Kronologis pembunuhan lansia di Depok diungkap
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 20:07 WIB
Kronologis pembunuhan lansia di Depok diungkap
A
A
A
Sindonews.com - Pria asal Brebes, Jawa Tengah, berinisial D (21), nekat menghabisi Juju Juhariah (60), di rumahnya, Komplek Pelni, Bakti Jaya, Sukmajaya. D ditangkap di Brebes oleh tim gabungan Polda Metro Jaya, Polresta Depok dan Polsek Sukmajaya, dini hari tadi sekira pukul 02.00 WIB tanpa perlawanan.
D mengaku memerlukan uang untuk menyelesaikan renovasi rumahnya di Brebes. Dia sudah berusaha meminjam ke kerabat dan teman namun hasilnya nihil. Hingga D memiliki niat mencuri di salah satu rumah yang pernah direnovasi olehnya.
Dua bulan lalu, D pernah memperbaiki rumah Juju. Selama bekerja di rumah Juju, D memperhatikan dan mempelajari seluk beluk rumah tersebut. "Termasuk kapan jam kosong rumah dan ruangan. Dipelajari secara detil," kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Jumat (10/8/2012).
Selain motif uang, kenekatan D menghabisi nyawa Juju diawali percekcokan. Pada Senin 6 Agustus 2012, sekitar pukul 13.00 WIB, D datang ke rumah Juju. Dia membuka pintu pagar. Mendengar suara pintu gerbang terbuka, Juju yang baru selesai solat langsung membuka pintu. D menanyakan perihal uang bayaran yang dianggap terlalu kecil.
Namun Juju tak percaya begitu saja. Juju sempat melontarkan tudingan bahwa D akan mencuri. Tak terima, D kemudian mengejar Juju yang berlari ke dalam rumah. "Keduanya kejar-kejaran dalam rumah. Korban naik ke lantai dua dan terpeleset karpet. Tersangka langsung membenturkan kepala korban dan menekan batang leher hingga tewas," ceritanya.
Untuk memastikan korbannya tak bernyawa, D turun ke dapur yang berada di lantai bawah dan mengambil pisau dapur. Kemudian kembali lagi ke lantai dua. Namun melihat Juju sudah tak bernyawa, akhirnya pisau tersebut digeletakkan begitu saja.
"Tersangka mengambil uang yang ada dalam dompet korban Rp9.842.000. Kemudian tersangka pergi ke Brebes. Dia menanamkan uang hasil kejahatan di bawah kandang kambing," tuturnya.
Titik terang terbongkarnya kasus ini bermula dari keterangan tiga orang saksi. Satpam perumahan melihat ada pria bertopi mengendarai motor masuk ke rumah Juju. Satpam tersebut mengetahui yang datang siang itu adalah D karena pernah melihat D beberapa bulan lalu.
"Kami kemudian melacak hingga Kemang dan mendapati tersangka di Brebes. Awalnya D sempat mengelak dan menuding temannyalah yang membunuh Juju. Namun setelah dikonfrontir akhirnya D mengakui perbuatannya," paparnya.
Keberhasilan penangkapan D merupakan kerjasama tim dari Polda Metro Jaya, Polresta Depok dan Polsek Sukmajaya. Tim berangkat ke Brebes pada Rabu 8 Agustus 2012.
Dari hasil keterangan D, uang yang diambil ditanam di pekarangan rumah. Polisi juga membawa serta orang tua D sebagai penunjuk jalan. "Usai mencuri dan membunuh D langsung pergi ke Brebes dengan menggunakan kereta api," paparnya.
Dari keterangan sejumlah saksi, Juju masih berada di depan rumahnya sekitar pukul 13.30 WIB. Tetangga korban saat itu menyapa Juju yang sedang baca koran di teras rumahnya. Juju baru pulang dari Bogor sekitar pukul 11.00 WIB. "Pak haji yang lewat pulang dari masjid sempat menyapa korban siang itu," tukas Fitria.
