Polisi perketat patroli malam
Senin, 06 Agustus 2012 - 10:26 WIB
Polisi perketat patroli malam
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian akan memperketat patroli untuk mengantisipasi terulangnya kasus penembakan halte bus Transjakarta yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab.
"Untuk pengamanan, agar tidak terjadi hal serupa, kepolisian tidak akan menempatkan khusus petugas. Tapi kami akan tingkatkan patroli," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Senin (6/8/2012).
Rikwanto mengatakan, dirinya berharap petugas keamanan setempat dapat lebih memahami daerah termasuk sebagai lingkup penjagaannya. Ini bertujuan agar dirinya bisa dengan cepat melapor ke petugas, maupun bisa mengingat ciri-ciri pelaku, jika terjadi tindak kejahatan.
"Patroli kami akan lebih intensif memantau halte-halte di jam-jam rawan. Saya harap, kejadian seperti ini tak terulang lagi. Karena siapapun pelakunya pasti akan berhadapan dengan hukum," tegasnya.
Rikwanto juga mengimbau agar pihak-pihak tertentu tidak lagi melakukan aksi yang perusakan terhadap sarana publik. "Jangan melakukan tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab, seperti merusak peralatan umum. Nanti akan berhadapan dengan hukum," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, halte bus Transjakarta Pancoran Tugu, Halte Cikokol Stasiun Cawang arah Pinang Ranti, dua Halte Cawang Ciliwung, dan Halte Tebet BKPM ditembaki sekelompok orang tidak dikenal pada Sabtu 4 Agustus 2012 malam lalu.
Meski tidak ada korban luka, maupun korban jiwa dalam kejadian itu, tapi pihak Transjakarta diketahui mengalami kerugian sebesar Rp20 juta karena kejadian itu.
"Untuk pengamanan, agar tidak terjadi hal serupa, kepolisian tidak akan menempatkan khusus petugas. Tapi kami akan tingkatkan patroli," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Senin (6/8/2012).
Rikwanto mengatakan, dirinya berharap petugas keamanan setempat dapat lebih memahami daerah termasuk sebagai lingkup penjagaannya. Ini bertujuan agar dirinya bisa dengan cepat melapor ke petugas, maupun bisa mengingat ciri-ciri pelaku, jika terjadi tindak kejahatan.
"Patroli kami akan lebih intensif memantau halte-halte di jam-jam rawan. Saya harap, kejadian seperti ini tak terulang lagi. Karena siapapun pelakunya pasti akan berhadapan dengan hukum," tegasnya.
Rikwanto juga mengimbau agar pihak-pihak tertentu tidak lagi melakukan aksi yang perusakan terhadap sarana publik. "Jangan melakukan tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab, seperti merusak peralatan umum. Nanti akan berhadapan dengan hukum," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, halte bus Transjakarta Pancoran Tugu, Halte Cikokol Stasiun Cawang arah Pinang Ranti, dua Halte Cawang Ciliwung, dan Halte Tebet BKPM ditembaki sekelompok orang tidak dikenal pada Sabtu 4 Agustus 2012 malam lalu.
Meski tidak ada korban luka, maupun korban jiwa dalam kejadian itu, tapi pihak Transjakarta diketahui mengalami kerugian sebesar Rp20 juta karena kejadian itu.
(lil)