WNI asal Ciamis dibunuh di Malaysia
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 19:10 WIB
WNI asal Ciamis dibunuh di Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, tewas dibunuh di rumah kontrakannya di Johor, Malaysia. Diduga korban tewas dibunuh oleh suaminya sendiri warga negara Pakistan.
Korban bernama Rikayati (53) asal warga Dusun Bakom RT03/06, Desa/Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Beberapa saat setelah menerima kabar duka, keluarga korban di Ciamis, berharap jasad Rikayati segera dibawa pulang ke Indonesia. Keluarga korban pertama kali mengetahui Rikayati tewas dibunuh setelah menerima informasi dari pemilik kontrakan yang dihuni oleh korban di Johor Malaysia.
Informasi tersebut pertama kali diterima oleh keluarga korban melalui telepon selular, dari pemilik kontrakan yang memberitahukan pada Jumat malam 10 Agustus 2012. Korban sudah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Pertama kali, pemilik kontrakan mencurigai karena dalam dua hari terakhir korban tidak keluar dari kamar kontrakan.
Setelah pemilik kontrakan membuka kunci kamar, ternyata korban meninggal dalam kondisi tangan terikat, dipenuhi luka bacok.
“Mendengar kabar itu, kami sekeluarga sangat kaget sempat tidak percaya,” ujar adik koran Asep Sukarna ditemui Sabtu (11/8).
Menurut Asep, korban sudah 14 tahun terakhir bekerja di Malaysia merupakan tulang pungung dari ketujuh anaknya yang ditinggal di Indonesia. Berdasarkan informasi terakhir, korban bekerja di sebuah pabrik sebagai biro iklan di Johor Malaysia.
“Satu tahun lalu, kaka saya pulang ke Indonesia. Tapi, tidak lama tinggal di Indonesia kaka langsung kembali pulang ke Malaysia,” terang Asep.
Bahkan, lanjut Asep, saat kepulanganya ke Indonesia selain memberitahukan bekerja di Biro Iklan juga menyebutkan berencana akan menikah dengan kekasihnya yaitu seorang warga asing berkewarga negaraan Pakistan yang juga sudha tinggal di Malaysia.
“Sejak menerima kabar terakhir, kami sekeluarga tidak pernah mendapatkan kabar lebih lanjut. Terakhir pada Jumat malam, kami menerima telpon dari Malaysia,” tandas Asep.
Asep menambahkan, beberapa saat setelah menerima kabar kematian kakaknya, dia sudah berupaya mengurus kepulangan jenazah korban. Namun, hingga sekarang belum menerima informasi lebih lanjut.
“Informasi yang kami terima justru, polisi setempat telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang juga masih suami kakak saya sendiri yang belum setahun dinikahi,” tandas Asep.
Sekarang, kata Asep, pihak keluarga berharap jenazah korban segera di bawa pulang ke Indonesia. “Atas kejadian ini kami sekeluarga merasa sangat terpukul. Tapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa kami semua pasrah dan hanya berharap jenazah bisa segera sampai ke Indonesia dalam waktu cepat,” pungkas Asep.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis AKP Shohet didampingi Perwira Urusan (Paur) Humas Bagian Operasional Polres Ciamis Ipda Iis Yeni Idaningsih membenarkan informasi tersebut.
“Saat ini pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah ke rumah duka. Kami hanya berkoordinasi dan membantu keluarga korban karena kejadianya berada di luar negeri,” pungkas Shohet.
Korban bernama Rikayati (53) asal warga Dusun Bakom RT03/06, Desa/Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Beberapa saat setelah menerima kabar duka, keluarga korban di Ciamis, berharap jasad Rikayati segera dibawa pulang ke Indonesia. Keluarga korban pertama kali mengetahui Rikayati tewas dibunuh setelah menerima informasi dari pemilik kontrakan yang dihuni oleh korban di Johor Malaysia.
Informasi tersebut pertama kali diterima oleh keluarga korban melalui telepon selular, dari pemilik kontrakan yang memberitahukan pada Jumat malam 10 Agustus 2012. Korban sudah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Pertama kali, pemilik kontrakan mencurigai karena dalam dua hari terakhir korban tidak keluar dari kamar kontrakan.
Setelah pemilik kontrakan membuka kunci kamar, ternyata korban meninggal dalam kondisi tangan terikat, dipenuhi luka bacok.
“Mendengar kabar itu, kami sekeluarga sangat kaget sempat tidak percaya,” ujar adik koran Asep Sukarna ditemui Sabtu (11/8).
Menurut Asep, korban sudah 14 tahun terakhir bekerja di Malaysia merupakan tulang pungung dari ketujuh anaknya yang ditinggal di Indonesia. Berdasarkan informasi terakhir, korban bekerja di sebuah pabrik sebagai biro iklan di Johor Malaysia.
“Satu tahun lalu, kaka saya pulang ke Indonesia. Tapi, tidak lama tinggal di Indonesia kaka langsung kembali pulang ke Malaysia,” terang Asep.
Bahkan, lanjut Asep, saat kepulanganya ke Indonesia selain memberitahukan bekerja di Biro Iklan juga menyebutkan berencana akan menikah dengan kekasihnya yaitu seorang warga asing berkewarga negaraan Pakistan yang juga sudha tinggal di Malaysia.
“Sejak menerima kabar terakhir, kami sekeluarga tidak pernah mendapatkan kabar lebih lanjut. Terakhir pada Jumat malam, kami menerima telpon dari Malaysia,” tandas Asep.
Asep menambahkan, beberapa saat setelah menerima kabar kematian kakaknya, dia sudah berupaya mengurus kepulangan jenazah korban. Namun, hingga sekarang belum menerima informasi lebih lanjut.
“Informasi yang kami terima justru, polisi setempat telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang juga masih suami kakak saya sendiri yang belum setahun dinikahi,” tandas Asep.
Sekarang, kata Asep, pihak keluarga berharap jenazah korban segera di bawa pulang ke Indonesia. “Atas kejadian ini kami sekeluarga merasa sangat terpukul. Tapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa kami semua pasrah dan hanya berharap jenazah bisa segera sampai ke Indonesia dalam waktu cepat,” pungkas Asep.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis AKP Shohet didampingi Perwira Urusan (Paur) Humas Bagian Operasional Polres Ciamis Ipda Iis Yeni Idaningsih membenarkan informasi tersebut.
“Saat ini pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah ke rumah duka. Kami hanya berkoordinasi dan membantu keluarga korban karena kejadianya berada di luar negeri,” pungkas Shohet.
(azh)