Awas, pemerasan bermodus sidak makanan marak

Selasa, 14 Agustus 2012 - 19:22 WIB
Awas, pemerasan bermodus...
Awas, pemerasan bermodus sidak makanan marak
A A A
Sindonews.com - Satu lagi tindakan kejahatan pemerasan berkedok aktivitas Inspeksi Mendadak (Sidak) mulai marak di Kabupaten Lahat. Mengatasnamakan sebuah lembaga yang menangani keluhan konsumen, sejumlah oknum masyarakat nekat mendatangi minimarket atau toko serba ada untuk memeriksa makanan dan minuman yang berada di rak rak pajangan.

Ironisnya, jika ternyata diketahui telah kedaluwarsa, sang empunya toko justru dimintai sejumlah uang dengan dasar telah melanggar undang undang dan membahayakan konsumen.

“Modusnya seperti itu. Bahkan, mereka benar benar meyakinkan. Hanya saja, hanya bertiga atau berempat,” ujar Yan, salah satu pegawai Indomaret di Kelurahan Talang Jawa Selatan menjelaskan kepada wartawan, Selasa (14/8/2012).

Kekhawatiran Yan sempat memuncak saat, tim gabungan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Dinkes, Disperindag serta Satpol PP. Mulanya Yan, tidak percaya jika itu merupakan sidak yang digelar pemkab Lahat. Setelah diberi pengarahan dan surat tugas, barulah para pegawai Indomaret tersebut percaya.

Ketua YLKI Kabupaten Lahat, Sanderson membenarkan jika adanya aksi pemerasan berkedok sidak yang dilakukan segelintir oknum. Bahkan, tak tanggung tanggung oknum tersebut mencatut nama YLKI untuk menakut nakuti produsen dan penjual.

“Jika YLKI melakukan sidak, itu selalu bersama tim dan tidak pernah melaksanakan sendiri sendiri. Jadi jika memang produsen ada yang keberatan, silahkan tolak sidak itu,” tegas Sanderson di sela sidak makanan dan minuman kedaluwarsa.

Mengenai hasil sidak, setidaknya ada beberapa titik, titik yang dijadikan lokasi di antaranya, Chandra Mart, SM, Indomaret serta minimarket yang ada di Kota Lahat.

“Hasilnya ada beberapa toko swalayan yang masih menyajikan produk yang kadaluarsa maupun kemasannya telah rusak, sehingga ini kita berikan teguran agar ditarik dan digantikan dengan baru,” tegasnya.

Ia berharap, para pedagang untuk lebih jeli dalam mengawasi makanan dan minuman yang telah kedaluwarsa tersebut. Namun, lanjutnya pemilik toko banyak yang tidak terlalu peduli, padahal ini sangat membahayakan kesehatan tubuh, dimana, terdapat kandungan racun di dalamnya,” katanya.

Ia menyampaikan, bila perlu kepada pihak terkait agar lebih tegas memberikan teguran maupun sanksi, sehingga pelaku usaha benar-benar memperhatikan produk yang mereka jual dan tentunya tidak merugikan konsumen.

“Kami meminta kepada instansi terkait agar lebih keras untuk memberikan sanksi kepada toko swalayan maupun tradisional yang nakal, dengan menjual produk mamin yang kadaluarsa maupun kemasan rusak,” harap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lahat, Muzakir memperingatkan seluruh pemilik toko dan swalayan yang ada di Lahat untuk memperhatikan dagangan ataupun produk makanan dan minuman (mamin) sebelum dijual kepada masyarakat. Ia menilai, menjelang hari raya Idul Fitri ini, menjadi sasaran empuk bagi oknum tertentu untuk menjual produk makanan dan minuman yang kedaluwarsa serta kemasan yang rusak.

“Jika itu terjadi, sudah dipastikan, masyarakat yang merasakan akibatnya. Kesehatan masyarakat bisa terancam karena aktivitas tersebut,” pungkasnya.
(azh)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
41 menit yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
1 jam yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
1 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
2 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved