Penjagaan Halte TransJakarta diperketat
Senin, 06 Agustus 2012 - 05:01 WIB
Penjagaan Halte TransJakarta diperketat
A
A
A
Sindonews.com - Penembakan terhadap empat halte oleh orang tak dikenal masih diselidiki pihak kepolisian.
Badan Lanyanan Umum (BLU) Bus TransJakarta telah menyerahkan kasus itu terhadap kepolisian.
Kepala BLU Bus TransJakarta M Akbar sampai saat ini pihak masih belum bisa memperkirakan apa motif penembakan itu.
Menurutnya, pihaknya bersama pihak kepolisian telah berjaga-jaga untuk memastikan tidak ada lagi kejadian penembakan serupa.
"Kalau penjagaan, kami memang selalu menempatkan petugas keamanan di setiap halte yang selalu berjaga selama 24jam. Namun setelah peristiwa ini akan lebih ditingkatkan lagi," ujarnya saat dihubungi Harian Sindo, Minggu (5/8/2012).
Selain kepada pihak kepolisian, Akbar juga meminta agar masyarakat melaporkan jika melihat upaya perusakan halte dengan cara ditembak itu.
"Kami meminta petugas kepolisian dan masyarakat sekitar halte untuk lebih berpartisipastif," paparnya.
Akbar menjelaskan dari empat halte yang mengalami penembakan tersebut diketahui halte Cawang Otista di Jatinegara yang mengalami kerusakan cukup parah.
"Halte di Cawang Otista ya, karena di sana terjadi tiga kali tembakan hingga kacanya pecah," ungkap Akbar.
Akbar berharap kepada petugas kepolisian agar dapat mengusut tuntas siapa pelakunya.
"Ya makanya kami terus mendorong pihak kepolisian agar dapat menangkap pelaku dibalik semua tindakan tidak bertanggungjawab ini," pintanya.
Dia pun mengaku tidak ada dampak siginifikan yang terjadi pasca kejadian penembakan pada tengah malam tersebut. Menurutnya aktivitas warga pengguna bus TransJakarta hari ini tetap berlangsung normal.
"Tidak ada kendala, normal saja, karena kejadiannya pada malam hari, pada pagi harinya aktivitas penumpang berjalan seperti biasa, namun bekas tembakan masih dibiarkan untuk proses penyelidikan," tuturnya.
Seperti diketahui pada tengah malam kemarin sekitar pukul 23:00 WIB empat halte bus TransJakarta yakni Halte Tebet, Halte Cawang-Ciliwung, Halte Stasiun Cawang, dan Halte Cawang Otista secara berturut mengalami aksi penembakan oleh orang tidak dikenal.
Akibatnya kaca-kaca di halte tersebut pecah. Diduga aksi tersebut dilakukan pelaku dengan menggunakan senapan angin.
Badan Lanyanan Umum (BLU) Bus TransJakarta telah menyerahkan kasus itu terhadap kepolisian.
Kepala BLU Bus TransJakarta M Akbar sampai saat ini pihak masih belum bisa memperkirakan apa motif penembakan itu.
Menurutnya, pihaknya bersama pihak kepolisian telah berjaga-jaga untuk memastikan tidak ada lagi kejadian penembakan serupa.
"Kalau penjagaan, kami memang selalu menempatkan petugas keamanan di setiap halte yang selalu berjaga selama 24jam. Namun setelah peristiwa ini akan lebih ditingkatkan lagi," ujarnya saat dihubungi Harian Sindo, Minggu (5/8/2012).
Selain kepada pihak kepolisian, Akbar juga meminta agar masyarakat melaporkan jika melihat upaya perusakan halte dengan cara ditembak itu.
"Kami meminta petugas kepolisian dan masyarakat sekitar halte untuk lebih berpartisipastif," paparnya.
Akbar menjelaskan dari empat halte yang mengalami penembakan tersebut diketahui halte Cawang Otista di Jatinegara yang mengalami kerusakan cukup parah.
"Halte di Cawang Otista ya, karena di sana terjadi tiga kali tembakan hingga kacanya pecah," ungkap Akbar.
Akbar berharap kepada petugas kepolisian agar dapat mengusut tuntas siapa pelakunya.
"Ya makanya kami terus mendorong pihak kepolisian agar dapat menangkap pelaku dibalik semua tindakan tidak bertanggungjawab ini," pintanya.
Dia pun mengaku tidak ada dampak siginifikan yang terjadi pasca kejadian penembakan pada tengah malam tersebut. Menurutnya aktivitas warga pengguna bus TransJakarta hari ini tetap berlangsung normal.
"Tidak ada kendala, normal saja, karena kejadiannya pada malam hari, pada pagi harinya aktivitas penumpang berjalan seperti biasa, namun bekas tembakan masih dibiarkan untuk proses penyelidikan," tuturnya.
Seperti diketahui pada tengah malam kemarin sekitar pukul 23:00 WIB empat halte bus TransJakarta yakni Halte Tebet, Halte Cawang-Ciliwung, Halte Stasiun Cawang, dan Halte Cawang Otista secara berturut mengalami aksi penembakan oleh orang tidak dikenal.
Akibatnya kaca-kaca di halte tersebut pecah. Diduga aksi tersebut dilakukan pelaku dengan menggunakan senapan angin.
(lns)