Sadis, mayat ditemukan terikat & hangus terbakar
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 07:40 WIB
Sadis, mayat ditemukan terikat & hangus terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Warga Pancurbatu, Deliserdang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas dalam kondisi hangus terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Dusun I Desa Namo Bintang, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Kondisi mayat sangat mengenaskan dan diduga menjadi korban penganiayaan sadis. Tangan si mayat dalam kondisi terikat ke belakang, mulut disumpal kain dan dilakban. Sedangkan mata korban juga dilakban. Pada bagian leher ada luka diduga bekas sabetan benda tajam. Mayat pria bertelanjang dada itu pertama kali ditemukan seorang pemulung yang beraktivitas di tempat pembuangan sampah itu.
Dia memberitahukan rekan-rekannya yang kemudian menghubungi petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Pancurbatu. Kapolsek Pancurbatu Komisaris Polisi (Kompol) Darwin Sitepu menduga mayat pria berperawakan tinggi besar itu dibuang di TPA setelah pelaku menghabisinya di tempat lain.
“Sepertinya korban dibakar di daerah itu (TPA Namo Bintang) karena ada sebuah ban yang diletakkan tepat di bawah mayat tersebut.Ban itu tidak sepenuhnya terbakar,” katanya.
Polisi masih mengumpulkan sejumlah bukti yang dapat dijadikan petunjuk serta memeriksa sejumlah saksi. Sedangkan proses identifikasi terhadap korban sedang dilakukan tim identifikasi bersama dokter forensik untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan untuk dilakukan autopsi. ”Sejauh ini belum ada petunjuk yang kami temukan di lapangan sehingga belum bisa kita simpulkan identitas korban. Kita tunggulah hasil autopsi,” imbuh Darwin.
Kepala Desa Namobintang Ridwan Sinulingga mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang mengayak kompos di TPA sekitar pukul 08.30 WIB.
“Setelah ditemukan warga langsung mengadu ke saya dan selanjutnya dilaporkan ke polisi,” katanya.
Dia juga belum menerima laporan dari warga Desa Namo Bintang yang merasa kehilangan anggota keluarga. ”Saya tetap berharap ada warga yang melapor. Ini demi mempermudah penyelidikan polisi,” pungkasnya.
Kondisi mayat sangat mengenaskan dan diduga menjadi korban penganiayaan sadis. Tangan si mayat dalam kondisi terikat ke belakang, mulut disumpal kain dan dilakban. Sedangkan mata korban juga dilakban. Pada bagian leher ada luka diduga bekas sabetan benda tajam. Mayat pria bertelanjang dada itu pertama kali ditemukan seorang pemulung yang beraktivitas di tempat pembuangan sampah itu.
Dia memberitahukan rekan-rekannya yang kemudian menghubungi petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Pancurbatu. Kapolsek Pancurbatu Komisaris Polisi (Kompol) Darwin Sitepu menduga mayat pria berperawakan tinggi besar itu dibuang di TPA setelah pelaku menghabisinya di tempat lain.
“Sepertinya korban dibakar di daerah itu (TPA Namo Bintang) karena ada sebuah ban yang diletakkan tepat di bawah mayat tersebut.Ban itu tidak sepenuhnya terbakar,” katanya.
Polisi masih mengumpulkan sejumlah bukti yang dapat dijadikan petunjuk serta memeriksa sejumlah saksi. Sedangkan proses identifikasi terhadap korban sedang dilakukan tim identifikasi bersama dokter forensik untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan untuk dilakukan autopsi. ”Sejauh ini belum ada petunjuk yang kami temukan di lapangan sehingga belum bisa kita simpulkan identitas korban. Kita tunggulah hasil autopsi,” imbuh Darwin.
Kepala Desa Namobintang Ridwan Sinulingga mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang mengayak kompos di TPA sekitar pukul 08.30 WIB.
“Setelah ditemukan warga langsung mengadu ke saya dan selanjutnya dilaporkan ke polisi,” katanya.
Dia juga belum menerima laporan dari warga Desa Namo Bintang yang merasa kehilangan anggota keluarga. ”Saya tetap berharap ada warga yang melapor. Ini demi mempermudah penyelidikan polisi,” pungkasnya.
(azh)