITB yang akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti Formula Society of Automotive Engineers Internastional (SAE) khusus mahasiswa, 3-7 September 2012.
"Ketiksa selesai urusan Jepang ini saya minta coba dibuat mobil untuk masyarakat Indonesia. Jika mobil pertama jadi, saya yang akan membeli langsung nanti yah. Jadi kalau Jokowi punya mobil Esemka, saya punya mobil ITB nanti," kata Heryawan, sambil tertawa, di Bandung, Jabar, Senin (27/8/2012).
Dia meminta supaya ITB membuat mobil jenis MPV berbahan bakar BBM atau listrik. Selain itu, dia juga meminta ITB membuat traktor untuk mengolah lahan pertanian di Jabar.
"Kalau tahun depan ITB bisa membuat 1.000 traktor, untuk Provinsi Jabar saya beli seluruhnya," janjinya.
Menurutnya, pembuatan traktor dalam negeri sangat penting mengingat Indonesia negara pertanian. Di Korea traktor dibuat khusus di dalam negeri, dengan mekanik-mekanik lokal lalu disesuaikan dengan konsisi alamnya.
"Kita juga wajar untuk pertanian kita, pertahankan kualitas pertanian, alam, saya kira bisa (buat traktor)," ujarnya.
Saat ini, traktor yang digunakan oleh para petani di Jabar memakai buatan Jepang. Pihaknya sendiri selama dua tahun ke depan membagi-bagikan 1.250 traktor buatan Jepang untuk petani Jabar. Menurutnya, bisa saja ITB membuat traktor dengan mesin traktor buatan Jepang itu.
"Di sini bisa saja gunakan mesin Kubota (Jepang) rakitan ITB, dengan harga miring, tetapi jika harganya sama yang penting ada keberpihakan kepada anak bangsa yang membuatnya," ujarnya.
Lanjutnya, jika ITB bisa membuat traktor pihaknya berjanji akan menjadi yang pertama membelinya. Tujuannya, supaya teknologi anak bangsa makin berkembang. Penciptaan teknologi oleh anak bangsa perlu dukungan dalam negeri.
"Kalau tidak dibeli tidak akan berkembang. Kalau anak bangsa buat teknologi baru maka perlu publikasi dan pembeliannya. Pembeliannya harus ada pembelian ideologis. Traktor buatan orang dengan trakor buatan kita, wah ini ideologis, kita beli buatan kita, supaya maju dan bersaing dengan teknologi buatan luar," kata Politikus PKS itu.
Tidak hanya meminta dibuatkan mobil pribadi dan traktor, Heryawan juga berharap ITB mampu menciptakan mesin-mesin kendaraan. Menurutnya, di Asia saat ini pembuat mesin didominasi oleh Jepang, Korea, dan Cina. Ke depan dia berharap mesin pun bisa diciptakan anak bangsa.
Sehingga anak bangsa tidak hanya bisa merancang tetapi sekalibus membuat mesinnya. Insya Allah Indonesia dengan diplopori ITB jangan hanya buat mobil, tetapi bisa membuat mesin," harapnya.
(mhd)