Rampas motor, satpam nyamar jadi polisi
Senin, 06 Agustus 2012 - 09:27 WIB
Rampas motor, satpam nyamar jadi polisi
A
A
A
Sindonews.com - Dian (22), nekat mengaku sebagai anggota polisi berbaju preman Polsekta Cibeunying Kidul. Padahal sehari- harinya,warga Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung tersebut bekerja menjadi petugas keamanan (satpam) pusat perbelanjaan di Balubur.
Tindakan itu dilakukan Dian untuk menakuti pengemudi sepeda motor yang hendak dia rampas kendaraannya. Kejadian bermula sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Cisaranten Wetan, Cinambo, Selasa (31/7). Dian bersama temannya memepet sepeda motor yang dikendarai korban Reza (16).
”Saat kejadian, korban membonceng dua temannya menggunakan motor Kawasaki. Mereka langsung dipepet oleh tersangka Dian ketika melintas di lokasi tersebut,” kata Kapolsekta Cinambo AKP Antan Budiana di kantornya, Jalan Soekarno-Hatta, Minggu 5 Agustus 2012.
Setelah Reza berhenti, Dian pun mengaku polisi dan mengancam. Pelaku meminta sepeda motor yang digunakan korban. Bahkan saat mengancam,Dian memegang pinggang seolah hendak mengeluarkan senjata api. Melihat hal itu, tiga korban yang masih belia ketakutan. Reza dan teman-temannya memilih lari meninggalkan sepeda motor yang mereka bawa.
”Namun bagusnya, sebelum lari meninggalkan motornya, korban ini terlebih dahulu mengunci motor sampai pada posisi stang terkunci. Sehingga pelaku justru merasa kesulitan membawa sepeda motor rampasan itu,” ujar Antan.
Ketiga korban kemudian lari ke arah permukiman sambil berteriak maling. Sontak masyarakat sekitar yang mendengar langsung berhamburan keluar rumah dan mengejar pelaku.
Tak sempat menghi-dupkan kendaraan rampasan, pelaku Dian nekat menghentikan mobil jenis Hijet yang melintas dan membajaknya.
”Namun karena mobil yang dibajaknya mobil tua, jadi masih bisa terkejar oleh warga dan polisi yang sedang berpatroli,” ujar Antan.
Dian ditangkap dengan kondisi mata lebam dan beberapa luka memar karena sempat dihakimi warga. Sedangkan satu pelaku lainnya,teman Dian, berhasil kabur menggunakan sepeda motor miliknya. Hingga kini, polisi masih memburu satu pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Tindakan itu dilakukan Dian untuk menakuti pengemudi sepeda motor yang hendak dia rampas kendaraannya. Kejadian bermula sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Cisaranten Wetan, Cinambo, Selasa (31/7). Dian bersama temannya memepet sepeda motor yang dikendarai korban Reza (16).
”Saat kejadian, korban membonceng dua temannya menggunakan motor Kawasaki. Mereka langsung dipepet oleh tersangka Dian ketika melintas di lokasi tersebut,” kata Kapolsekta Cinambo AKP Antan Budiana di kantornya, Jalan Soekarno-Hatta, Minggu 5 Agustus 2012.
Setelah Reza berhenti, Dian pun mengaku polisi dan mengancam. Pelaku meminta sepeda motor yang digunakan korban. Bahkan saat mengancam,Dian memegang pinggang seolah hendak mengeluarkan senjata api. Melihat hal itu, tiga korban yang masih belia ketakutan. Reza dan teman-temannya memilih lari meninggalkan sepeda motor yang mereka bawa.
”Namun bagusnya, sebelum lari meninggalkan motornya, korban ini terlebih dahulu mengunci motor sampai pada posisi stang terkunci. Sehingga pelaku justru merasa kesulitan membawa sepeda motor rampasan itu,” ujar Antan.
Ketiga korban kemudian lari ke arah permukiman sambil berteriak maling. Sontak masyarakat sekitar yang mendengar langsung berhamburan keluar rumah dan mengejar pelaku.
Tak sempat menghi-dupkan kendaraan rampasan, pelaku Dian nekat menghentikan mobil jenis Hijet yang melintas dan membajaknya.
”Namun karena mobil yang dibajaknya mobil tua, jadi masih bisa terkejar oleh warga dan polisi yang sedang berpatroli,” ujar Antan.
Dian ditangkap dengan kondisi mata lebam dan beberapa luka memar karena sempat dihakimi warga. Sedangkan satu pelaku lainnya,teman Dian, berhasil kabur menggunakan sepeda motor miliknya. Hingga kini, polisi masih memburu satu pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
(azh)