FPI: Dakwah Rhoma hal yang wajar
Selasa, 07 Agustus 2012 - 10:16 WIB
FPI: Dakwah Rhoma hal yang wajar
A
A
A
Sindonews.com - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) DKI Jakarta masih menyelidiki kasus dugaan isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) yang membelit Raja Dangdut Rhoma Irama dalam ceramahnya di sebuah masjid di Jakarta Barat. Rhoma diduga mendiskreditkan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, karena masalah SARA.
Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) Depok angkat bicara. Menurut Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri, apa yang dilakukan Rhoma itu wajar. Apalagi Rhoma itu Dai, sudah suatu hal yang biasa seperti itu, jadi bukan SARA.
"Penyampaian ayat oleh seorang pendakwah adalah sesuatu yang wajar, namun tetap harus berpegang teguh bahwa tak ada kepentingan apa–apa. Karena, di Islam itu diajarkan bahwa kita harus memilih pemimpin yang satu akidah sama kita sebagai muslim, itu bukan SARA," kata Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri, di Depok, Senin (6/8/2012) malam.
Idrus menjelaskan, apa yang sudah disampaikan oleh sahabat Dai kondang Alm KH Zainudin MZ itu, tidak ada yang bertentangan. Itu sudah termaktub dalam kitab suci Al-Quran ayat 28 Surat Al–Imran, dan An-Nissa ayat 138-139. Dia menambahkan, pernyataan Rhoma itu di dalam masjid, bukan di ruang kampanye.
"Apa itu SARA? Saya juga tidak setuju kalau orang berbicara soal agama ujung–ujung berbau SARA. Ini kan penyampaiannya saat dakwah, di masjid saat khotbah, bukan di ruang kampanye terbuka," terangnya.
Walau demikian Idrus menyatakan, Rhoma tidak menyebutkan salah satu pasangan calon Gubernur, dan menyudutkan pasangan lain. Dia menambahkan, semestinya Rhoma tak menyebut asal usul serta latar belakang agama keluarga salah satu calon.
"Memang semestinya jangan menyebut nama dan menggiring (opini publik). Tapi, kalau mengajak muslim untuk memilih pemimpin yang akidahnya sama itu kewajiban, apalagi kalau disampaikan dalam acara dakwah, maulid, Isra Mi'raj, atau yang lain itu sah–sah saja," katanya.
Dia mengatakan, FPI Jakarta juga tengah menggelar rapat menyikapi masalah Pemilukada DKI Jakarta. Salah satunya, membahas masalah isu SARA yang dialami Rhoma Irama.
"Kalau saya pribadi sih enggak setuju sedikit–sedikit SARA. Namun kami kan enggak bisa intervensi, karena itu kewenangan FPI Jakarta. Malam ini (FPI Jakarta) rapat, saya juga dengar terkait Pemilukada dan masalah Rhoma Irama," ujarnya.
Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) Depok angkat bicara. Menurut Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri, apa yang dilakukan Rhoma itu wajar. Apalagi Rhoma itu Dai, sudah suatu hal yang biasa seperti itu, jadi bukan SARA.
"Penyampaian ayat oleh seorang pendakwah adalah sesuatu yang wajar, namun tetap harus berpegang teguh bahwa tak ada kepentingan apa–apa. Karena, di Islam itu diajarkan bahwa kita harus memilih pemimpin yang satu akidah sama kita sebagai muslim, itu bukan SARA," kata Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri, di Depok, Senin (6/8/2012) malam.
Idrus menjelaskan, apa yang sudah disampaikan oleh sahabat Dai kondang Alm KH Zainudin MZ itu, tidak ada yang bertentangan. Itu sudah termaktub dalam kitab suci Al-Quran ayat 28 Surat Al–Imran, dan An-Nissa ayat 138-139. Dia menambahkan, pernyataan Rhoma itu di dalam masjid, bukan di ruang kampanye.
"Apa itu SARA? Saya juga tidak setuju kalau orang berbicara soal agama ujung–ujung berbau SARA. Ini kan penyampaiannya saat dakwah, di masjid saat khotbah, bukan di ruang kampanye terbuka," terangnya.
Walau demikian Idrus menyatakan, Rhoma tidak menyebutkan salah satu pasangan calon Gubernur, dan menyudutkan pasangan lain. Dia menambahkan, semestinya Rhoma tak menyebut asal usul serta latar belakang agama keluarga salah satu calon.
"Memang semestinya jangan menyebut nama dan menggiring (opini publik). Tapi, kalau mengajak muslim untuk memilih pemimpin yang akidahnya sama itu kewajiban, apalagi kalau disampaikan dalam acara dakwah, maulid, Isra Mi'raj, atau yang lain itu sah–sah saja," katanya.
Dia mengatakan, FPI Jakarta juga tengah menggelar rapat menyikapi masalah Pemilukada DKI Jakarta. Salah satunya, membahas masalah isu SARA yang dialami Rhoma Irama.
"Kalau saya pribadi sih enggak setuju sedikit–sedikit SARA. Namun kami kan enggak bisa intervensi, karena itu kewenangan FPI Jakarta. Malam ini (FPI Jakarta) rapat, saya juga dengar terkait Pemilukada dan masalah Rhoma Irama," ujarnya.
(mhd)