Stok darah PMI tinggal 36 kantong
Selasa, 14 Agustus 2012 - 21:29 WIB
Stok darah PMI tinggal 36 kantong
A
A
A
Sindonews.com - Selama Ramadan, stok darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Salatiga kian ini menipis karena PMI kesulitan mencari pendonor. Saat ini stok darah yang tersedia hanya 36 kantong atau hanya cukup untuk dua hari kedepan.
Stok darah yang tersedia meliputi golongan darah A tujuh kantong, golongan darah B 19 kantong, golongan darah O sembilan kantong, dan golongan darah AB hanya tinggal satu kantong.
Kepala PMI Cabang Kota Salatiga Tri Sukrisdianto menjelaskan, kebutuhan
darah di Salatiga setiap hari mencapai 15 kantong. Sehingga stok darah yang tersedia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan darah di Salatiga selama dua hari ke depan. "Persedian darah sudah menipis. Idealnya stok darah cukup untuk tujuh hari kedepan," katanya, Selasa (14/8/2012).
Menurut dia, penurunan stok darah ini disebabkan selama bulan Ramadan
jumlah pendonor darah menurun. Karena sebagian besar pendonor darah
sedang menjalankan ibadah puasa.
Untuk menambah jumlah persediaan, PMI akan menggelar sejumlah kegiatan. Rencananya, PMI akan membuat program donor darah yang dikemas bersama kegiatan tarawih dan silaturahim (tarhim) yang dilakukan disejumlah tempat.
Pada akhir tarhim bulan Ramadan ini, PMI akan menggelar donor darah di PT Damatex. Para karyawan pabrik tekstil tersebut diminta untuk mengikuti kegiatan tersebut dan bersedia mendonorkan darahnya. "Kami berharap kegiatan ini bisa menambah stok darah agar pada lebaran nanti tidak kehabisan stok," tandasnya.
Petugas aktaper atau pengambil darah di PMI Cabang Kota Salatiga Aryuni
menambahkan, meski stok darah mengalami penurunan selama bulan Ramadan,
tapi PMI Cabang Salatiga tetap selalu mampu memenuhi kebutuhan darah bagi mereka yang membutuhkan. Apalagi kebutuhan untuk Kota Salatiga tidak terlalu besar.
Dia menjelaskan, golongan darah yang paling banyak dibutuhkan adalah O,
sedang yang paling sedikit AB. Hingga saat ini, PMI masih bisa memenuhi
kebutuhan darah di Salatiga.
Stok darah yang tersedia meliputi golongan darah A tujuh kantong, golongan darah B 19 kantong, golongan darah O sembilan kantong, dan golongan darah AB hanya tinggal satu kantong.
Kepala PMI Cabang Kota Salatiga Tri Sukrisdianto menjelaskan, kebutuhan
darah di Salatiga setiap hari mencapai 15 kantong. Sehingga stok darah yang tersedia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan darah di Salatiga selama dua hari ke depan. "Persedian darah sudah menipis. Idealnya stok darah cukup untuk tujuh hari kedepan," katanya, Selasa (14/8/2012).
Menurut dia, penurunan stok darah ini disebabkan selama bulan Ramadan
jumlah pendonor darah menurun. Karena sebagian besar pendonor darah
sedang menjalankan ibadah puasa.
Untuk menambah jumlah persediaan, PMI akan menggelar sejumlah kegiatan. Rencananya, PMI akan membuat program donor darah yang dikemas bersama kegiatan tarawih dan silaturahim (tarhim) yang dilakukan disejumlah tempat.
Pada akhir tarhim bulan Ramadan ini, PMI akan menggelar donor darah di PT Damatex. Para karyawan pabrik tekstil tersebut diminta untuk mengikuti kegiatan tersebut dan bersedia mendonorkan darahnya. "Kami berharap kegiatan ini bisa menambah stok darah agar pada lebaran nanti tidak kehabisan stok," tandasnya.
Petugas aktaper atau pengambil darah di PMI Cabang Kota Salatiga Aryuni
menambahkan, meski stok darah mengalami penurunan selama bulan Ramadan,
tapi PMI Cabang Salatiga tetap selalu mampu memenuhi kebutuhan darah bagi mereka yang membutuhkan. Apalagi kebutuhan untuk Kota Salatiga tidak terlalu besar.
Dia menjelaskan, golongan darah yang paling banyak dibutuhkan adalah O,
sedang yang paling sedikit AB. Hingga saat ini, PMI masih bisa memenuhi
kebutuhan darah di Salatiga.
(ysw)