Diduga stres, ayah gorok anak kandung
Minggu, 26 Agustus 2012 - 10:12 WIB
Diduga stres, ayah gorok anak kandung
A
A
A
Sindonews.com - Seorang ayah tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih balita di rumahnya di Jalan Raya PKP No 10 RT 08/08 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu 25 Agustus 2012 lalu.
Pelaku diketahui bernama Ivan Reza Pahlevi (32), diduga telah membunuh darah dagingnya sendiri bernama Kaysa Ivanna Salsabila (4), dengan sebilah celurit. Saat ditemukan, korban telah bersimbah darah di dalam kamar dengan luka tusukan dibagian leher sebelah kiri dan kanan.
Setelah melancarkan aksi sadisnya, pelaku kemudian mendatangi rumah Nurbaeti (61), ibu kandungnya dan mengatakan telah membunuh putri bungsunya tersebut dan berencana melarikan diri. Namun, belum lagi rencana kaburnya kesampaian, pelaku sudah keburu diamankan oleh warga setempat yang telah mendapatkan informasi dari Edi sughiyadi (70), ayah pelaku.
Pelaku pun kemudian digelandang ke Mapolsek Ciracas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bambang, warga sekitar menuturkan pelaku diduga nekat melakukan aksi kejamnya lantaran stres dengan kehidupan rumah tangganya yang berantakan, setelah beberapa waktu lalu bercerai dengan sang istri.
"Dia sudah cerai tiga tahun dengan istrinya. Mungkin karena istrinya sudah menikah lagi dengan orang lain makanya dia jadi stres, dan melampiaskan kekesalan kepada buah hati mereka," ungkap Bambang di Jakarta, Minggu (26/8/2012).
Bambang melanjutkan, pernikahan pelaku dengan seorang wanita bernama Nur tidak bertahan lama. Mengenai pergaulan sehari-hari dengan tetangga, pelaku dikenal baik dan sopan. "Kami sama sekali tidak menyangka jika dia bisa berbuat tega seperti ini," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Ciracas Kompol Senen menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti termasuk mengamankan sebilah celurit yang diduga telah digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa anaknya. "Hingga saat ini sudah ada empat saksi yang kita mintai keterangannya, pelaku pun sudah kami amankan," tutur Senen.
Lebih lanjut, Senen juga mengatakan korban sudah dikirim ke RSCM untuk dilakukan otopsi, sementara hingga saat ini pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan aksi kejamnya tersebut. "Masih kita dalami motifnya apa, sementara karena kekesalan terhadap istrinya, namun belum bisa kita simpulkan," tutupnya.
Pelaku diketahui bernama Ivan Reza Pahlevi (32), diduga telah membunuh darah dagingnya sendiri bernama Kaysa Ivanna Salsabila (4), dengan sebilah celurit. Saat ditemukan, korban telah bersimbah darah di dalam kamar dengan luka tusukan dibagian leher sebelah kiri dan kanan.
Setelah melancarkan aksi sadisnya, pelaku kemudian mendatangi rumah Nurbaeti (61), ibu kandungnya dan mengatakan telah membunuh putri bungsunya tersebut dan berencana melarikan diri. Namun, belum lagi rencana kaburnya kesampaian, pelaku sudah keburu diamankan oleh warga setempat yang telah mendapatkan informasi dari Edi sughiyadi (70), ayah pelaku.
Pelaku pun kemudian digelandang ke Mapolsek Ciracas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bambang, warga sekitar menuturkan pelaku diduga nekat melakukan aksi kejamnya lantaran stres dengan kehidupan rumah tangganya yang berantakan, setelah beberapa waktu lalu bercerai dengan sang istri.
"Dia sudah cerai tiga tahun dengan istrinya. Mungkin karena istrinya sudah menikah lagi dengan orang lain makanya dia jadi stres, dan melampiaskan kekesalan kepada buah hati mereka," ungkap Bambang di Jakarta, Minggu (26/8/2012).
Bambang melanjutkan, pernikahan pelaku dengan seorang wanita bernama Nur tidak bertahan lama. Mengenai pergaulan sehari-hari dengan tetangga, pelaku dikenal baik dan sopan. "Kami sama sekali tidak menyangka jika dia bisa berbuat tega seperti ini," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Ciracas Kompol Senen menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti termasuk mengamankan sebilah celurit yang diduga telah digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa anaknya. "Hingga saat ini sudah ada empat saksi yang kita mintai keterangannya, pelaku pun sudah kami amankan," tutur Senen.
Lebih lanjut, Senen juga mengatakan korban sudah dikirim ke RSCM untuk dilakukan otopsi, sementara hingga saat ini pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan aksi kejamnya tersebut. "Masih kita dalami motifnya apa, sementara karena kekesalan terhadap istrinya, namun belum bisa kita simpulkan," tutupnya.
(lil)