Terekam CCTV, kasir Alfamidi ditodong rampok
Senin, 27 Agustus 2012 - 18:03 WIB
Terekam CCTV, kasir Alfamidi ditodong rampok
A
A
A
Sindonews.com - Eka Ariyadi, seorang kasir supermarket Alfamidi, di Jalan KH Hasyim Ashari, No. 90, RT 04/07, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, ditodong perampok bersenjata api jenis revolver.
Perampok itu berhasil membawa uang tunai senilai Rp700 juta dan sebuah minuman kaleng merek Kratingdaeng, pada Minggu 26 Agustus 2012 sekira pukul 01.30 WIB.
Syamsul, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, pelaku memiliki ciri-ciri berkulit putih, berkumis, mengenakan topi dan kacamata. Pelaku juga mengenakan celana pendek dan berusia sekira 30 tahunan.
Peristiwa itu terjadi di saat toko dijaga oleh tiga orang, yakni kasir Eka Afriyadi, sales penjaga Syamsul, dan seorang supervisor toko Ridwan.
Ketika peristiwa itu terjadi, Ridwan sedang menghitung transaksi di dalam kantor yang berada di bagian belakang toko. Pelaku yang mengenakan mobil Toyota Vios berwarna biru itu, datang sendirian ke dalam Alfamidi, dengan berpura-pura sebagai pembeli.
"Setelah masuk, saya sebenarnya sudah menaruh curiga, karena gerak-geriknya memang sangat mencurigakan. Dia keliling toko, seperti orang bingung mencari sesuatu," kata Syamsul, kepada wartawan, Senin (27/8/2012).
Setelah berkeliling, pelaku mengambil minuman kaleng. Sikap pelaku saat itu, ternyata untuk mengulur waktunya sampai pembeli lainnya pergi. "Setelah posisi toko dalam keadaan sepi, dia lalu ke kasir. Saya pikir sudah aman, karena dia tidak mencuri barang dan sudah pergi ke kasir untuk membayar minuman," kata Syamsul.
Tetapi rupanya dugaan Syamsul meleset. Ketika berada di kasir, pelaku yang dalam tayangan CCTV terlihat jelas memaksa Eka untuk memberikan uang setelah ditodong.
"Sewaktu di kasir, pelaku sempat melirik ke kanan, kiri, dan belakang. Kemudian dia meminta minumannya dibungkus dengan plastik yang kecil. Begitu Eka mengambil plastik, pelaku langsung menodongkan senjata api," terangnya.
Eka kemudian sempat mundur, karena terkejut melihat pria tersebut menodongkan senjata api ke arahnya. "Saat itu Eka menyerahkan keinginan pelaku yang meminta uang di dalam kasir untuk diserahkan kepada pelaku. Sayangnya Eka tidak langsung berteriak, dia langsung mendekati saya dan bilang kalau yang tadi itu maling, setelah pelaku kabur," tukasnya.
Perampok itu berhasil membawa uang tunai senilai Rp700 juta dan sebuah minuman kaleng merek Kratingdaeng, pada Minggu 26 Agustus 2012 sekira pukul 01.30 WIB.
Syamsul, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, pelaku memiliki ciri-ciri berkulit putih, berkumis, mengenakan topi dan kacamata. Pelaku juga mengenakan celana pendek dan berusia sekira 30 tahunan.
Peristiwa itu terjadi di saat toko dijaga oleh tiga orang, yakni kasir Eka Afriyadi, sales penjaga Syamsul, dan seorang supervisor toko Ridwan.
Ketika peristiwa itu terjadi, Ridwan sedang menghitung transaksi di dalam kantor yang berada di bagian belakang toko. Pelaku yang mengenakan mobil Toyota Vios berwarna biru itu, datang sendirian ke dalam Alfamidi, dengan berpura-pura sebagai pembeli.
"Setelah masuk, saya sebenarnya sudah menaruh curiga, karena gerak-geriknya memang sangat mencurigakan. Dia keliling toko, seperti orang bingung mencari sesuatu," kata Syamsul, kepada wartawan, Senin (27/8/2012).
Setelah berkeliling, pelaku mengambil minuman kaleng. Sikap pelaku saat itu, ternyata untuk mengulur waktunya sampai pembeli lainnya pergi. "Setelah posisi toko dalam keadaan sepi, dia lalu ke kasir. Saya pikir sudah aman, karena dia tidak mencuri barang dan sudah pergi ke kasir untuk membayar minuman," kata Syamsul.
Tetapi rupanya dugaan Syamsul meleset. Ketika berada di kasir, pelaku yang dalam tayangan CCTV terlihat jelas memaksa Eka untuk memberikan uang setelah ditodong.
"Sewaktu di kasir, pelaku sempat melirik ke kanan, kiri, dan belakang. Kemudian dia meminta minumannya dibungkus dengan plastik yang kecil. Begitu Eka mengambil plastik, pelaku langsung menodongkan senjata api," terangnya.
Eka kemudian sempat mundur, karena terkejut melihat pria tersebut menodongkan senjata api ke arahnya. "Saat itu Eka menyerahkan keinginan pelaku yang meminta uang di dalam kasir untuk diserahkan kepada pelaku. Sayangnya Eka tidak langsung berteriak, dia langsung mendekati saya dan bilang kalau yang tadi itu maling, setelah pelaku kabur," tukasnya.
(san)