Foke: Tak masuk akal kebakaran dikaitkan politik
Kamis, 23 Agustus 2012 - 16:01 WIB
Foke: Tak masuk akal kebakaran dikaitkan politik
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa kebakaran yang terjadi sebelum Hari Raya Idul Fitri terus saja dikait-kaitkan dengan rencana Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.
Bahkan, ada yang menduga kebakaran itu disengaja, mengingat terjadinya di basis-basis suara lawan poltik Fauzi Bowo (Foke) yakni Joko Widodo (Jokowi).
Menanggapi hal itu, Foke mengatakan, isu yang mengaitkan kebakaran itu dengan politik tidak masuk akal. Pihaknya saat ini menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.
"Itu namanya pikiraan ngeres. Kita akan tunggu hasil penelitian Polisi," tegas Foke saat silaturahmi di Gedung Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/8/2012).
Dia justru balik bertanya kepada para pemburu berita, apakah setuju dengan apa yang dia utarakan tadi. "Anda pendapatnya bagaimana? Setuju kan? Sama kan dengan saya?"
Sebelumnya, isu keterkaitan Foke dalam kebakaran di beberapa tempat sempat mencuat. Pasalnya, kebakaran tersebut berlangsung secara berurutan dan sistematis, serta kebetulan merupakan kantung suara Jokowi.
Kejadian kebakaran terjadi pertama pada Rabu 8 Agustus di Pekojan suara Foke 26,73 persen, suara Jokowi 61,35 persen. Kemudian Pinangsia yang terbakar pada Minggu 12 Agustus suara Foke 33,02 persen, suara Jokowi 56,45 persen yang bersamaan dengan kebakaran di Glodok di mana Foke mendapat 16,63 persen, dan suara Jokowi 77,30 persen.
Sedangkan, di Pondok Bambu juga terjadi kebakaran pada Rabu 15 Agustus, suara Foke 35,66 persen, dan suara Jokowi 39,14 persen.
Diikuti kebakaran di Karet Tengsin, Kamis 16 Agustus, suara Foke 36,01 persen, dan suara Jokowi 39,36 persen.
Kemudian di Kapuk Muara dan Cideng juga terjadi kebakaran pada Rabu 22 Agustus di mana Foke masing-masing mendapat suara di bawah Jokowi.
Bahkan, ada yang menduga kebakaran itu disengaja, mengingat terjadinya di basis-basis suara lawan poltik Fauzi Bowo (Foke) yakni Joko Widodo (Jokowi).
Menanggapi hal itu, Foke mengatakan, isu yang mengaitkan kebakaran itu dengan politik tidak masuk akal. Pihaknya saat ini menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.
"Itu namanya pikiraan ngeres. Kita akan tunggu hasil penelitian Polisi," tegas Foke saat silaturahmi di Gedung Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/8/2012).
Dia justru balik bertanya kepada para pemburu berita, apakah setuju dengan apa yang dia utarakan tadi. "Anda pendapatnya bagaimana? Setuju kan? Sama kan dengan saya?"
Sebelumnya, isu keterkaitan Foke dalam kebakaran di beberapa tempat sempat mencuat. Pasalnya, kebakaran tersebut berlangsung secara berurutan dan sistematis, serta kebetulan merupakan kantung suara Jokowi.
Kejadian kebakaran terjadi pertama pada Rabu 8 Agustus di Pekojan suara Foke 26,73 persen, suara Jokowi 61,35 persen. Kemudian Pinangsia yang terbakar pada Minggu 12 Agustus suara Foke 33,02 persen, suara Jokowi 56,45 persen yang bersamaan dengan kebakaran di Glodok di mana Foke mendapat 16,63 persen, dan suara Jokowi 77,30 persen.
Sedangkan, di Pondok Bambu juga terjadi kebakaran pada Rabu 15 Agustus, suara Foke 35,66 persen, dan suara Jokowi 39,14 persen.
Diikuti kebakaran di Karet Tengsin, Kamis 16 Agustus, suara Foke 36,01 persen, dan suara Jokowi 39,36 persen.
Kemudian di Kapuk Muara dan Cideng juga terjadi kebakaran pada Rabu 22 Agustus di mana Foke masing-masing mendapat suara di bawah Jokowi.
(lns)