Polisi mengamankan barang bukti berupa bantal, pisau dapur, sajadah dan mukena yang berlumuran darah. Juju ditemukan tak bernyawa di rumahnya dengan menggunakan mukena. Juju diketahui baru selesai solat. Jasadnya pertama kali diketahui oleh Adi Wijaya, suaminya yang baru pulang kerja.
D mengaku memerlukan uang untuk menyelesaikan renovasi rumahnya di Brebes. Dia sudah berusaha meminjam ke kerabat dan teman namun hasilnya nihil. Hingga D memiliki niat mencuri di salah satu rumah yang pernah direnovasi olehnya.
Dua bulan lalu, D pernah memperbaiki rumah Juju. Selama bekerja di rumah Juju, D memperhatikan dan mempelajari seluk beluk rumah tersebut. "Termasuk kapan jam kosong rumah dan ruangan. Dipelajari secara detil," kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Jumat (10/8/2012).
Selain motif uang, kenekatan D menghabisi nyawa Juju diawali percekcokan. Pada Senin 6 Agustus 2012, sekitar pukul 13.00 WIB, D datang ke rumah Juju. Dia membuka pintu pagar. Mendengar suara pintu gerbang terbuka, Juju yang baru selesai solat langsung membuka pintu. D menanyakan perihal uang bayaran yang dianggap terlalu kecil.
Namun Juju tak percaya begitu saja. Juju sempat melontarkan tudingan bahwa D akan mencuri. Tak terima, D kemudian mengejar Juju yang berlari ke dalam rumah. "Keduanya kejar-kejaran dalam rumah. Korban naik ke lantai dua dan terpeleset karpet. Tersangka langsung membenturkan kepala korban dan menekan batang leher hingga tewas," ceritanya.
Untuk memastikan korbannya tak bernyawa, D turun ke dapur yang berada di lantai bawah dan mengambil pisau dapur. Kemudian kembali lagi ke lantai dua. Namun melihat Juju sudah tak bernyawa, akhirnya pisau tersebut digeletakkan begitu saja.
"Tersangka mengambil uang yang ada dalam dompet korban Rp9.842.000. Kemudian tersangka pergi ke Brebes. Dia menanamkan uang hasil kejahatan di bawah kandang kambing," tuturnya.
Titik terang terbongkarnya kasus ini bermula dari keterangan tiga orang saksi. Satpam perumahan melihat ada pria bertopi mengendarai motor masuk ke rumah Juju. Satpam tersebut mengetahui yang datang siang itu adalah D karena pernah melihat D beberapa bulan lalu.
"Kami kemudian melacak hingga Kemang dan mendapati tersangka di Brebes. Awalnya D sempat mengelak dan menuding temannyalah yang membunuh Juju. Namun setelah dikonfrontir akhirnya D mengakui perbuatannya," paparnya.
Keberhasilan penangkapan D merupakan kerjasama tim dari Polda Metro Jaya, Polresta Depok dan Polsek Sukmajaya. Tim berangkat ke Brebes pada Rabu 8 Agustus 2012.
Dari hasil keterangan D, uang yang diambil ditanam di pekarangan rumah. Polisi juga membawa serta orang tua D sebagai penunjuk jalan. "Usai mencuri dan membunuh D langsung pergi ke Brebes dengan menggunakan kereta api," paparnya.
Dari keterangan sejumlah saksi, Juju masih berada di depan rumahnya sekitar pukul 13.30 WIB. Tetangga korban saat itu menyapa Juju yang sedang baca koran di teras rumahnya. Juju baru pulang dari Bogor sekitar pukul 11.00 WIB. "Pak haji yang lewat pulang dari masjid sempat menyapa korban siang itu," tukas Fitria.
Polisi mengamankan barang bukti berupa bantal, pisau dapur, sajadah dan mukena yang berlumuran darah. Juju ditemukan tak bernyawa di rumahnya dengan menggunakan mukena. Juju diketahui baru selesai solat. Jasadnya pertama kali diketahui oleh Adi Wijaya, suaminya yang baru pulang kerja.
(san)