Polisi dianiaya, senjata dibawa kabur
Sabtu, 25 Agustus 2012 - 14:37 WIB
Polisi dianiaya, senjata dibawa kabur
A
A
A
Sindonews.com - Seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek Serbelawan, Polres Simalungun, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Satar Tampubolon menjadi korban penganiayaan, semalam (Jumat, 24 Agustus 2012). Para pelaku yang diduga lebih dari dua orang juga merampas senjata api laras panjang V2 yang dipegang korban saat kejadian.
Hingga, Sabtu (25/8/2012), polisi masih melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku penganiayaan. Informasi dari Mapolres Simalungun, korban Aiptu Satar Tampubolon saat kejadian sedang melakukan tugas pengamanan di areal perkebunan sawit PTPN III di Desa Dolok Ilir,Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Korban yang mendapat serangan mendadak dan bertubi-tubi langsung tersungkur tidak sadarkan diri. Begitu pingsan, pelaku langsung merampas senjata api laras panjang jenis V2 yang dibawa korban.
Beberapa saat setelah kejadian, aparat Polres Simalungun sempat melakukan razia di sejumlah pintu masuk dan keluar di lokasi kejadian. Namun hingga Sabtu (25/8/2012) siang jejak pelaku belum juga ditemukan.
Kapolsek Serbelawan, AKP K Manurung yang dihubungi melalui telepon enggan memberikan penjelasan terkait kejadian itu. Kapolsek meminta supaya menghubungi humas Polres Simalungun. “Kami masih melakukan penyelidikan, untuk detail penjelasan terkait kejadiannya hubungi Kasubbag Humas Polres Simalungun ya,” ujar Manurung.
Sementara itu Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar mengatakan, sejauh ini polisi menduga kuat motif penganiayaan terhadap korban Aiptu Satar Tampubolon adalah perampokan.
“Para pelaku diduga akan melakukan perampokan peralatan komputer yang dijaga korban di tempat kejadian, namun tidak berhasil dan selanjutnya menganiaya korban serta melarikan senjata api yang dipegangnya,” ujar Agus.
Polres Simalungun tandasnya sudah membentuk empat tim gabungan untuk memburu pelaku penganiayaan dan perampasan senjata Aiptu Satar Tampubolon.
Sementara itu hingga kemarin sore,korban Aiptu Satar Tampubolon masih menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Umum (RSU) Vita Insani Pematangsiantar.
Pihak keluarga belum memberikan ijin kepada para jurnalis untuk mengambil photo atau mewawancarai korban dengan alasan korban masih menjalani perawatan.
Hingga, Sabtu (25/8/2012), polisi masih melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku penganiayaan. Informasi dari Mapolres Simalungun, korban Aiptu Satar Tampubolon saat kejadian sedang melakukan tugas pengamanan di areal perkebunan sawit PTPN III di Desa Dolok Ilir,Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Korban yang mendapat serangan mendadak dan bertubi-tubi langsung tersungkur tidak sadarkan diri. Begitu pingsan, pelaku langsung merampas senjata api laras panjang jenis V2 yang dibawa korban.
Beberapa saat setelah kejadian, aparat Polres Simalungun sempat melakukan razia di sejumlah pintu masuk dan keluar di lokasi kejadian. Namun hingga Sabtu (25/8/2012) siang jejak pelaku belum juga ditemukan.
Kapolsek Serbelawan, AKP K Manurung yang dihubungi melalui telepon enggan memberikan penjelasan terkait kejadian itu. Kapolsek meminta supaya menghubungi humas Polres Simalungun. “Kami masih melakukan penyelidikan, untuk detail penjelasan terkait kejadiannya hubungi Kasubbag Humas Polres Simalungun ya,” ujar Manurung.
Sementara itu Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar mengatakan, sejauh ini polisi menduga kuat motif penganiayaan terhadap korban Aiptu Satar Tampubolon adalah perampokan.
“Para pelaku diduga akan melakukan perampokan peralatan komputer yang dijaga korban di tempat kejadian, namun tidak berhasil dan selanjutnya menganiaya korban serta melarikan senjata api yang dipegangnya,” ujar Agus.
Polres Simalungun tandasnya sudah membentuk empat tim gabungan untuk memburu pelaku penganiayaan dan perampasan senjata Aiptu Satar Tampubolon.
Sementara itu hingga kemarin sore,korban Aiptu Satar Tampubolon masih menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Umum (RSU) Vita Insani Pematangsiantar.
Pihak keluarga belum memberikan ijin kepada para jurnalis untuk mengambil photo atau mewawancarai korban dengan alasan korban masih menjalani perawatan.
(ysw)