Warga NTT kesulitan air bersih
Sabtu, 25 Agustus 2012 - 16:32 WIB
Warga NTT kesulitan air bersih
A
A
A
Sindonews.com - Musim kemarau tiba, warga kota Kefamenanu Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai kesulitan memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan dasar ini mereka terpaksa berjalan kaki menempuh belasan kilometer. Jika memiliki uang, mereka harus membeli air tangki yang harganya bisa mencapai Rp350 ribu pertangki ukuran 5.000 liter.
Kesulitan akan air bersih mulai dirasakan warga Kota Kefamenanu NTT sejak beberapa pekan belakangan ini. Untuk memenuhi kebutuhan air mereka harus pesan air bersih melalui tangki air milik pengusaha. Sementara, pasokan air bersih dari PDAM sudah berkurang lantaran debit air mulai menurun.
“Mulai tahun 2012 ini air kurang lancar, kalau tahun-tahun lalu agak lancar jadi kita tidak beli. Tapi kali ini beli tiap bulan, satu bulan bisa dua tangki, kami minta. Ya biar satu minggu dua tiga jam ngalir yang penting lancarlah. Kan keperluan untuk minum sehari-hari itu yang penting." papar Ibu Asmuni, warga Kefamenanu, Sabtu, (25/08/2012)
Bagi yang memiliki uang, dengan sulitnya mendapatkan air bersih seperi tidak masalah. Namun bagi warga yang hidup pas-pasan, terpaksa berjalan kaki belasan kilometer untuk mendapatkan sumber air.
Mereka mengais pinggiran sungai atau kali untuk mendapatkan air bersih yang belum tentu layak untuk dikonsumsi. Jika tak segera ditangani, seperti tahun-tahun sebelumnya krisis air seperti ini biasanya akan memicu munculnya wabah kelaparan dan penyakit.
Kesulitan air bersih untuk warga Timor Tengah Utara, malah membuat sejumlah pengusaha tangki air tersenyum lebar. Betaptidak salah satu sumur milik pengusaha ini menjadi tumpuan harapan warga yang ingin membeli air bersih.
Dalam sehari mereka mengaku melayani sepuluh pelanggan. Soal besar kecilnya tarif disesuaikan dengan jarak tempuh, kondisi ini akan terus berlangsung hingga awal musim hujan nanti.
“Sekarang kami kewalahan melayani pembeli air tangki. Soal harga, kalau pengiriman jarak dekat hanya Rp75 ribu tapi kalau sudah luar kota bisa Rp250 ribu-Rp300 ribu,” ujar Maksi, sopir truk tangki air bersih.
Kesulitan akan air bersih mulai dirasakan warga Kota Kefamenanu NTT sejak beberapa pekan belakangan ini. Untuk memenuhi kebutuhan air mereka harus pesan air bersih melalui tangki air milik pengusaha. Sementara, pasokan air bersih dari PDAM sudah berkurang lantaran debit air mulai menurun.
“Mulai tahun 2012 ini air kurang lancar, kalau tahun-tahun lalu agak lancar jadi kita tidak beli. Tapi kali ini beli tiap bulan, satu bulan bisa dua tangki, kami minta. Ya biar satu minggu dua tiga jam ngalir yang penting lancarlah. Kan keperluan untuk minum sehari-hari itu yang penting." papar Ibu Asmuni, warga Kefamenanu, Sabtu, (25/08/2012)
Bagi yang memiliki uang, dengan sulitnya mendapatkan air bersih seperi tidak masalah. Namun bagi warga yang hidup pas-pasan, terpaksa berjalan kaki belasan kilometer untuk mendapatkan sumber air.
Mereka mengais pinggiran sungai atau kali untuk mendapatkan air bersih yang belum tentu layak untuk dikonsumsi. Jika tak segera ditangani, seperti tahun-tahun sebelumnya krisis air seperti ini biasanya akan memicu munculnya wabah kelaparan dan penyakit.
Kesulitan air bersih untuk warga Timor Tengah Utara, malah membuat sejumlah pengusaha tangki air tersenyum lebar. Betaptidak salah satu sumur milik pengusaha ini menjadi tumpuan harapan warga yang ingin membeli air bersih.
Dalam sehari mereka mengaku melayani sepuluh pelanggan. Soal besar kecilnya tarif disesuaikan dengan jarak tempuh, kondisi ini akan terus berlangsung hingga awal musim hujan nanti.
“Sekarang kami kewalahan melayani pembeli air tangki. Soal harga, kalau pengiriman jarak dekat hanya Rp75 ribu tapi kalau sudah luar kota bisa Rp250 ribu-Rp300 ribu,” ujar Maksi, sopir truk tangki air bersih.
(ysw)