Pemerintah siapkan Rp10 M untuk hujan buatan

Senin, 13 Agustus 2012 - 22:34 WIB
Pemerintah siapkan Rp10...
Pemerintah siapkan Rp10 M untuk hujan buatan
A A A
Sindonews.com - Munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan beberapa hari ini membuat pemerintah melakukan antisipasi dengn membuat hujan buatan. Untuk rencana ini, pemerintah sudah menggelontorkn anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Kegitan ini diadakan oleh Badan Penanggulan Bencana Nasional (BPBN) dan Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT). Direktur Tanggap Darurat BNPB, Tri Budiarto mengatakan pembuatan hujan buatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca agar tercipta hujan.

“Dengan adanya hujan buatan ini, nantinya kita harapkan tidak ada asap. Apalagi saat penyelenggaraan PON nantinnya,” katanya Senin (13/8/2012) di Pekanbaru.

Berdasarkan satelit NOA bahwa belakangan terakhir banyak muncul kabut asap disejumlah daerah. Sejak Januari hingga Agustus 2012 tercatat ada 15.392 titik api yang terdeteksi. Terbanyak ada di Riau dengan 3.486 titik api. Disusul Sumatera Selatan dengan 2.356 titi api. Kalimantan Barat 2.105, Jambi 1.341 titik api. Serta daerah lainnya.

“Untuk wilayah Pulau Sumatera hujan buatan dipusatkan di Riau. Sementara di Kalimantan yakni di Pontianak. Hujan buatan ini menggunakan satu pesawat jenis Cassa dan 2 helikopter untuk mengangkut dan menebar garam diudara. Kita sudah menganggarkan Rp 10 miliar untuk ini,” imbuhnya.

Kebakaran hutan dan lahan ini ada yang terjadi di hutan alam maupun di perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) maupun diperkebunan kelapa sawit dan lahan masyakarat di Riau.

“Kita komit untuk melakukan pengolahan hutan tanpa membakar. Ini merupakan upaya proaktif untuk pengolahan hutan untuk meminimalisir kebakaran hutan,” kata Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan.

Kusnan menjelaskan, ancaman seriusnyang menyebabkan dilahan konversi banyak dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk mengatasi itu perusahaan menggelar tim terpadu reaksi cepat perusahaan.

Perusahaan juga melakukan patroli diudara jika terjadi kebakaran.“Karena sejak dari tahun 2007 kita sudah menjadi anggota Fire Manajemen Actions Allieance yang dikoordinasikan oleh FOA,” tukasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
2 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
3 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
3 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
4 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
4 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved